Bagi seorang guru, mendengar adanya guru yang tidak layak mengajar/mendidik, sudah tentu akan merasa sedih. Dan bila kita berposisi sebagai seorang wali murid, atau orang tua siswa, mendengar banyaknya guru yang tidak layak mengajar/mendidik ini, menjadi waswas. Artinya, mungkin kita, sebagai orang tua, mau menyerahkan masa depan anak terhadap tenaga pendidik yang tidak layak mengajar/mendidik ? relakah, seorang ibu atau orang tua menggadekan masa depan anak kepada satuan pendidikan yang diisi oleh guru-guru yang tidak layak mengajar/mendidik ? Itulah persoalan yang mengerikan dan perlu dengan segera untuk dituntaskan.
Sebagai salah seorang tenaga pendidik di satuan pendidikan dasar, dan juga di sekolah swasta, penulis merasa kekurangan informasi untuk mengetahui apa alasan, atau apa standar yang digunakan oleh para peneliti untuk menyebut layak-tidaknya seseorang dalam menjalan tugasnya sebagai seorang guru. Apakah mereka melihat ijazah atau kemampuan nyata seorang guru di lapangan ?











