Just another free Blogger theme

Kamis, 23 April 2026

Bisa jadi, inilah hasil dari diklat Pintar yang diselenggarakan Kementerian Agama. Model Diklatnya, online ada diplatform Pintar Kemenag. Temanya beragam. Dan tadi malam, mengikuti program Diklat dengan tema Kurikulum Cinta.


Semalaman tidur pulas. Tidak ingat apapun. Dalam tidur, seperti biasa, dan seperti orang lain saja. Bila tidak salah ingat, momen tidur sekitar pukul 21-an, dan kemudian terbangun kembali jelang shalat subuh. 

Rabu, 22 April 2026

Terlalu dini untuk menyebut sejumlah hal berikut sebagai aliran-politik Trump, atau Trumpisme. Tetapi, bila tidak segera disampaikan, khawatir kita pun, bisa terlena dengan situasi dan kondisi, sehingga menyebabkan proses pematangan dan kematangan demokrasi tertinggal.


Menyebutkan Trumpisme sebagai bagian dari transisi demokrasi, keliru. Setidaknya, bila ditetapkan dalam konteks keamerakserikatan. Karena, dunia memandang negara adidaya itu sebagai negara demokratis. Karena itu, apakah layak disebut Trumpisme sebagai fase transisi demokrasi, atau fase-demokrasi palsu (fake-democracy).

Selasa, 21 April 2026

Pepatah nenek, di kampung halaman, begitulah seorang tetangga berucap. "Hayam oge, kudu nyiar pacokeun ka luar, mung embung kalaparan mah..". Begitulah kira-kira pepatahnya. Pepatah dalam bahasa Sunda, dan masih teringat dalam benak sang penutur hingga kini. 



Pepatah tadi, secara umum, mengandung makna, "ayampun, untuk mendapat makanan, harus keluar kandang, kalau tidak mau kelaparan".

Apakah pepatah itu, masih berlaku ? Khususnya, bagi anak GenZ saat ini, disaat tradisi keluar kandang itu, menjadi sekedar sebuah opsi ? bagi anak GenZ, keluar kandang, bukanlah kewajiban dan tidak menjadi sebuah keharusan, untuk sekedar mengisi perut. 

Senin, 20 April 2026

Kekerasan teologis adalah konsep dasar yang digunakan untuk merujuk pada sikap, pikiran atau tindakan seseorang dalam memperjuangkan kepentingan dirinya, dengan memanfaatkan pemahaman agama, dihadapan lawan kelompoknya. Tindakan ini, kerap muncul di komunitas-komumitas keagamaan, baik di kelompok internalnya, maupun eksternal.


Secara sosiologis, gejala itu, memancing pertanyaan, terkait alasan pokok dari seseorang bisa terjebak dan atau tergoda untuk melakukan tindakan kekerasan teologis.  Pada realitanya kekerasan teologis itu, tetap akan menunjukkan fenomena tersendiri, disaat ada perbedaan karakter atau level komunitas yang berbeda.

Minggu, 19 April 2026


Pertanyaan ini saya ajukan di forum rapat dinas mingguan (10/04/2013), sesaat selepas pengesahan kedudukan sebagai wakil Kepala Humas di MAN 2 Kota Bandung, tahun periode 2009-2010. Seolah konyol, tetapi tetap menghantui pikiran. Karena ditempat yang berbeda kadang ada  budaya organisasi yang berbeda. Karena perbedaan budaya organisasi itulah, kemudian berdampak pada perumusan tupoksi (tugas pokok dan fungsi) yang berbeda. Terkait hal inilah, saya merasa perlu untuk memberikan pengalaman bathin menjadi seorang wakil kepala bagian humas.

Sabtu, 18 April 2026

Di tengah masyarakat, eh, lebih tepatnya, di tengah-tengah obrolan orang kecil, jumlahnya pun tal seberapa, muncul pertanyaan, "lebih baik cepat menyelesaikan masalah, walaupun salah, atau biarkan masalah kecil terkatung-katung?"



Pertanyaan itu menggelitik. Disampaikan dalam forum kecil, di mode obrolan santai orang-orang pos ronda, saat jelang malam tiba. Sambil nyeruput kopi yang tersedia, dengan makanan seadanya, dan gaya bahasa pun seadanya, demikian pula, wawasan yang seadananya, tetapi pertanyaannya, kadang serius. Serius, melebihi nalar seorang pejabat negara.

Jumat, 17 April 2026

Ada yang menarik di awal 2026 ini. Sejumlah negara di Eropa, khususnya negara-negara di kawasan Eropa, seperti Spanyol, Inggris dan juga Prancis, menunjukkan sikap reaktif dan kritis terhadap ajakan, rayuan, kritikan atau keluhan dari Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.



Betul. Pembaca sudah paham. Bahwa sejumlah negara sekutu Amerika Serikat di NATO, memberikan respon beragam, dan cenderung menjaga jarak dengan sikap politik luar negeri Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah, atau konflik dengan Iran kali ini. Ada yang menolak pangkalan militernya digunakan sebagai basis penyerangan ke Iran, dan ada pula yang menolak terlibat dalam pemblokadean Selat Hormuz.