Tidak mudah untuk menceritakan tema ini. Bahkan, pada saat tulisan ini, hendak dituangkan pun, ada perasaan ragu, apakah, kemampuan diri kita, untuk mengulas masalah keangkuhan spiritual dan /atau kebekuan spiritual ini, sudah cukup mumpuni, atau sekedar basa-basi belaka. Hasrat untuk menarasikan tema keangkuhan atau kebekuan spiritual, dengan keraguan atau kewas-wasan dalam menuturkannya, bercampur tak terkendalikan.
Mengapa bisa begitu ya ?
Salah satu jawabannya, khususnya yang penulis rasakan saat ini, khawatir, saat menarasikan hal ini pun, secara tidak sadar, penulis pun sedang diselimuti oleh keangkuhan spiritual itu sendiri, dan saat sadar serupa itu, tapi kemudian, masih juga keukeuh menarasikannya, maka jangan-jangan, penulis pun, sedang mengidap penyakit kebekuan spiritual.
Subhanallah. Buah simalakama....












