Haji Acep, masih saja bertutur. Tentang pengalaman hidupnya, dan juga kadang, interaksi dirinya dengan keluarganya. Mereka ada di kawasan Bandung Timur. Lokasinya, tidak jauh dari gunung Manglayang, bahkan di sejumlah kampung di sekitaran rumahnya, banyak yang bermata pencaharian dengan menjual jasa penjualan air dari Gunung Manglayang.
Bermula dari pertanyaan, rekanan kerja, yang ada di siang itu. "Pak, pompa air yang bekasnya, boleh diminta..?" Pertanyaan, yang sejatinya, lebih menjadi sebuah etika. Karena dia pun, sedari awal membantu proses perbaikan pompa air itu. Tentu, dia paham, bahwa pompa air itu, sudah mati total, jadi sudah tidak mungkin bisa digunakan lagi. Terlebih lagi, saya pun bukan seorang bengkel, dan tidak berusaha di bidang rongsokan. jadi, sangat tidak mungkin, bisa memanfaatkan lagi, mesin pompa air tersebut.












