Just another free Blogger theme

Senin, 29 April 2024

Seseorang hadir di hadapan sang Guru, Ustad Fahmi, demikianlah banyak orang memanggilnya. Disebut demikian, karena para murid, sahabat atau tetamu yang datang kepadanya, serta mengajukan masalah atau pertanyaan tentang kehidupannya, seakan-akan sang guru memiliki segudang jawaban yang bisa diberikan kepadanya. Karena itu, dianggap oleh orang lain, sebagai guru yang serba faham, terhasap masalah dan bisa memecahkan masalahnya.


Di hari itu, seorang tamu datang, dan menghadap kepada sang Guru, sambil mengajukan pertanyaan, "Guru, cukup sering guru menilai bahwa kami hidup senantiasa terlalu formal, kaku dan tidak esensial. Lantas apa masalahnya, dan bagaimana cara mengatasinya...?"  Ungkapnya dengan penuh kesungguhan hati.

Sabtu, 06 April 2024

 Pilihan kata. Inilah hal penting yang perlu dimiliki oleh seorang pembicara, penutur, guru, ustad, atau orangtua. Kemampuan ini, bukan saja bermanfaat bagi si penuturnya, tetapi juga bermanfaat dalam menjaga kerukunan di tengah keluarga dan masyarakat.



Ah, rasanya, kalimat seperti itu, sangat biasa, dan sudah basi. Tetapi, akan menjadi menarik rasanya, bila kita mengingat sebuah contoh.

Selasa, 02 April 2024

Emang sulit, berdiskusi dengan orang yang berpikiran rumit. Atau mungkin juga, kerana kemampuanku inilah, yang tidak mampu menangkap maksud dan tujuan, serta pesan yang disampaikan orang lain, sehingga, diri ini tidak mampu menangkap pesan yang disampaikannya. Malahan, pada ujungnya, kemudian mengambil kesimpulan, bahwa lawan bicara itu, berpikiran rumit !


Padahal selama ini, saya sendiri berpendapat bahwa yang paling sulit, yaitu berpikiran rumit. Berpikir rumit itu sulit. Harus nyambung sana, ngait situ, nyentuh ini, nyenggol sona, dan lain sebagainya. Sulit dilakukan, dan tidak mudah dipahami oleh banyak orang, atau lawan bicara.