Mawaddah (مَوَدَّة) berasal dari akar w-d-d (و د د), yang berkaitan dengan cinta, kasih, dan keinginan akan
kedekatan. Ar-Raghib al-Ashfahani, menerangkan bahwa kata wadd, mengandung arti
menyukai sesuatu dan mengharapkan keberadaannya. Terkadang ia digunakan untuk
salah satu dari kedua makna tersebut
Dalam QS. Ar-Rūm [30]:21, mawaddah disebut sebagai sesuatu yang Allah
jadikan di antara pasangan. Ibn Kathīr menjelaskan mawaddah dengan al-maḥabbah (cinta),
sedangkan raḥmah dengan al-ra’fah (belas kasih atau kelembutan), atau syafaqah
(welas asih). Penjelasan ini penting karena memperlihatkan adanya kedekatan
makna, bukan pemisahan mutlak antara dua istilah


















