Bila seorang ayah, bermimpi ingin mendapatkan keluarga yang rukun, dan harmoni, tentu ada pikiran untuk melakukan penataan. Penataan peran, fungsi dan tugas pokok dari setiap anggota keluarga. Dirinya akan berusaha mengatur tugas dirinya, pun demikian kepada pasangannya, serta terhadap anggota keluarga yang lainnya. Pandangan itulah yang disebut sebagai pandangan strukturalisme.
Untuk kebutuhan hal itulah, seorang pimpinan keluarga, bisa jadi, menerapkan sebuah disiplin keluarga yang ketat. Setiap orang yang melakukan pelanggaran tugas pokok dan fungsinya, akan ditegur dengan seksama, dan dikembalikan pada habitatnya. Bila saja, si pelaku itu, terus ngeyel dan tidak mau mengubah kebiasaannya, bisa jadi, ada yang diberikannya tindakan penertiban.












