Just another free Blogger theme

Selasa, 12 Mei 2026

Ada beberapa hal penting, yang dijadikan dasar pemikiran, pentingnya penguatan Madrasah Nusantara. Argumentasi ini, diharapkan menjadi pembanding pemikiran, dengan agenda pengembangan sekolah-sekolah berspesies khusus di Indonesia.



Pertama, kita semua sudah paham, alat ukur kompetensi global itu, dan biasa digunakan oleh Pemerintah, atau akademisi pendidikan, yaitu PISA. Dalam pragram ini, hal penting dan dijadikan tolak ukurnya adalah numerasi dan literasi. Istilah klasik di negeri kita, calistung (membaca, menulis dan berhitung). 

Senin, 11 Mei 2026

Di tengah masyarakat, sudah beredar dan ramai dibicarakan mengenai nama-nama baru kategori sekolah. Seiring dengan imajinasi penguasa, atau visi dan misi pemerintah terkait dengan upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, atau kualitas generasi bangsa. Nama-nama itu, ada yang disebut Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan di Jawa Barat, ada sekolah Maung. Kehadiran spesies baru nama sekolah di Negara Kita ini,  dapat dikategorikan sebagai inovasi pemerintah yang berkuasa hari ini. 



Supaya tidak terlalu kabur mengenai makna pokok dari konsep-konsep itu, dapat kiranya menelaah konsep dasar, sebagaimana yang dapat ditemukan di dunia maya. 

Minggu, 10 Mei 2026

Haji Acep, masih saja bertutur. Tentang pengalaman hidupnya, dan juga kadang, interaksi dirinya dengan keluarganya. Mereka ada di kawasan Bandung Timur. Lokasinya, tidak jauh dari gunung Manglayang, bahkan di sejumlah kampung di sekitaran rumahnya, banyak yang bermata pencaharian dengan menjual jasa penjualan air dari Gunung Manglayang.


Bermula dari pertanyaan, rekanan kerja, yang ada di siang itu. "Pak, pompa air yang bekasnya, boleh diminta..?" Pertanyaan, yang sejatinya, lebih menjadi sebuah etika. Karena dia pun, sedari awal membantu proses perbaikan pompa air itu. Tentu, dia paham, bahwa pompa air itu, sudah mati total, jadi sudah tidak mungkin bisa digunakan lagi. Terlebih lagi, saya pun bukan seorang bengkel, dan tidak berusaha di bidang rongsokan. jadi, sangat tidak mungkin, bisa memanfaatkan lagi, mesin pompa air tersebut.

Sabtu, 09 Mei 2026

Acep. Itulah namanya. Nama lengkapnya, menurut panggilan keseharian, sebagaimana dituturkannya, yakni Haji Acep. Karena itu, kerap kali, dipanggil, "ji..", kependekkan dari panggilan Haji Acep.Usia, diduga masih disekitaran 50-an.


Kesehariannya, tidak tampak sebagai seseorang yang sudah bergelar haji. Aktivitas atau profesinya, yakni menjadi serviser (eh, maksudnya jasa perbaikan). Sebaimana yang diklaimnya sendiri, dia belajar secara autodidak, mengenai pompa air, kulkas, mesin cuci, atau kipas angin. 

Jumat, 08 Mei 2026

"kita harus tahu posisi...", ungkapnya. Seorang bawahan yang terlalu kritis, dan bahkan mengganggu kenyamanan pimpinan, tidak akan mendapatkan posisi yang terbaik dalam karirnya. 


Ungkapan itu, disampaikan seorang senior, yang merasa sudah mencapai posisi terbaik dalam perjalanan hidupnya. (terbayangkan, kan..? dia itu senior, penulis adalah junior, padahal usia penulis pun demikian adanya)...hihihi.

Sejumlah keberhasilan, sebagaimana diklaimnya, sudah dia dapatkan. Gelar akademik sudah sampai pada puncak. Status sosial, sudah ada pada sampai puncuk, sebagaimana yang diharapkan. Sejumlah usaha pendidikan, sudah dia miliki. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, sampai perguruan tinggi. Bahkan, klaimnya, sudah pula memiliki sejumlah lembaga perguruan tinggi di beberapa daerah di Jawa Barat.

Kamis, 07 Mei 2026

Back to family. Kembali ke keluarga. Jadilah kita sebagai keluarga. Biarkan tetangga diisi oleh orang lain, dan bukan anggota keluarga kita. Hindarilah gejala paradoks hidup, yang ditandai dengan anggota  keluarga  menjadi tetangga, sedangkan tetangga menjadi anggota keluarga. Karena itu biarkanlah tetangga tetaplah tetangga, sedangkan kita adalah keluarga.


Di keluarga itulah, kita lahir, dan  ditempat itu pula kita dibesarkan, membesarkan diri, dan menjadi besar, setidaknya besar fisik kita, dan cita serta harapan kita. Di  keluarga negative, ada juga anggota keluarga yang dikecilkan keluarga, atau dikucilkan keluarga. Itu adalah bencana sebuah keluarga.

Rabu, 06 Mei 2026

Bila seorang ayah, bermimpi ingin mendapatkan keluarga yang rukun, dan  harmoni, tentu ada pikiran untuk melakukan penataan. Penataan peran, fungsi dan tugas pokok dari setiap  anggota keluarga. Dirinya akan berusaha mengatur tugas dirinya, pun demikian kepada pasangannya, serta terhadap anggota keluarga yang lainnya. Pandangan itulah yang disebut sebagai pandangan strukturalisme.


Untuk kebutuhan hal itulah, seorang pimpinan keluarga, bisa jadi, menerapkan sebuah disiplin keluarga yang ketat. Setiap orang yang melakukan pelanggaran tugas pokok dan fungsinya, akan ditegur dengan seksama, dan dikembalikan pada habitatnya. Bila saja, si pelaku itu, terus ngeyel dan tidak mau mengubah kebiasaannya, bisa jadi, ada yang diberikannya tindakan penertiban.