Jika mensyukuri apa yang ada, akan mendapatkan tambah nikmat dalam memiliki dan menikmatinya, tetapi bila kita kufur terhadap rijki yang ada, kita akan merasakan kegelisahan dibuatnya. Karena itu, bersyukur itu pada dasarnya, adalah upaya menganekaragamkan kenikmatan, bukan sekedar menambah kenikmatan.
Minta maaf itu
meringankan beban hidup dan terasa
jauh lebih ringan. Sedangkan, tidak mau minta maaf padahal hati nurani ini, tahu dan sadar, hanya akan menjadi beban berat bagi diri sendiri.
Ada yang kurang merasa berkenan, karena ulah kita. Kejadian ini sering kita hadapi. Disadari atau tidak, atau malah banyaknya tidak kita tidak sadari, ternyata banyak orang yang merasa kurang berkenan karena ulah kita.
Bukan salah. Bukan pula kita bermaksud untuk menyalahkannya, atau melukainya. Tetapi, bisa jadi karena kesalah pahaman antara kita, atau perbedaan gaya tutur dan laku kita, membuat orang tersakiti.
Kali ini, tanggal 10 Juni 2013, berkesempatan untuk jalan-jalan dengan anak
yang masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan jalan-jalan ini , menurut vesi
penyelenggara pendidikannya, merupakan agenda rutin tahunan anak PAUD di
lembaga tersebut. Satu tahun sebelumnya, berangkat ke lokasi wisata yang ada di
kawasan Garut, Kolam Renang Drajat. Tujuan kali ini, adalah wisata renang dan
outbond PANDIGA, yang berlokasi di kawasan Cimahi.
Memahami diri sendiri dan kawan seiring itu adalah sangat penting dan
utama dalam membangun ketahanan tim. Kegagalan kita dalam memahami diri
sendiri, dan kemampuan diri, memudahkan orang lain melakukan penyerangan.
Ini hanya sebuah prasangka pemikiran saja, atau dalam istilah ilmiahnya,
ini hanya sekedar sebuah hipotesis. Melihat perkembangan ekonomi dan budaya
terakhir di Indonesia, maka yang akan muncul itu, bukanlah budaya dan ekonomi
Indonesia. perkembangan yang akan terjadi, khususnya di Indonesia, yaitu trend ‘indomerica’
atau ‘indochina’.
Mengamati perkembangan dan dinamika pendidikan hari ini, ada satu kebutuhan mendesak untuk mengeksplorasi mengenai potensi dan pengembangan pendidikan di era industri teknologi dan informasi. Lebih jauh lagi, satu diantara manfaat wacana ini, adalah untuk mengenali kembali, sejarah perkembangan persekolahan dilihat dari pengaruh teknologi pendidikan (educational technology). Pokok pemikiran ini, dirasa penting, dengan harapan dapat memberikan penjelasan dan kejelasan mengenai, apa dan bagaimana sejarah perkembangan sekolah ini, terkait denagn peran fungsi teknoligi pendidikannya itu sendiri.
Dikutip dari Sayed Hadi Sadeghi (2018:13-15), membagi perkembangan pembelajaran jarak jauh ke dalam lima generasi. [1] Pertama, Generasi Model Korespondensi (model korespondensi). Penyediaan pendidikan jarak jauh menggunakan media cetak, yang bisa dikirim ke pembelajar di berbagai daerah. Model pembelajaran ini, lebih bersifat linier, yaitu dari penyedia jasa pendidikan kepada peserta didik. Jarak geografi sangat terasa dominan yang mempengaruhi kelancaran dan keberlangsungan pendidikan jarak jauh generasi awal.
Jika kita seorang laki-laki, akan merasa gemes, terpesona, dan berdecak kagum bila melihat kulit seorang gadis yang bersih, mulus, dan putih agak kemerahan. Rasa-rasanya dan bila dibolehkan, ingin sekali untuk menyentuhnya. Warna agak kemerahan yang muncul di wajahnya, bukan karena sakit atau lagi alergi, namun karena respon emosi si gadis yang sensitive, sehingga mampu dengan mudah merubah wajah ayu gadis tersebut. Kulit indah adalah sebuah impian para gadis remaja.