Just another free Blogger theme

Tampilkan postingan dengan label Bukuku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukuku. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Desember 2025

Buku ini ditulis bersama. Saya menulis sebagian, dan begitu pula rekanan. Beliau adalah Dosen Bahasa Indonesia, di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) Bandung. Beliau adalah doktor dalam bidang ilmu bahasa, khususnya Bahasa Indonesia. Karenanya, tidak perlu diragukan lagi kompetensinya, terkait hal baca membaca ini.


Lha, kalau demikian, lantas, apa kapasitasnya saya, untuk urun rembuh menulis wacana ini ? apakah kompeten untuk tema ini, dan bagaimana bisa hal ini, bisa dipublikasikan saat ini ?

Sabtu, 12 Oktober 2024

 Sudah banyak buku yang berisikan mengenai profesi guru dan kependidikan. Selepas hadirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 dan Undang-Undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005, masalah guru dan pendidikan ini, terus menerus tiada henti-hentinya mendapat perhatian dari banyak kalangan. Bukan saja, dari peserta didik, orangtua dan ahli pendidikan, tetapi pemerintah dan wakil rakyat pun turut membicarakannya.


Hal yang menarik, ternyata wacana-wacana pendidikan dan masalah guru ini, muncul sangat beragam. Bila disimpulkan, setidaknya meliput pada tiga karakter, yaitu ada kelompok yang memberikan pujian, ada kelompok yang mengkritisi, tetapi ada juga yang mencaci makinya. Untuk kelompok yang terakhir ini, kadang memberikan argumentasi bahwa profesi guru itu, dilihat dari jam kerja, kinerja dan hasil pekerjaannya tidak jelas, tetapi memiliki tunjangan profesi yang sangat tinggi. Atau dengan istilah lain, tidak seimbang dengan tunjangannya.

Selasa, 08 November 2022

 Bagian dari pengamatan, dan refleksi terhadap proses pembelajaran selama pandemi, lahir buku Merdek belajar, manusia manusia autentik. Buku ini, sejatinya, merupakan respon dari gagasan Pemerintah, khususnya dari Mas Nadiem Makarim, yang menggagas Merdeka Belajar, dan Kampus Merdeka . Gagasan ini, rasanya perlu direspon dengan proporsional, dan juga kritis, sehinga menjadikan sesuatu yang bisa diterapkan oleh setiap insan pendidikan.



Pengalaman sebagai tenaga pendidik, dan menyelami perkembangan pendidikan di masa pandemi, dengan hadirnya peran teknologi informasi dan komunikasi, serta hadirnya peserta didik generasi milenaial, dengan karakternya tersendiri, dibutuhkan ada metode dan pendekatan pendidikan yang mampu mengakomidasi dan juga mengawal peningkatan kualitas generasi bangsa Indonesia.

Alangkah indahnya pula, bila pembaca mampu menyerap gagasan merdeka belajar ini, sekaitan dengan Kelas Berkarakter, dan juga Daring Duraring, yang  sudah diterbitkannya sebeleumnya. Ketiga buku itu, merupakan karya tulis tentang pendidikan, dengan satu nafas yang sama, yakni bermaksud untuk melakukan reformsi budaya pendidikan dan orientasi pendidikan di masa sekarang dan masa depan.

Lebih lanjutnya lagi, Merdeka Belajar ini sejatinya perlu dibaca oleh tenaga pendidik, pengambil kebijakan, pemerintah, dan juga orangtua siswa. Hal ini, dimaksudkan supaya, kita tidak gagal paham dengan karakter zaman, serta orientasi kebutuhan anak-anak di era generasi milenail.  dengan memahami zaman, dan membaca Merdeka Belajar ini, diharapkan kita semua dapat merespon zaman secara lebih efektif dan produktif.

Rabu, 22 September 2021

Tidak semua sadari atau menyadari. Berbagai ucapan, emoticon, gambar atau apapun yang disimpan di platform digital, akan menjadi bagian sejarah-dirinya sendiri. Salah satu diantaranya, akan kita sebut sebagai jejak intelektualnya.

Informasi dari kalangan yang paham tentang pemrograman, karakter program di komputer itu, bersifat algoritma.  Logika wajar dan akan terus berulang, sebagaimana pola yang sudah disusunnya.  Karakter serupa ini, perlu disadari, bahwa apa yang kita lakukan di platform itu, akan membentuk kewajaran-wajah kita, sesuai dengan kebiasaan yang kita lakukan selama ini, dan saat ini,