Just another free Blogger theme

Kamis, 14 Mei 2026

 ”Nah, saya ingin bercerita, mengenai kegagalan kita dalam berdoa..” tawarnya.

”Doa apa?” tanyaku.


doa apa saja. Bukankah kebanyakan manusia itu, selalu berdoa, dan berharap doa itu dikabulkan Allah Swt ? bukankah, kita berharap, setiap doa yang kita panjatkan bisa berhasil?”

Saya membenarkan pernyataan itu.  Kita semua paham, karakter manusia itu, akan demikian adanya. Setiap orang, akan berusaha untuk menunjukkan sikap yang serupa dengan pernyataan itu. Manusia, kerap kali, berdoa, dengan harapan, doanya dikabulkan.  Tetapi, pada kenyataannya, tidak setiap doa kita dikabulkan.

Rabu, 13 Mei 2026

Anak Generasi hari ini, paska milenial, tidak bisa menggunakan model pendekatan pembelajaran jadul. Tidak bisa, dan bahkan, cenderung akan berhadapan dengan kegagalan. Sebagai orangtua, dan atau tenaga pendidik, pun demikian, sebagai Pemerintah yang mengelola kebijakan pendidikan, akan berhadapan dengan karakter peserta didik yang baru, yang memiliki karakter baru, dengan orientasi hidup yang baru.



Anak GenZ dan generasi selanjutnya, bukanlah anak jadul, yang memiliki kebutuhan belajar dengan mendengarkan, menulis atau membaca. Tradisi itu, masih dilakukan, tetapi tidak menjadi faktor utama dalam kehidupannya. Andaipun mereka lakukan, praktek kehidupan serupa itu, tidak dilakukan pula dengan model jadul.

Selasa, 12 Mei 2026

Ada beberapa hal penting, yang dijadikan dasar pemikiran, pentingnya penguatan Madrasah Nusantara. Argumentasi ini, diharapkan menjadi pembanding pemikiran, dengan agenda pengembangan sekolah-sekolah berspesies khusus di Indonesia.



Pertama, kita semua sudah paham, alat ukur kompetensi global itu, dan biasa digunakan oleh Pemerintah, atau akademisi pendidikan, yaitu PISA. Dalam pragram ini, hal penting dan dijadikan tolak ukurnya adalah numerasi dan literasi. Istilah klasik di negeri kita, calistung (membaca, menulis dan berhitung). 

Senin, 11 Mei 2026

Di tengah masyarakat, sudah beredar dan ramai dibicarakan mengenai nama-nama baru kategori sekolah. Seiring dengan imajinasi penguasa, atau visi dan misi pemerintah terkait dengan upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, atau kualitas generasi bangsa. Nama-nama itu, ada yang disebut Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan di Jawa Barat, ada sekolah Maung. Kehadiran spesies baru nama sekolah di Negara Kita ini,  dapat dikategorikan sebagai inovasi pemerintah yang berkuasa hari ini. 



Supaya tidak terlalu kabur mengenai makna pokok dari konsep-konsep itu, dapat kiranya menelaah konsep dasar, sebagaimana yang dapat ditemukan di dunia maya. 

Minggu, 10 Mei 2026

Haji Acep, masih saja bertutur. Tentang pengalaman hidupnya, dan juga kadang, interaksi dirinya dengan keluarganya. Mereka ada di kawasan Bandung Timur. Lokasinya, tidak jauh dari gunung Manglayang, bahkan di sejumlah kampung di sekitaran rumahnya, banyak yang bermata pencaharian dengan menjual jasa penjualan air dari Gunung Manglayang.


Bermula dari pertanyaan, rekanan kerja, yang ada di siang itu. "Pak, pompa air yang bekasnya, boleh diminta..?" Pertanyaan, yang sejatinya, lebih menjadi sebuah etika. Karena dia pun, sedari awal membantu proses perbaikan pompa air itu. Tentu, dia paham, bahwa pompa air itu, sudah mati total, jadi sudah tidak mungkin bisa digunakan lagi. Terlebih lagi, saya pun bukan seorang bengkel, dan tidak berusaha di bidang rongsokan. jadi, sangat tidak mungkin, bisa memanfaatkan lagi, mesin pompa air tersebut.

Sabtu, 09 Mei 2026

Acep. Itulah namanya. Nama lengkapnya, menurut panggilan keseharian, sebagaimana dituturkannya, yakni Haji Acep. Karena itu, kerap kali, dipanggil, "ji..", kependekkan dari panggilan Haji Acep.Usia, diduga masih disekitaran 50-an.


Kesehariannya, tidak tampak sebagai seseorang yang sudah bergelar haji. Aktivitas atau profesinya, yakni menjadi serviser (eh, maksudnya jasa perbaikan). Sebaimana yang diklaimnya sendiri, dia belajar secara autodidak, mengenai pompa air, kulkas, mesin cuci, atau kipas angin. 

Jumat, 08 Mei 2026

"kita harus tahu posisi...", ungkapnya. Seorang bawahan yang terlalu kritis, dan bahkan mengganggu kenyamanan pimpinan, tidak akan mendapatkan posisi yang terbaik dalam karirnya. 


Ungkapan itu, disampaikan seorang senior, yang merasa sudah mencapai posisi terbaik dalam perjalanan hidupnya. (terbayangkan, kan..? dia itu senior, penulis adalah junior, padahal usia penulis pun demikian adanya)...hihihi.

Sejumlah keberhasilan, sebagaimana diklaimnya, sudah dia dapatkan. Gelar akademik sudah sampai pada puncak. Status sosial, sudah ada pada sampai puncuk, sebagaimana yang diharapkan. Sejumlah usaha pendidikan, sudah dia miliki. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, sampai perguruan tinggi. Bahkan, klaimnya, sudah pula memiliki sejumlah lembaga perguruan tinggi di beberapa daerah di Jawa Barat.