Just another free Blogger theme

Rabu, 23 September 2026

Soal ini, tidak mudah. Tidak mudah menyelesaikannya, dan tidak mudah pula, untuk membincangkannya. Namun, soal serupa ini, masih tetap menarik dan memantik diskusi, yang berkepanjangan, dan bahkan tak berkesudahan.


Apa itu filsafat ? apakah filsafat itu, sebuah metode pencarian kebenaran, atau sekedar permainan bahasa untuk mempengaruhi opini orang lain ?

Pertanyaan, yang sederahana, namun mak cleb!

Lha, kok bisa ?

Selasa, 22 September 2026




Sebagai guru geografi, sudah biasa menyebutkan tempat (place). Banyak hal yang sudah disampaikan kepada peserta didik. Misalnya, tentang negara, ibukota negara, tempat wisata, lokasi industri, dan sebaran makhluk hidup di muka bumi. Semua itu, sudah disampaikan, dan selama ini dimaknainya sebagai penjelasan mengenai tempat-tempat di muka bumi.


Tetapi,  jarang sekali mendapatkan penjelasan detil dan mendalam mengenai makna atau hakikat tempat itu sendiri. Sehingga, bisa jadi, bila kita ditanya seseorang, benarkah bahwa geografi itu  mengajari peserta didik mengenai tempat ? berhasilkan pendidikan geografi mengenai tempat  kepada peserta didik ?

Senin, 21 September 2026

Tentu saja, perlu ada ukuran yang bisa disepakati untuk bisa membincangka dinamika dan perkembangan kualitas kedemokrasian. Tanpa ada ukuran yang pasti, alih-alih, akan menghasilakan sebuah kesadaran-kolektif terkait masa depan bangsa, yang ada, malah menjadi penyebab terjadinya kegaduhan politik yang tak berkesudahan, dan terus berkepanjangan. Tanpa ada kepastian.



Asumsi itu, tampaknya akan mudah dipahami. Walau, tidak yakin, akan melahirkan kesepakatan politik terkait kesimpulan akhirnya. Namun, adalah hal yang sudha pasti, dan menjadi kepastian bersama, bila kita, masih berada dalam situasi serupa ini, maka inilah, yang menjadi bagian penting dari indikasi adanya involusi demokrasi.

Minggu, 20 September 2026

Entahlah. Teori ini, ujug-ujug muncul dalam kehidupan kita hari ini. Bahasa komunikasi yang digunakan seorang pejabat, rasa-rasanya, mengagungkan teori yang dibuatnya sendiri.

"Ekspresi Apa adanya !"


Itulah, mungkin yang dianutnya, dan diyakini kebenarannya, sebagai teori komunikasi publik, dan atau komunikasi politik pejabat negara kita. 

Saat ini. Di sini !

Sabtu, 19 September 2026

Ada sesuatu yang menarik dalam diri manusia: kita tidak selalu mengetahui dengan tepat seberapa mampu diri kita sendiri.



Ada orang yang sesungguhnya memiliki kemampuan besar, tetapi tidak pernah benar-benar percaya bahwa dirinya mampu. Ia berjalan dengan keraguan, berbicara dengan suara yang tertahan, mengambil keputusan dengan banyak pertimbangan, dan sering kali membandingkan dirinya dengan orang lain. Potensinya ada, tetapi belum menemukan keberanian untuk muncul ke permukaan.

Jumat, 18 September 2026

Saat mendengar kalimat itu, banyak orang yang tertawa. Tertawa menyimak penutur, yang mengutarakan pandangannya, bahwa banyak (atau lebih tepatnya, ada) pakar yang pintar, dan saking pintarnya, malah menjadi goblok !



Tidak semua orang, diantara kita, paham dengan maksud dari pernyataan itu. Bahkan, bisa jadi, tidak semua orang paham dengan makna dari pandangan itu. Tetapi, pada saat para penyimak yang hadir di lokasi aktual itu, tertawa lepas, maka ada pesan-budaya yang dapat terbaca, dari kejadian itu. Realitas itu, dapat dimaknai sebagai realitas budaya, yang sedang terjadi di lokasi tersebut.

Kamis, 17 September 2026

Saya menuliskan ini, ada dalam bayang-bayang kekhawatiran. Khawatir bukan karena ide atau gagasannya. Kekhawatiran itu, justru lebih disebabkan karena kecerobohan dalam menuliskannya.

Bisa dibayangkan. Kita sedang menuliskan, apa yang mungkin sedang terjadi pada diri sendiri. Sesuatu yang potensial terjadi itu, adalah sebuah derajat dari kecerobohannya itu sendiri, yaitu bertengger di gunung kebodohan.