Just another free Blogger theme

Sabtu, 15 Agustus 2026

Masih pagi. Pikiran pun masih segar. Namun pikiran segar di negeri ini nasibnya tidak pernah lama. Entah karena keadaan di negeri ini yang kerap mempertontonkan perilaku yang aneh-aneh dan tidak memberdayakan rasa kemanusiaan atau karena banyaknya masalah hidup yang terus melilit kehidupannya. Sehingga akibat kedua hal tersebut, pikiran segar masyarakat Indonesia ini kerap kali sulit berkembang untuk waktu yang lama. Kata ahli seni, matahari pun belum merasa lelah untuk menyinari bumi, namun pikiran ini harus kembali diisi oleh keanehan negeri ini.



Jumat, 14 Agustus 2026

Di sinilah (2009), saya baru merasakan mengenai pentingnya memahami hal-hal penting. Kalau kita memiliki waktu panjang, kemampuan yang tak terbatas, mungkin masih layak untuk mengharapkan dan mengejar seluruh impian dalam hidup. Namun hal itu, sulit untuk diwujudkan, karena kita secara realistis bukanlah makhluk seperti itu. Kita memiliki keterbatasan, baik waktu maupun kemampuan.




Saat itu, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta inilah, saya merasakan bahwa setiap orang butuh rencana, rancangan atau strategi dalam mencapai tujuan yang diinginkannya. Bila kita alpa terhadap masalah ini, maka yang didapat hanyalah lapar, haus dan lelah.

Kamis, 13 Agustus 2026

Seringkali kita mendengar, ada orang yang kehabisan kata-kata bila menulis sebuah surat, artikel atau makalah. Ketika kita sedang memberi sambutan, kadangkala (khususnya bagi mereka yang jarang memberikan sambutan secara langsung tanpa teks) merasa kehabisan pembicaraan. Keadaan seperti ini, sudah barang tentu membuat kita merasa bete dan menyakitkan. Terlebih lagi, bila sedang berhadapan dengan orang yang kita hormati, maka kehabisan ide/pemikiran atau kata-kata, membuat keresahan dalam jiwa ini semakin menguat.



Rabu, 12 Agustus 2026

Pengalaman ini sangat menyakin diri bahwa mengenali sesuatu itu dapat menyelamatkan diri. Kalau kita mengenali sesuatu, kita akan selamat dari hal tersebut. Kira-kira itulah yang menjadi kesimpulan dari kejadian-kejadian yang teralami saat ini.


Selasa, 11 Agustus 2026

Saat itu, saya belum kenal mancing gaya perkotaan (9/10/2008).  Sebagai orang lembur, gaya mancing (ngusep), ya, biasa seperti yang dilakukan kebanyakan orang kampung. Karena itu, terkait dengan kebiasaan ngusep ini, kendati tidak semua orang hobi mancing, tampaknya sangat jarang ada orang yang tidak mengenal mancing. Mancing, dalam kehidupan manusia, kini telah menjadi sebuah gejala sosial yang mewarnai agenda kehidupan manusia. Dengan kata lain, memancing telah menjadi salah satu budaya manusia dalam mengisi, mewarnai dan meningkatkan makna hidup dan kehidupannya.


Pada tataran yang lebih luas, merujuk pada hasil cermatan sepintas terhadap apa yang sedang tumbuh di masyarakat kita saat ini, kiranya dapat ditemukan bahwa perilaku memancing, bukan hanya persoalan nganclomkeun eupan ka balong. Memancing sesungguhnya memiliki kandungan makna sosial yang sangat luas, dan (mungkin) sangat mendalam.

Senin, 10 Agustus 2026

Istilah autis, biasanya sekedar digunakan untuk menggambarkan gangguan mental pada seseorang, dengan indikasi senang dan menikmati hidup dengan alamnya sendiri. Tetapi dalam konteks ini, hari ini, tampaknya kita memiliki ruang untuk menggunakan konsep ini, secara lebih luas, yaitu autisme kolektif, sebuah gejala, saat semua orang menunjukkan hal yang sama, masif, dan permisif.



Pernahkah kita merasakan bahwa kita adalah salah satu diantara orang yang tengah mengalami penyakit autis ? Bila hal demikian belum kita rasakan, mungkin sudah saatnya untuk menafakuri diri, untuk kemudian memotret diri, status keberadaan kita di masyarakat sekitar. Bila simpulan dari hasil renungan itu, muncul kecenderungan adanya gejala kebetahan (enjoy) dengan permainan dan gaya hidup sendiri, dan tidak kepekaan atau tanggungjawab sosial, maka sesungguhnya kita tengah mengalami penyakit autis.

Sabtu, 08 Agustus 2026

Ide/gagasan merupakan sebuah produk. Ide adalah produk jasa dari seseorang. Sementara orang yang mengeluarkan ide/gagasan diposisikan sebagai produsen. Pemahaman ide/gagasan sebagai sebuah produk manusia sesungguhnya sudah tidak asing lagi bagi kalangan ilmuwan sosial. Anthony Giddens –misalnya-- berpandangan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat manusia adalah produsen yang memproduksi sekaligus mereproduksi budaya[1].



Ide adalah salah satu budaya manusia. Dengan kata lain, ide adalah produk budaya atau praktik pemikiran manusia.