Just another free Blogger theme

Kamis, 16 April 2026

Memperhatikan perang, yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini, antara Iran dan Israel-Amerika Serikat, memberikan godaan pemikiran terhadap kita semua. Khususnya bangsa Indonesia. Dari pengalaman itu, apa dan bagaimana, strategi pembangunan Indonesia ke depan ?


Pertanyaan ini, rasanya, menjadi sangat penting dan mendesak. Dengan maksud dan harapan, bangsa Indonesia, tidak boleh terlena, dan terninabobokan oleh kondisi,  sehingga, tidak mampu membaca zaman, dan mengantisipasi zaman.

Rabu, 15 April 2026

Di tahun 2013, kita pernah membicakan dua arah keberpihakan Indonesia. Saat itu, Pemerintah, seakan memiliki kecondongan pada upaya membangun afiliasi pembangunan dan politik gaya Indo-China. Naga-naganya, sangat sederhana. Dikit-dikit China. Dikit-dikit China, Pemerintah diduga oleh publik deketan dengan China.



Sejak Prabowo naik ke kursi kekuasaan, angin pergerakan afiliasi ini, kental dengan aura Amerika Serikatnya. Setidaknya, saat konflik Iran-Israel mengemuka, Prabowo masuk dalam lingkaran BoP (Board of Peace), pimpinan Donald Trump, dan beberapa hari kemudian, meletus perang Israel dibantu AS, dengan Iran.

Selasa, 14 April 2026

Apa yang lebih penting dari mendengar kritik ? 

Mendengar kritik itu bagus, tetapi yang lebih penting dari itu, adalah menyimak kritikan. Keterampilan yang terakhir ini, yakni menyimak kritikan, tidak bisa dilakukan sepintasan, dan tidak bisa dilakukan tanpa latihan. Seseorang yang tidak memiliki jam terbang menyimak kritikan, cenderung merespon sebuah kritikan dengan pendekatan reaktif, dan hal itu, dan sikap itu cenderung subjektif, bahkan, tidak memberikan dampak yang berarti bagi dirinya.


Dalam kehidupan di dunia ini, kita akan dihadapkan dengan banyak orang, banyak kepala, dan banyak pemikiran.  Pengalaman yang beragam dalam kehidupan ini, akan memberikan asupan informasi dan pematangan yang berbeda dan pada ujungnya, akan membentuk karakter pada seseorang secara khas.

Senin, 13 April 2026

Obrolan ini, sesungguhnya, sekedar obrolan kecil. Di ruang pimpinan sekolah. Membincangkan hal yang sama, serupa, seperti hari-hari lalu. Tidak jauh, dari masalah pendidikan, pembelajaran, atau pembinaan peserta didik. Karena itu, hampir bisa dipastikan, tidak ada sesuatu yang aneh, atau baru. Andaipun ada yang baru, sekedar nama oknumnya saja, masalahnya masih tetap serupa, yakni menyangkut ketiga hal tadi.


Termasuk obrolan hari itu, di tempat itu. Obrolannya tidak jauh dari ketiga masalah itu. Namun, beberapa saat kemudian, muncul pertanyaan yang unik. "bagaimana, formasi kabinet satuan pendidikan, akankah untuk tahun ini berubah ?"

Minggu, 12 April 2026

 Dua tahun sebelumnya, heboh sebuah pemberitaan politik. Ringkasan berita itu, kira-kira demikian, anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR dari Fraksi NasDem, Muslim Ayub, mengusulkan agar Pemilu digelar 10 tahun sekali, bukan 5 tahun. Usul pribadi ini didasari tingginya biaya politik (hingga Rp20 M) dan hutang kampanye, bertujuan memberi waktu bagi anggota legislatif mengembalikan modal. Usulan ini disampaikan dalam rapat Baleg, 30/10/2024, dan mendapat dukungan dari anggota Gerindra, Darori Wonodipuro.


Menyimak usulan itu, dan kemudian mencermati komentar netizen sejagat, ide dan usulan itu, seakan membongkar praktek dibalik sikap politiknya selama ini. Bisa dibayangkan, seorang calon anggota legislatif, bsia menghabiskan biaya kampanya sebesar IDR 20 M. Buat apa, kepada siapa, dan kapan dilakukannya ?

Sabtu, 11 April 2026

Pendidikan Indonesia tertinggal 128 tahun dari negara maju berdasarkan hasil pendidikan Harvard University, Lant Pritchett. Tentu ini bukan untuk mendegradasi optimisme bangsa, tapi sebuah refleksi pendidikan kita tidak sedang baik-baik saja.



Pernyataan ini, menguat dan menjadi salah satu berita yang viral di tengah masyarakat. Terkhusus lagi, di lingkungan dunia pendidikan. Walau agak tertinggal, namun, saya pun, termasuk orang yang dikagetkan dibuatnya.

Mengapa kaget ?

Jumat, 10 April 2026

"Tuh, Kan, Begitulah Israel !

Bukan kali pertama. Israel melakukan tindakan, yang menggaduhkan politik dunia. Tindakan penyerangan kali ini, tentu saja, bukan untuk yang pertama kalinya, dan juga bukan hal yang aneh. Begitulah, sikap dan tindakan politik Israel. ..."Kira-kira demikianlah, ucapan dari kelompok lawan politik Israel.


Tentu saja, saya akan setuju, bila kemudian, ada pandangan bahwa sikap terhadap tindakan Israel ini, akan membelah menjadi tiga kelompok. Satu kelompok mendukungnya, satu kelompok menolaknya, dan satu kelompok tak berpendapat, karena alasan tertentu.

Nah, bila demikian adanya, apa pemahaman kita, dan sikap kita terhadap tindakan Israel tersebut? akankah, kita memberikan dukungan, atau kritikan terhadap sikap dan tindakan Israel itu sendiri ?