Just another free Blogger theme

Senin, 09 Februari 2026

"gali lobang, tutup lobang.." adalah sebuah istilah yang sudah banyak di kenal di lisan masyarakat kita. Bukan hanya, karena kerap kali terjadi di tengah masyarakat, namun mungkin diperkuat pula oleh hafalan masyarakat terhadap syair lagu, yang dilantunkan H. Rhoma Irama, dengan judul serupa itu juga.


 

Gali-gali-gali-gali-gali lobang //Gali-gali-gali-gali-gali lobang // Lobang digali menggali lobang //Untuk menutup lobang//Tertutup sudah lobang yang lama//Lobang baru terbuka//Gali lobang tutup lobang//Pinjam uang bayar hutang//Gali lobang tutup lobang//Pinjam uang bayar hutang

Sikap ini, biasa digunakan untuk menunjukkan kebiasaan masyarakat, yang berusaha keras dalam membunuhi kebutuhan hidup, dan atau keinginan hidup, kendati dalam posisi kemampuan ekonomi yang terbatas.

Bagaimana dengan indikasi negara sehat ?

Minggu, 08 Februari 2026

Setara dengan pemikiran Erich Fromm mengenai masyarakat sehat (the sane society), tentunya akan ada pemikiran dalam benak kita, mengenai peluang konsep negara sehat, atau negara sakit. Pemikiran serupa ini, tentu bukan mengada-ada, namun merupakan pengembangan, dan atau refleksi pemikiran, dari hasil bacaan terhadap narasi dan juga realitas yang terjadi dihadapan kita semua.



Sekali lagi. Tentu, dengan menghadirkan konsep ini, kehadapan kita, bukan berarti kita tengah mengadapi situasi seperti ini. Atau, ada semacam tendensi yang mengarah pada prasangka buruk terhadap realitas yang ada. Namun, hal yang penting bagi kita saat ini, adalah melakukan refleksi, terkait situasi dan kondisi saat ini, dengan ukuran konseptual atau pemahaman dasar, yang kita miliki saat ini.

Sabtu, 07 Februari 2026

Untuk  kita yang ada di dalam kelas, bisa jadi dihadapkan pada pertanyaan, benarkah MBG itu dapat membuka lapangan kerja ? bila, jawabannya adalah afirmatif (ya), maka, apakah MBG masuk kategori padat karya atau padat modal ?



Pertanyaan ini, serius dan perlu dijadikan bahan diskusi. Khususunya bagi mereka yang ada di dalam ruang-akademik. Setidaknya, argumentasi yang kita susun ini, kelak dapat dijadikan acuan dalam menghapus keraguan, atau kepenasaranan dari sang penanya.

Jumat, 06 Februari 2026

Kisah ini, adalah fakta. Tidak bisa diingkari, dan itu adalah objektif.  Bahwa, terdapat informasi faktual, empirik serta objektif dalam temuan sains, bahwa faktanya tunggal, namun interpretasi yang dikembangkan, dan terpahami oleh manusia, beragam, malah bisa bertolak belakang.


Bagaimana mengatasi masalah serupa ini ?

Jawabannya, adalah 'terus melakukan kajian, sehingga menemukan teori yang mampu secara konsisten menjelaskan fenomena dimaksud!"  itu saja. Dan itulah tekad, sainstis atau ilmuwan kita hari ini.

Kamis, 05 Februari 2026

Tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi pada diri kita, persoalan sakit itu, hendaknya menjadi bagian penting dari momen untuk refleksi. Lha, kok bisa begitu? 



Inilah soalnya.

Ada empat kategori manusia, dilihat dari sudut pandang sosiologi kesehatan ini. Keempat kategori itu, satu diantara yang lainnya, akan menunjukkan pola respon yang  berbeda terhadap dirinya dan lingkungannya.

Rabu, 04 Februari 2026

Dua minggu terakhir. Monitor ini, ditinggalkan. Bukan berarti tidak menyentuhnya, tetapi tidak dimanfaatkannya sebagai media curhat. Alasan utama, saya mengalami derita fisik, batuk, dan demam, yang tak kuasa untuk mengekspresikan gagasan ke dalam tulisan. 


Terasa, dunia ini berhenti. Eh, berhentik bersahabatan. Hanya untuk berharap, bisa istirahat sejenak pun, tak kuasa didapatnya. Batuk, dan dan demam, menghantuinyan. Ucapan rekanan yang lain, bulan ini, bulan kedua di tahun 2026, tengah mewabah superflu, atau virus nipah, atau apa lah sebutan lainnya.

Selasa, 03 Februari 2026

 

Tema ini, tampaknya dapat disematkan, untuk menemukan inspriasi pahit dari kejadian yang menimpa Ira Puspadewi. Ira Puspadewi, lahir di Malang, Jawa Timur, 12 Desember 1967, adalah Eks Eksekutif Profesional Indonesai dan Eks Diru PT ASDP (Desember 2017–November 2024). Ia dikenal atas digitalisasi tiket Ferizy dan kinerja laba tinggi, namun pernah divonis kasus korupsi akuisisi PT Jembatan Nusantara