Masih tetap bingung, membingungkan, atau khawatir mendorong orang pada keraguan. Ragu terhadap fungsi dan peran keagamaan dalam konteks peraihan kualitas kesehatan, baik fisik maupun psikis.
Di zaman sekarang ini,
terlebih ada yang mempromosikan disiplin ilmu baru, yang disebut neurosains
atau neurosurgeon (bedah syaraf otak), menawarkan sikap-sikap kritis terhadap
pemahaman agama. Khususnya pemahaman dan keyakinan orang awam terhadap agama.
Hal serupa itu jugalah, yang dirasakan saat berhadapan dengan seorang mahasiswa, yang mempertanyakan mengenai perbedaan kualitas kesehatan, antara orang yang melakukannya dengan pendekatan keagamaan dan non-keagamaan. Dengan tegas dan meyakinkan, pertanyaan itu menggugat kesadaran sekaligus keyakinan rekan-rekan lainnya yang beragama.












