Just another free Blogger theme

Sabtu, 14 Maret 2026

Kita sering kali dipusingkan oleh kegaduhan. Tepi, kegaduhan itu sendiri, kadang disebabkan karena kita diam. Karena kita diam, dan diam yang sangat lama, maka kegaduhan itu, pun, terjadi sangat lama. Oleh karena itu, sangat mudah menyusuan rumusah masalahnya, bahwa kegaduhan segaris lurus dengan kediamannya kita sendiri.


Di lingkungan keluarga. Istri cemberut, karena ada masalah sengkarut dengan suaminya. Kesalnya sudah memuncak, sang Suami malah diam seribu basa. Ujungnya, kekesalan sang Istri berlarut-larut, malah menjadi penyebab gaduhnya suasana dalam keluarga itu. Tambah runyam. Anak dibuat tidak mengerti. Mertua, hendak ikut campur takut, tambah berantakan. Tetangga, sekedar menjadi penonton setia, kendati ada yang sambil tersenyum, atau ada pula yang sangat menyayangkannya.

Jumat, 13 Maret 2026

Saat membincangkan Negara Republik Islam Iran, seketika itu, banyak yang mengernyitkan dahi, dan memalingkan pikiran. Hal itu, dilakukan, bukan karena mereka sudah bosen, dan paham banget, mengenai Iran, melainkan karena ada endapan informasi yang sudah lama hadir dalam benak, pikiran, dan hatinya. Dengan adanya endapan informasi itulah, maka reaksi sebagian diantara kita, terkait pembicaraan negara Republik Islam Iran ini, sekedar menggunakan bola sebelah mata saja.



Untuk dua bulan terakhir, khususnya mulai dari pertentangan narasi yang sangat keras dan tajam antara Iran dan Israel-AS, orang mulai membuka perhatian agak luas. Terlebih lagi, selepas ada pertempuran antara kedua blok peperangan itu. Memperhatikan apa yang terjadi hari ini, nampaknya, banyak orang atau setidaknya, cukup ada penambahan kesimpatian orang terhadap eksistensi Iran, sebagai salah satu negara kuat di kawasan Timur Tengah.

Kamis, 12 Maret 2026

Judul ini, sesungguhnya, hanya pelebaran makna saja. Atau mungkin, malah dapat ditafsirkan sebagai penegasan.  Maksudnya, menegaskan,  mengenai kegamangan kita, khususnya penulis, dalam mensikapi realitas beragama, dan realitas politik hari ini, di dunia ini.


Setidaknya, dalam dua pekan ini, kita melihat, bagaimana kemampuan Iran, Negara Republik Islam Iran, mampu mengimbangi -- kalau terlalu dini, untuk menyebutkan memenangkan, peperangan dengan Israel yang didukung penuh Amerika Serikat, dan mungkin didanai pula oleh Board of Peace, pimpinan Donald Trump. Sehingga, pengamat internasional, Connie Rahakundini Bakrie, menyebutnya ada transformasi kelembagaan dari Board of Peace menjadi Board of War.

Rabu, 11 Maret 2026

Tidak mudah untuk menceritakan tema ini. Bahkan, pada saat tulisan ini, hendak dituangkan pun, ada perasaan ragu, apakah, kemampuan diri kita, untuk mengulas masalah keangkuhan spiritual dan /atau kebekuan spiritual ini, sudah cukup mumpuni, atau sekedar basa-basi belaka. Hasrat untuk menarasikan tema keangkuhan atau kebekuan spiritual, dengan keraguan atau kewas-wasan dalam menuturkannya, bercampur tak terkendalikan.



Mengapa bisa begitu ya ?

Salah satu jawabannya, khususnya yang penulis rasakan saat ini, khawatir, saat menarasikan hal ini pun, secara tidak sadar, penulis pun sedang diselimuti oleh keangkuhan spiritual itu sendiri, dan saat sadar serupa itu, tapi kemudian, masih juga keukeuh menarasikannya, maka jangan-jangan, penulis pun, sedang mengidap penyakit kebekuan spiritual.

Subhanallah. Buah simalakama....

Selasa, 10 Maret 2026

Degradasi Standar Tugas Perkembangan. Itulah yang ingin disampaikan atau diwacanakan di sini. Mungkin jadi, istilah ini, tidak tepat, atau malah lebih jauhnya lagi, miskonsepsi. Saya rasakan, dan sadari itu. Tetapi, nalar ini keukeuh ingin, tetap menggunakan istilah ini, untuk menggambarkan realitas sosial yang tumbuhkembang di sekitar kita.

Satu waktu. Tepatnya, tidak lebih dari satu bulan terakhir ini, tetapi memang bukan di minggu ini. Kumpul dengan rekanan seprofesi, tenaga pendidik, walaupun sedikit lintas disiplin ilmu. Sebagai orang yang berlatar belakang geografi dan ilmu sosial, hari itu, berkumpul dengan sejumlah rekanan yang berasal dari latar belakang psikologi, atau bimbingan dan konseling.  Pertemuan dan obrolan itu, semula sekedar shilaturahmi biasa. Namun, lama kelamaan, pembicaraan memasuki ranah yang serius, dan membutuhkan penalaran yang tepat.



"sekarang sudah mulai ramai lagi..?" rekanan dari BK, memancing. Kemudian, ditimpali juga oleh guru BK yang lainnya. Mereka mengiyakan, adanya informasi kenakalan remaja di lingkungan lembaga pendidikan. Saya sendiri, belum konek dengan ajuan persoalan itu. Maklum, agak sedikit lelet, dan kurang fokus dengan pembicaraan tadi.

Senin, 09 Maret 2026

 Berkesempatan membaca, atau istilah lainnya menelaah terjemaahan dari karya Ibnu Rusyd, saya tertarik untuk merumuskan ulang relasi filsafat dan Syari’ah. Tetapi, saat menelaah relasi antara filsafat dan Syari’ah ini, saya pun malah teringat pada Yahya Muhammad, yang menulis karya dengan tema Metodologi Sains dan Pemahaman Keagamaan. Kedua buku ini, memuat hal yang serupa. Perbedannya, Ibnu Rusyd menelaah relasi antara Syari’ah dan Filsafat, sedangkan Yahya Muhammad menelaah relasi sains dan Agama (Muhammad 2026; Rusyd 2024).

Nalar kita, bisa saja, iseng dengan mengajukan pertanyaan trilogi relasi itu sendiri, yakni bagaimana relasi antara Sains, Filsafat dan Agama. Kajian serupa ini, menarik dan bisa mendinamiskan kompetenasi narasi dan nalar kita hari ini, dan kedepan.

 


Seperti yang disampaikan Aksin Wijaya, Ibn Rusyd, kerap menggunakan kata ’dien’ (agama), selain konsep syari’ah. Bahkan menurutnya, di Kitab Tahafut Tahafut, kedua kata itu digunakan secara besamaan. Oleh karena itu, saya menganggapnya dan memosisikan syari’ah dalam pemikiran Ibnu Rusyd, semakna dengan agama dalam narasi yang disampaikan Yahya Muhammad, walaupun bisa jadi, ada pemikiran lain, untuk bisa membedakan ruang lingkup dan cakupannya.

Minggu, 08 Maret 2026

Pemilik Bibi Kelinci Kopitiam itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri setelah mengunggah video pasangan suami istri yang diduga kabur tanpa membayar pesanan di restoran miliknya.


Padahal, Nabilah mengaku dirinya merupakan korban dalam kasus tersebut.