Back to family. Kembali ke keluarga. Jadilah kita sebagai keluarga. Biarkan tetangga diisi oleh orang lain, dan bukan anggota keluarga kita. Hindarilah gejala paradoks hidup, yang ditandai dengan anggota keluarga menjadi tetangga, sedangkan tetangga menjadi anggota keluarga. Karena itu biarkanlah tetangga tetaplah tetangga, sedangkan kita adalah keluarga.
Di keluarga itulah, kita lahir, dan ditempat itu pula kita dibesarkan, membesarkan diri, dan menjadi besar, setidaknya besar fisik kita, dan cita serta harapan kita. Di keluarga negative, ada juga anggota keluarga yang dikecilkan keluarga, atau dikucilkan keluarga. Itu adalah bencana sebuah keluarga.












