Supaya bisa menuntaskan pemahaman 'ngaco' saya kali ini, wacana ini, masih berkisar dinamika paradigma. Keukeuh, tulisan ini, bermaksud untuk meyakinkan diri, bahwa konsep dinamika paradigma itu ada, dan layak untuk digunakannya.
Tentu saja. Argumentasi seperti itu, bukan sebuah argumentasi emosional atau subjektif. Penulis hendak posisikan, bahwa argumentasi itu, masuk dalam kategori argumentasi akademik, dan ilmiah, walau mungkin, masih debatable bila hendak dimasukkan dalam kategori argumentasi filosofis.
Tetapi, entahlah, dan silakan saja, penilaian ada pada para pembaca !












