"Karir mamah di sekolah ini, sudah mentok. Jadi wali kelas..." itulah curhatan seorang rekanan, yang dia ucapkan kepada anaknya, saat berdiskusi di rumah.
Menurut pengakuannya, pandangan itu disampaikan kepada anaknya, dengan maksud dan harapan, sang Anak mampu mencerna mengenai kegelisahan pribadinya sebagai seorang wanita karir, dan juga mampu menarik satu keputusan-strategis untuk masa depannya.
Dihadapan anak yang tengah bingung dengan masa depannya, padahal ijazah sarjana keperawatan sudah ada di tangannya, termangu sesaat. Entahlah, apakah dia sedang mendalami makna dibalik ucapannya itu, atau karena dia tidak mengerti dengan maksud dan tujuan orangtuanya mengatakan hal itu kepadanya.












