Just another free Blogger theme

Sabtu, 08 September 2018


Hasil gambar untuk mengajar

Jika di telaah secara seksama, tugas guru itu ada dua jenis, yaitu menciptakan lingkungan pembelajaran, dan menanamkan nilai untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran.  Kedua hal ini, bisa dibedakan, tetapi tidak bisa dipisahkan.
Tidak bermaksud untuk menjadi penafsir, namun, tidak disengaja, ada satu gelitik yang tidak kuasa dibiarkan mengenai makna pendidikan. Awalnya, saat membaca makna pendidikan dalam UU sisdiknas kita. Dalam UU itu, tertuang pernyataan sebagai berikut : 

 Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara
Saat membaca teks serupa itu, pikiran ini kemudian terpecah konsentrasi pada dua penggalan pokok pikiran pada definisi tersebut.  Coba perhatikan dan rasakan bersama. Dalam definisi pendidikan tersebut, dapat ditemukan ada dua pokok pikiran yang berbeda, dan harus kita pahami dengan seksama. 
Penggalan pertama, yaitu pada pokok pikiran berikut : 
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk .........
Penggalan pertama ini, saya sebutnya sebagai peran manajerial. Titik tekannya yaitu perencanaan dan penciptaan lingkungan, supaya peserta didik dapat belajar dengan optimal. Rasanya. inilah aspek manajerial pendidikan yang kerap banyak diabaikan oleh kita semua. Padahal, aspek pertama ini, merupakan aspek metodiknya sangat kental.

Pada penggalan kedua, cenderung mengacu pada target atau indikator capaian kegiatan. Pada indikator pencapaian ini, ditetapkan bahwa peserta didik itu harus memiliki ".....kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara".

Aspek kedua ini, andai kita mau bedakan dari yang pertama, yaitu lebih mengacu pada aspek pedagogis atau tujuan kurikuler.
Amatan kita selama ini, atau setidaknya, sepintas lalu selama ini, kita lebih banyak melihat guru atau tenaga pendidik, lebih banyak mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk mentransfer pengetahuan kepada peserta didik. Padahal, tugas pokok lainnya yaitu menciptakan lingkungan belajar.
Kerangka pikir seperti ini, selaras dengan karakter kurikulum 2013. Penggalan pertama, mengacu pada metakognisi, sedangkan penggalan kedua, lebih mengacu pada keterampilan berfikir konseptual, teoritikal dan prosedural. Disebut metakognisi, karena lebih menekankan pada aspek 'penciptaan lingkungan belajar', dan bukan pada kontennya.


Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar