Just another free Blogger theme

Minggu, 22 Februari 2026

Kesimpulan ini, layak untuk dikedepankan pada minggu ini. Selepas PERSIB Bandung, di Liga 1 Indonesia meraih kemenangan, 1-0 dari Persita, tim kebanggaan Jawa Barat dan Indonesia ini, kokoh di puncak klasemen. Bila dibandingkan dengan kompetitornya, yang sudah menjalani pertandingan sama, hanya terpaut 4 point dari Borneo, dan 4 point dari Persija, dengan catatan untuk tim terakhir ini, Persib masih menyisakan 1 pertandingan lagi.


Hal yang menariknya lagi, di sejumlah Liga di Dunia pun, mengalami hal serupa.  Pada minggu-minggu ini, kemenangan dan kelalahan tim papan atas, menyebabkan selisih antara pamuncak dengan kompetitornya, sangat tipis, yakni selisih 2-4 point, atau antara 1-2 pertandingan.

 


Sekali lagi, menarik pertanyaan pemantik dari John L. Esposito, saat menjelaskan mengenai Islam. Dia mengatakan, bahwa saat mendeskripsikan Islam, kita akan berhadapan dengan warna-warnai Islam di berbagai belahan dunia. Karena itu (Esposito 2004), saat kita ditanya mengenai Islam, maka pertanyaannya, adalah Islam Siapa dan Islam yang mana ?

Sabtu, 21 Februari 2026

Sangat disayangkan, memang. Di bulan Ramadhan, kita saling lontar sebuah kata, yang bisa menyebabkan orang salah paham dan sakit hati. Kita garis bawahi, dengan kata "salah paham" dan "sakit hati".


Mengapa hal ini perlu digaris bawahi ?

Iya, maksudnya itu kalau sakit hati, karena ada kritikan atau koreksian yang benar, maka wajar dia terima, dan harusnya menerima, selanjutnya melakukan perbaikan dan kebaikan.  Dengan kesadaran yang dimilikinya, sebuah kritikan, tentunya akan terasa sakit dan menyakitkan. Karena kritik adalah mengoreksi-kenyamanan. 

Jumat, 20 Februari 2026

Hal menarik dalam praktek Ramadhan, akan ditemukan ragam aspek keagamaan yang dikondisikan untuk bisa tumbuhkembang dengan baik.



Selama ini, orang lebih memahami praktek ibadah ramadhan sebagai sesuatu yang menyangkut kegiatan, amalan atau perbuatan. Sehingga banyak orang yang bicara mengenai, bagaimana mengisi ramadhan, menjelaska mengenai amalan ramadhan, menjelaskan mengenai sunnah-sunnah Ramadhan. Pertanyaan ini, selaras dengan pandangan John L. Esposito, saat menjelaskan hakikat Islam. Menurut beliau, hakikat pertanyaan dengan Islam itu, adalah ”Apa yang orang Islam, perbuat?” Sehingga, pilar keilmuan yang paling popular adalah syari’ah atau hukum Islam. Karena itu, karakter Islam itu menurut Esposito, cenderung Ortopraksis, menjelaskan mengenai perbuatan yang selaras dan tunduk pada hukum-hukum Allah (Esposito 2004:86).

Kamis, 19 Februari 2026

 


Kendati tidak berkaitan langsung, tetapi, pendekatan interpretasi  ini, menjad penting untuk dilakukan. Untuk sekedar contoh, kita dapat melihat projek kajian Nazir Khan, yang menarik, dalam membahas pesan moral yang termuat dalam surat al-Fatihah (Khan 2024) Dalam  karyanya itu, beliau melakukan kritik terhadap ideologi-ideologi modern, dengan menyandarkan pada pesan-pesan ilahiah yang ada dalam surat al-Fatihah ini.

Rabu, 18 Februari 2026

Adalah kenyataan bahwa hidup ini berproses. Itulah keyakinan yang kita miliki, dan itulah yang sedang terjadi saat ini. Setidaknya, perjalanan hidup yang kita alami saat ini, yaitu mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa sebagaimana yang kita rasakan saat ini, semua itu menunjukkan bahwa hidup ini adalah berproses. Berproses it uterus berubah, hanya saja perubahan itu tidak sama dan tidak  merata. Di sinilah persoalan mulai muncul dan perlu disadari bersama.



Terrkait dengan hal ini, banyak orang yang hanya sekedar ‘tahu’ atau mengetahui bahwa hidup itu adalah berproses. Padahal, berbekal pengetahuan, belumlah cukup untuk menjadikan dirinya bisa hidup sukses dan atau bahagia. Banyak orang yang tahu, dan atau banyak pengetahuan tentang kebahagiaan dan cara-cara kesuksesan, tetapi dia belum merasakan kebahagiaan dan kesuksesan itu.

Tahu tentang arti dan cara hidup sukses atau cara hidup bahagia belumlah cukup untuk menjadikan kita bisa hidup bahagia. Dibutuhkan langkah lebih maju lagi, yaitu belajar bahagia dan belajar sukses.

Selasa, 17 Februari 2026

 Akhir Januari 2026, muncul berita yang cukup mengagetkan dunia pendidikan.  Terjadi lagi, sebagaimana disampaikan media sosial, kekerasan di lingkungan pendidikan. Kali ini, guru, yang menegur siswanya, malah kemudian berbalik dikeroyok siswanya sendiri. Tempat Kejadian Perkaranya (TKP), tidak tanggung-tanggung, masih di dalam lingkungan sekolah.  Lokasinya, di SMK Negeri. Di Jambi. 


Tentu kita prihatin. Prihatin terhadap kejadian kekerasan, yang terus berulang. Komentar dan tanggapan terhadap kasus ini pun, seperti umum yang lainnya, pro kontra. Mereka yang mendukung siswa, menilainya, karena ada pola komunikasi-edukatif yang tidak pada tempatnya dari guru, sedangkan mereka yang mendukung sikap guru, menilai tindakan dan sikap siswa yang melampaui kepatutan karakter seorang peserta didik.