Obrolan kita sebelumnya, ternyata tidak semuanya berjalan. Atau, lebih tepatnya, sedang mengalami perubahan. Setiap anggota keluarga, dalam keluarga kita, entah pengaruh pendidikan, pergaulan, atau pengaruh media sosial. Kita tidak secara pasti menyebutkan faktor spesifik yang menyebabkan adanya perubahan budaya demokrasi dalam keluarga tersebut.
Gejala yang tampak dan terasa oleh kita bersama, perubahan itu, terjadi secara serabutan, dan tak terstruktur. Setiap orang merasa berhak untuk melakukan apapun, dengan atasnama demokrasi. Setiap fungsi, dilakukan oleh siapapun dengan mengatasnamakan hak. Karena merasa demokrasi, setiap orang bisa melakukan apapun dan dimanapun. Tanpa ada perhitungan kepatutan. Kemudian, siapapun dalam melakukan fungsi apapun, karena merasa berhak.












