Just another free Blogger theme

Rabu, 01 April 2026

Pertanyaan skeptis, yang biasa dan bisa dilontarkan, saat kita membincangkan masalah agenda perdamaian. Perdamaian antara Iran dengan Amerika Serikat/Israel.


Pertanyaan ini, penting untuk disampaikan. Karena narasi yang muncul di permukaan, khususnya di media Indonesia, pembicaraan perdamaian itu, tampaknya hanya dua arah, yaitu Amerika Serikat dengan Iran. Atau lebih tepatnya, narasi yang disampaikan Donald Trump dengan juru bicara Iran. Sementara, Pemerintah Israel tidak atau belum memberikan pernyataan yang mengarah pada kebutuhan untuk masuk ke meja perundingan.

Selasa, 31 Maret 2026

Ditengah gonjang ganjing kondisi perekonomian dunia, akibat peperangan Iran - Israel/Amerika Serikat, sejumlah negara di berbagai belahan dunia melakukan efisiensi. Efisiensi bukan sekedar terkait dengan efisiensi pemanfaatan minyak bumi, tetapi juga anggaran yang dimilikinya. Tersebab, bila terjadi boros dalam pemanfaatan energi di berbagai sektor kehidupannya, bukan hanya menyedot persediaan bahan bakar dan energi, tetapi juga akan menguras anggaran negara.


Dampak dari keadaan itulah, maka sejumlah negara mengeluarkan kebijakan khusus dalam menghadapi krisis minyak bumi kali ini. Kebijakan khusus itu, dikenal dengan sebutan efisiensi.

Teknik operasionalnya sangat  beragam. Ada yang melakukan pemotongan gaji pejabat negara, pemotongan anggaran belanja, dan juga penghentian sejumlah pegawai kontrak.

Senin, 30 Maret 2026

Lebaran atau idul fitri sudah berlalu. Beberapa hari lalu. Pada pekan ini, kegiatan rutin umat Islam, disejumlah titik daerah di Indonesia, dan mungkin orang Melayu, yaitu kegiatan shilaturahmi, atau kegiatan halal bihalal. 


Hampir bisa dipastikan, itulah kegiatannya.  Di awal kegiatan rutin, baik itu di sekolah, perkantoran, atau perusahaan.  Kegiatan hari pertamanya, adalah halal bihalal. Isinya, selain bersalaman, tentunya ada bentuk syukurnya, yaitu makan bersama dengan rekan sekantor.

Di sela-sela kegiatan itulah, ada khutbah dari pemuka agama. Temanya pun, tidak jauh, dari membahas makna dan hikmah idul fitri, dan atau tentang shilaturahmi.

Minggu, 29 Maret 2026

Genjatan senjata, bila ini yang diinginkan, terhadap Iran dan Israel-Amerika Serikat, tampaknya tidak sederhana.Tidak mudah. Bersifat kompleks dan komplikasi. Didalamnya ada banyak variabel dan kepentingan, yang tidak bisa sekedar diselesaikan oleh retorika Donald Trump. 



Mengapa demikian ?

Sebagaimana yang disaksikan bersama, awal mula peperangan ini, bukan urusan Iran dan Amerika Serikat. Sedekat apapun AS-Israel, namun, yang memulai babak peperangan ini adalah Israel. Sedangkan Amerika Serikat dengan Donald Trumpnya, terjebak dan terbawa arus-kepentingan oleh Israel.

Sabtu, 28 Maret 2026

Tentu saja, tidak akan terlupakan oleh banyak orang, dan banyak pihak. Iran, adalah salah satu negara yang mendapat embargo ekonomi dari Negara Barat, khususnya Amerika Serikat.  Di embargonya itu, bukan sehari-dua hari, bukan sebulan dua bulan, tetapi sampai pulihan tahun lamanya. Hampir 40 tahunan. Sementara, Israel mendapat bantuan sekitar 60 Trilyun pertahun dari Amerika Serikat untuk penguatan sistem pertahanan dan militernya.

Tetapi, dengan melihat dan menyaksikan peristiwa yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini,  khususnya saat melihat kemampuan Iran menahan serangan Israel/Amerika Serikat, memberikan inspirasi penting bagi banyak pihak, ya khususnya, bagi mereka yang mau belajar.

Jumat, 27 Maret 2026

Bahasa manipulatif itu politik. Politik itu manipulatif. Mungkin itulah, pelajaran penting yang dapat ditarik, dari pengalaman kita, menyaksikan retorika peperangan antara Iran melawan Israel-AS. Setelah itu, kita, yang jauh dari 'realitas' itu, kemudian menafsirkan kemungkinan dan memetakan kemungkinan-kemungkinan yang sedang terjadi.



Lha kok bisa ya ?

itulah kenyataan hidup kita hari ini. Dan realitas itulah, yang sedang kita hadapi hari ini. Sejumlah informasi yang ada saat ini, dan ada dihadapan kita hari ini, bukanlah pesan-pesan yang memberikan makna, tetapi pesan-pesan yang menyembunyikan makna, dan atau malah makna itu, tersembunyi dari kode-kode bahasa secara global.

Kamis, 26 Maret 2026

Manusia, secara naluri, berhasrat untuk bisa mempertahankan diri. Apapun caranya. Itu adalah nilai instrinsiknya. Tidak jauh berbeda dengan ayam, kambing, srigala, atau harimau yang ada di hutan. Untuk konteks itulah, kita bisa paham,  mengapa kalangan filosof, bila mendefinisikan manusia, kerap diawali dengan kata "hewan..". Misalnya, secara ekonomi, manusia adalah hewan yang memiliki kebutuhan, secara sosial, manusia adalah hewan yang berkelompok (homosocius), sedangkan secara pendidikan disebutkan bahwa manusia adalah hewan yang bisa dididik (animal educandum), dan lain sebagainya.


Terkait hal itulah, maka untuk mempertahankan hidupnya, manusia akan berusaha melakukan ragam cara, aksi, dan kegiatan. Termasuk dalam urusan kebutuhan hidup.