Sebuah kecelakaan lalu lintas dapat berlangsung hanya dalam hitungan detik. Suara benturan, tubuh yang terlempar, kaca yang pecah, dan kepanikan orang-orang di sekitar menjadi bagian dari peristiwa yang mungkin segera berlalu. Korban yang selamat kemudian dibawa ke rumah sakit. Luka dijahit, tulang yang patah ditangani, dan tubuh perlahan dipulihkan. Namun, benarkah semuanya selesai ketika luka fisik mulai mengering?
Bagi sebagian orang, jawabannya tidak sesederhana itu. Ada yang terus terbayang suara benturan setiap kali mendengar kendaraan mengerem mendadak. Ada yang merasa cemas ketika harus melewati jalan tempat kecelakaan terjadi. Ada pula yang sulit tidur karena ingatan tentang peristiwa tersebut muncul berulang kali, seolah-olah kejadian itu baru saja berlangsung.












