Entah dari mana asalnya, Haji Acep ujug-ujug menanyakan mengenai jembata shiratal mustaqim, yang diyakini umat Islam.
“Bapak, pernah dengar, tentang jembatan shiratal mustaqim?” celetuknya, ”coba, jembatan shiratal mustaqim ada di mana ?”
Mendengar pertanyaan itu, nalar ini agak terusik. Terusik oleh pertanyaan, dan juga mengusik keyakinan. Karena, selama ini, keyakinan awam dan keyakinan masyarakat pada umumnya, membayangkan bahwa jembatan shiratal mustaqim itu, adanya di akhirat kelak.












