Just another free Blogger theme

Kamis, 30 April 2026

Bila dicermati dengan seksama, atau maaf, mungkin, dengan pandangan sekilas, kenampakkan di klasemen Liga Utama Inggris dan Liga 1 Indonesia, ada kemiripan. Kemiripan. Boleh dibilang, kemiripan bukan berarti sama, dan sama hari ini, bukan berarti sama masa depannya.

Apa yang menjadi bahan perbincangan tersebut ?

Rabu, 29 April 2026

Sebelumnya, kerap tidak paham dan dibuat mengernyitkan dahi, bila disebutkan kata Yaman. Termasuk dengan pernyataan Presiden Prabowo, saat menyampaikan pidatonya, dan kemudian keluar pernyataan, sebagai respon terhadap kelompok tertentu yang kerap mengkritik kebijakan Pemerintah. kalau tidak nyaman, ya pergi saja ke Yaman.


Kira-kira, begitulah, makna umumnya.

Namun, dibalik itu semua, tentu, bagi sebagian orang  akan bertanya-tanya. Mengapa identitas negara itu, melekat dalam lisan politik bangsa Indonesia. Konsep 'Yaman", kadang menjadi bagian tak terpisahkan dengan Termul. Kedua kelompok ini, kerap kali menjadi narasi yang saling beraduhadapan di media sosial.

Selasa, 28 April 2026

Diingatkan seseorang, Leo Tolstoi sempat mengatakan, "Keluarga bahagia mirip satu dengan lainnya, keluarga tak bahagia tidak bahagia dengan jalannya sendiri-sendiri..." pada masterpiecenya, Anna Karenina.

Menurut penuturnya, pemaknaan terhadap kalimat ini, sangat mendalam dan meluas. Kita bisa saja mengatakan bahwa Leo Tolstoi memaksudkan diri untuk mengatakan bahwa keluarga yang bahagia itu, memiliki ciri yang mirip. Misalnya, memiliki kecukupan ekonomi, atau pola komunikasi dalam keluarga yang hangat. Tampaknya, untuk setiap keluarga yang memiliki dua kategori itu, akan merasakan sebuah kebahagiaan didalamnya. Itulah ciri yang miripnya.

Senin, 27 April 2026

Wacana dan narasi tentang kecerdasan manusia, terus mengalami pertumbuhan, perkembangan dan juga dialektikanya sendiri. Tidak mengherankan, bila dalam beberapa tahun terakhir, perbincangan mengenai kecerdasan manusia itu, selain melahirkan pandangan yang beragam, pun memiliki perhatian seksama, bahkan sampai melahirkan disiplin ilmu tersendiri, khususnya mengenai neuroscience.


Dalam dari perkembangan ilmu itu, perbincangan mengenai kecerdasan manusia, semakin dinamis, dan menarik untuk terus dibincangkan. Lantas, bagaimana agama, memberikan pandangan atau kontribusinya dalam wacana kecerdasan manusia ini ?

Tentu saja, umat Islam dengan keragaman latar belakang dan keilmuannya, dapat memberikan pertimbangan intelektual terkait kecerdasan manusia.  Namun, satu diantara narasi yang bisa digunakan, yakni merujuk pada sabda Rasulullah Muhammad Saw, terkait hal ini.

Minggu, 26 April 2026

Di media sosial, khusus kalangan GenZ, lagi viral lagu dengan judul Siti Mawarni. Viralitasnya, bukan saja karena enak di dengar, tetapi juga mengundang kekaguman dari ragam pihak terkait pesan yang hendak disampaikan kepada pendengar, atau peniikmat musiknya.


Betul. Syairnya tidak lebih dari dua bait. Disusun dalam bentuk pantun, senada dengan budaya  Melayu. Menurut Amin Wahyudi Harapan, sang pencipta lagu ini,  Siti Mawarni sendiri adalah tokoh fiktif. Bukan nama sebenarnya, dan tidak ada figur yang dirujuknya. Sekedar sebuah tokoh dalam lagu, dengan harapan memberikan tarikan kuat  mengenai pesan yang hendak disampaikan. 

Sabtu, 25 April 2026

Ada pertanyaan menarik terkait hal ini, apakah tes kekorupsian untuk ASN, menjadi sesuatu yang mendesak ?  Pertanyaan perlu diajukan, dengan tidak memaksudkan diri, tidak perlu. Sekali lagi, apakah tes serupa ini, adalah sesuatu yang mendesak untuk dilakukan kepada ASN di negara kita ? andai dianggap medesak apa alasannya ? 



Ada banyak hal yang bisa digunakan untuk memberikan tanggapan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait agenda ini.

Jumat, 24 April 2026

Momen ini, saya hendak gunakan untuk melakukan refleksi, terkait, ikatan atau hubungan antara kita dengan mitra. Maksud dari mitra ini,  kita akan gunakan untuk memosisikan pihak lain secara setara, dan bukan sebagai sasaran. Termasuk masalah benda, atau hewan.

Mungkin masih agak bingung dengan kalimat ini. Namun pembaca tidak akan mengalami kesulitan memahaminya, bila tersajikan contoh. Misalnya hubungan kita dengan gadget, hubungan kita dengan hewan piaraan, hubungan kita dengan pasangan hidup, hubungan kita dengan teman dekat, dan hubungan kita dengan klub olahraga kesayangan. Sejumlah hal di luar diri kita, yang kita hubungi itu, kita posisikan sebagai mitra dan bukan objek.

Mengapa disebut mitra, dan bukan objek ?