Just another free Blogger theme

Jumat, 03 April 2026

Setelah menelaah problema kritis di atas, kita akan mencoba untuk melihat perkembangan pemikiran kegeografian, khususnya mengenai  hakikat kegeografian yang kita jelaskan di awal tulisan ini, dan kita tidak akan melihat perkembangan teorinya. Untuk mengakaji masalah yang terakhir ini, pembaca dapat menelaahnya tulisan Nathanael Daldjeoni mengenai “Perkembangan Filsafat geografi”. Buku tersebut, bermanfaat bagi kita untuk dijadikan pengantar dalam memahami tonggak-tonggak pemikiran kegeografian dari Herodotus sampai Hagget bahkan pemikiran kegeografi tahun 1970-an di abad 20-an sekarang ini.



Dengan tidak bermaksud untuk memotong bahasan, saat ini, kita hanyalah memfokuskan pada perkembangan akhir geografi dan tuntutan kontemporer pada disiplin ilmu geografi. Kenyataan ini, memang telah disadari sebagai salah satu kelemahan paper kita sekarang ini. Namun, hal tersebut itulah yang  penulis anggap sebagai satu problema penting di saat ini, sekaligus juga problema yang penulis lebih pahami dan mampu ditampilkan  pada kesempatan saat ini dibandingkan yang lainnya. Kendatipun begitu, bukan berati ketidakterbahasannya problema tersebut di atas, merupakan sabagai cacat-konsepsi, malahan penulis merasa yakin bahwa strategi ini adalah satu upaya yang strategis dalam menjawab beberapa tuntutan dan tantangan jaman hari ini. Sekaligus juga supaya menjadi bahasan yang berkelanjutan dan berkesinambungan  dengan tema-tema pemikiran berikutnya.

Kamis, 02 April 2026

Bila mencermati narasi yang muncul di media massa, tampaknya ada dua kategori narasi yang muncul. Narasi itu, memiliki intensitas yang berbeda, dengan aktor yang berbeda. Narasi itu, antara Iran dan Amerika Serikat, dan Iran dengan Israel. Kedua narasi itu, sejatinya, akan memiliki dua karakter dan implikasi yang berbeda.


Dua tema ini, menarik untuk dikaji secara cermat. Khususnya, membedakan antara yang terjadi dilapangan dengan yang terjadi di media massa. 

Rabu, 01 April 2026

Pertanyaan skeptis, yang biasa dan bisa dilontarkan, saat kita membincangkan masalah agenda perdamaian. Perdamaian antara Iran dengan Amerika Serikat/Israel.


Pertanyaan ini, penting untuk disampaikan. Karena narasi yang muncul di permukaan, khususnya di media Indonesia, pembicaraan perdamaian itu, tampaknya hanya dua arah, yaitu Amerika Serikat dengan Iran. Atau lebih tepatnya, narasi yang disampaikan Donald Trump dengan juru bicara Iran. Sementara, Pemerintah Israel tidak atau belum memberikan pernyataan yang mengarah pada kebutuhan untuk masuk ke meja perundingan.

Selasa, 31 Maret 2026

Ditengah gonjang ganjing kondisi perekonomian dunia, akibat peperangan Iran - Israel/Amerika Serikat, sejumlah negara di berbagai belahan dunia melakukan efisiensi. Efisiensi bukan sekedar terkait dengan efisiensi pemanfaatan minyak bumi, tetapi juga anggaran yang dimilikinya. Tersebab, bila terjadi boros dalam pemanfaatan energi di berbagai sektor kehidupannya, bukan hanya menyedot persediaan bahan bakar dan energi, tetapi juga akan menguras anggaran negara.


Dampak dari keadaan itulah, maka sejumlah negara mengeluarkan kebijakan khusus dalam menghadapi krisis minyak bumi kali ini. Kebijakan khusus itu, dikenal dengan sebutan efisiensi.

Teknik operasionalnya sangat  beragam. Ada yang melakukan pemotongan gaji pejabat negara, pemotongan anggaran belanja, dan juga penghentian sejumlah pegawai kontrak.

Senin, 30 Maret 2026

Lebaran atau idul fitri sudah berlalu. Beberapa hari lalu. Pada pekan ini, kegiatan rutin umat Islam, disejumlah titik daerah di Indonesia, dan mungkin orang Melayu, yaitu kegiatan shilaturahmi, atau kegiatan halal bihalal. 


Hampir bisa dipastikan, itulah kegiatannya.  Di awal kegiatan rutin, baik itu di sekolah, perkantoran, atau perusahaan.  Kegiatan hari pertamanya, adalah halal bihalal. Isinya, selain bersalaman, tentunya ada bentuk syukurnya, yaitu makan bersama dengan rekan sekantor.

Di sela-sela kegiatan itulah, ada khutbah dari pemuka agama. Temanya pun, tidak jauh, dari membahas makna dan hikmah idul fitri, dan atau tentang shilaturahmi.

Minggu, 29 Maret 2026

Genjatan senjata, bila ini yang diinginkan, terhadap Iran dan Israel-Amerika Serikat, tampaknya tidak sederhana.Tidak mudah. Bersifat kompleks dan komplikasi. Didalamnya ada banyak variabel dan kepentingan, yang tidak bisa sekedar diselesaikan oleh retorika Donald Trump. 



Mengapa demikian ?

Sebagaimana yang disaksikan bersama, awal mula peperangan ini, bukan urusan Iran dan Amerika Serikat. Sedekat apapun AS-Israel, namun, yang memulai babak peperangan ini adalah Israel. Sedangkan Amerika Serikat dengan Donald Trumpnya, terjebak dan terbawa arus-kepentingan oleh Israel.

Sabtu, 28 Maret 2026

Tentu saja, tidak akan terlupakan oleh banyak orang, dan banyak pihak. Iran, adalah salah satu negara yang mendapat embargo ekonomi dari Negara Barat, khususnya Amerika Serikat.  Di embargonya itu, bukan sehari-dua hari, bukan sebulan dua bulan, tetapi sampai pulihan tahun lamanya. Hampir 40 tahunan. Sementara, Israel mendapat bantuan sekitar 60 Trilyun pertahun dari Amerika Serikat untuk penguatan sistem pertahanan dan militernya.

Tetapi, dengan melihat dan menyaksikan peristiwa yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini,  khususnya saat melihat kemampuan Iran menahan serangan Israel/Amerika Serikat, memberikan inspirasi penting bagi banyak pihak, ya khususnya, bagi mereka yang mau belajar.