Manusia, secara naluri, berhasrat untuk bisa mempertahankan diri. Apapun caranya. Itu adalah nilai instrinsiknya. Tidak jauh berbeda dengan ayam, kambing, srigala, atau harimau yang ada di hutan. Untuk konteks itulah, kita bisa paham, mengapa kalangan filosof, bila mendefinisikan manusia, kerap diawali dengan kata "hewan..". Misalnya, secara ekonomi, manusia adalah hewan yang memiliki kebutuhan, secara sosial, manusia adalah hewan yang berkelompok (homosocius), sedangkan secara pendidikan disebutkan bahwa manusia adalah hewan yang bisa dididik (animal educandum), dan lain sebagainya.
Terkait hal itulah, maka untuk mempertahankan hidupnya, manusia akan berusaha melakukan ragam cara, aksi, dan kegiatan. Termasuk dalam urusan kebutuhan hidup.










.jpg)

