Just another free Blogger theme

Jumat, 06 November 2026

 Jika kita membincangkan masalah pendidikan, mungkin tidak semua orang paham, mengerti dan ada perhatian terhadapnya.  Hal itu terjadi, karena tidak semua orang sedang berada di zona yang ada irisannya dengan dunia pendidikan.


Andai kita membincangkan masalah pekerjaan, mungkin, tidak  semua orang bisa membincangkannya. Karena, tidak semua bisa bekerja, atau tidak semua orang mau bekerja. Sebagai ibu rumah  tangga, tentu tidak ada mimpi untuk bekerja di luar rumah. Impiannya sangat sederhana, yakni sekedar menjadi ratu disamping suaminya, dan merawat keluarganya sendiri.

Kamis, 05 November 2026

 


Kejadian ini, terasa saat diambil sumpah jabaan. Di depan pejabat negara, yang membacakan sumpah, para kandidat itu ditanya :

”apakah saudara siap, untuk diambil sumpah jabatan?”

Kemudian, dengan serentak, walau agak bergemuruh, terdengar jelas dan tegas, ”SIAP”. Selepas itu, kemudian, sumpah pun dibacakan, yang didalamnya, memuat terkait hak dan kewajiban. Di akhir sambutannya itu, sang pejabat tinggi negara itu, mengatakan, ”sekarang, Sah, saudara menduduki jabatan yang sudah disebutkan tadi..”

Bagi mereka yang ada dihadapan pejabat itu, termasuk saya pribadi, lantang mengucapkan sesuatu hal, ”amin”. Ucapan itu, ada yang diucapkan lisan, dan ada pula yang sekedar dalam hati. Ada pula yang ditambahi, seperti ucapan Umar bin Abdul Aziz  (717M-720M/99H-101H), saat diangkat Sulaiman bin Abdul Malik sebagai Khalifah, kemudian berucap ”inna lilahi wa inna ilaihi raji’un”.

Sah !

Rabu, 04 November 2026

Di sebuah taman, kehidupan tidak pernah berjalan dengan satu pola. Ada semut yang sibuk bekerja, membangun sarang, mengumpulkan makanan, dan menjaga keberlangsungan koloninya. Ada kupu-kupu yang terbang dari satu bunga ke bunga lain, menikmati keindahan dan mengisap nektar. Ada kucing yang senang mencari tempat nyaman, menikmati kehangatan, dan sesekali datang ketika makanan tersedia. Ada pula siput yang bergerak perlahan, menghabiskan sebagian besar waktunya dengan diam, seolah tidak terlalu peduli dengan kesibukan di sekitarnya.


Keempat makhluk itu memiliki karakter dan cara hidup yang berbeda. Tidak ada yang sepenuhnya sama. Masing-masing memiliki tempat dalam ekosistemnya.

Selasa, 03 November 2026

Entah. Mengapa dalam lisan kita, atau lisan masyarakat, hal yang paling populer itu, adalah kejadian di malam pertama. Apakah hanya malam pertama saja yang indah, dan perlu dijadikan kenangan ? apakah di malam-malam berikutnya, tidak seindahkisah di malam pertama ? 



Tentu saja. Dengan ajuan pertanyaan serupa itu, kita tidak akan mendapatkan jawaban yang setara, serupa atau sehaluan. Satu diantara kita, tentunya akan muncul, ragam pandangan, ragam perspektif, termasuk ragam pengalaman, yang bisa membantu menjelaskan komentarnya sesuai dengan pertanyaan tersebut tadi.

Senin, 02 November 2026

Pagi ini. Saya harus memastikan, kaki ini tetap melangkah. Kendati kecil. Hanya selangkah, demi selangkah. Tidak lebih banyak dari itu. Namun, dengan langkah demi langkah kecil itu, teryakini dalam diri, bahwa posisi tubuhku kian maju. merangsek ke depan.



Apakah hal ini sudah menunjukkan langkah yang signifikans, atau cukup membedakan dari posisi sebelumnya ? 

Iya, sudah tentu, tidak akan mudah terlihat, bila yang digunakan skala-jarak geografi. Tampak kecil, dan mungkin sangat kecil, bila kita melihatnya dengan menggunakan skala-geografi. Diameter dan keliling kehidupan ini, sungguh sangat teramat luas adanya.  Namun, rasa-rasanya, tidak ada kewajiban kita untuk mengelilingi bumi. Andai ada yang sanggup melakukan, hal itu, lebih merupakan sebuah keistimewaan belaka. Oleh karena itu, tetap saja, untuk kepentingan pribadi dan juga kemanusiaan, langkah-langkah kecil tadi, masih tetap harus dilakukan. Wajib untuk dilakukan.

Entahlah. Secara pribadi, belum begitu yakin, terkait dengan apa yang akan terjadi di hari esok.  Matahari akan tetap terbit seperti biasa, dari ufuk Timur. Di pagi, esok hari itu.  Tampaknya, tidak akan ada yang unik.  Tidak akan ada yang aneh. Dan tidak akan ada yang baru. Malam ini, bulan masih sembunyi, sedangkan matahari tengah bersiap ke peraduannya, untuk terbit kembali di pagi esok. Tetapi, kegelisahan jiwa, muncul seketika, semenjak beberapa menit terakhir tadi. 


Jam layar komputer, masih menunjukkan pukul 21, lebih delapan menit. Itulah waktu saat huruf terakhir ini, ditik.  Kemudian, seiring huruf demi huruf, waktu berjalan, menuju malam, dan menjemput besok pagi. Momen yang masih ada dalam bayangan, dan sekedar samar-samar terjadi.


 

Mawaddah (Ù…َÙˆَدَّØ©) berasal dari akar w-d-d (Ùˆ د د), yang berkaitan dengan cinta, kasih, dan keinginan akan kedekatan. Ar-Raghib al-Ashfahani, menerangkan bahwa kata wadd, mengandung arti menyukai sesuatu dan mengharapkan keberadaannya. Terkadang ia digunakan untuk salah satu dari kedua makna tersebut (Ashfahani, 2017c:736). Dalam konteks hubungan manusia, kata wamaddah bisa diartikan keharmonisan diantara kedua belah pihak atau kedua mempelai.

Dalam QS. Ar-RÅ«m [30]:21, mawaddah disebut sebagai sesuatu yang Allah jadikan di antara pasangan. Ibn KathÄ«r menjelaskan mawaddah dengan al-maḥabbah (cinta), sedangkan raḥmah dengan al-ra’fah (belas kasih atau kelembutan), atau syafaqah (welas asih). Penjelasan ini penting karena memperlihatkan adanya kedekatan makna, bukan pemisahan mutlak antara dua istilah (Dimasqy, 2015; Zuhaili, 2013)