Just another free Blogger theme

Rabu, 29 Juli 2026

Agak sulit untuk memahami kondisi kita hari ini. Dalam keyakinan subjektif kita, negeri ini, ada dalah kondisi yang tidak sedang baik-baik saja. Tetapi, tidak sedikit orang, bahkan kaum intelek, dan kaum terpelajar, yang menganggap masih ada harapan, dan bahkan harapan sedang tumbuh dengan baik. Dua kondisi yang berbenturan, seakan tidak pernah mau bergandengan atau berdampingan ini, kerap kali beraduhadapan.  Sayangnya lagi,  saat  beraduhadapan itu, tidak ada jalan keluar, untuk menembus kebuntuan ini. Sampai hari ini, dan saat ini pun, masih banyak yang terbingungkan karenanya.


Mengapa harus bingung ? Siapa bilang negeri kita, dalam keadaan gelap ? siapa yang mengatakan bahwa negeri kita, masuk dalam fase kecemasan dan potensial terpuruk pada jurang kecemasan yang mendalam ?  

Selasa, 28 Juli 2026

Sebagai orangtua, tidak selamanya mampu mengendalikan anak. Atau, tidak selamanya, orangtua mampu memberikan bantuan fisik kepada anak. Misalnya, karena anak kita, berada di lokasi yang jauh, baik karena sedang belajar atau sedang bekerja, maka akan sulit orangtua memberikan bantuan, pertolongan, atau perhatikan fisik terhadapnya. Namun, kendati ada banyak kendala, terkait hal itu semua, hasrat orangtua untuk memberikan bantuan kepada anak-anaknya, atau anggota keluarganya, tidaklah pernah surut, walau kadang tidak tampak dalam pandangan mata orang lain.



Lantas, apa yang bisa di  lakukannya ?

Senin, 27 Juli 2026

Bila menggadekan harta kepada orang lain, Anda masih memiliki kesempatan untuk membayar utang di kemudian di hari. Tetapi, bila Anda menggadekan nasib kepada orang lain, maka yang terjadi yaitu jeratan utang budi di sepanjang hayat.

 

Minggu, 26 Juli 2026

Bila saja, kita mengambil posisi, dengan mengatakan bahwa istirahat itu adalah hak. Hak setiap orang untuk bisa istirahat, dan untuk mendapatkan waktu istirahat, maka muncul pertanyaan lanjutan, istirahat dari apa ? atau istirahat untuk apa ? atau istirahat karena apa ? Pertanyaan ini, penting untuk dikedepankan, dengan maksud dan harapan, kita semua bisa memahami kelayakan kita dalam menoleransi seseorang dalam beristirahat.



Seiring hal ini, kita dapat merancang, peta posisi sikap hidup kita terhadap hak istirahat ini. Sekali lagi, bila kita hendak memosisikan istirahat sebagai sebuah  hak, dan bukan sebuah kewajiban.

Sabtu, 25 Juli 2026

Hari ini, ahad. Banyak orang menyebutnya hari libur. Waktunya istirahat. Momentum untuk berleha-leha.  Atau bersantai ria. Namun, tidak semua orang, memiliki cara yang sama, mengenai cara mengisi waktu libur tersebut. Semua itu, bergantung pada 'ideologi' yang dimiliki, dan diyakininya.


Lha, kok bisa begitu ?

Inilah realitas hidup kita. Dalam kajian Geografi Kritis, setiap orang memiliki hak-yang-sama untuk menafsirkan ruang waktu yang dimilikinya. Pemaknaan itu, bergantung pada anutan nilai yang dimiliki masing-masing.  Termasuk dalam konteks hari libur. Apapun nama hari kalendernya. 

Jumat, 24 Juli 2026

Perubahan dunia tidak lagi berlangsung secara linear, melainkan bergerak secara eksponensial. Revolusi digital, perubahan iklim, dinamika geopolitik, transformasi ekonomi, hingga disrupsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan membangun peradaban. Dalam konteks tersebut, madrasah tidak cukup hanya mempertahankan tradisi pendidikan Islam yang telah mengakar kuat. Madrasah dituntut mampu membaca perubahan ruang (space), relasi kekuasaan (power relations), serta dinamika sosial yang terus berkembang. Di sinilah perspektif Geografi Kritis (Critical Geography) menjadi sangat relevan.



Geografi kritis memandang bahwa ruang bukan sekadar lokasi fisik, melainkan hasil interaksi antara manusia, kebijakan, ekonomi, budaya, teknologi, dan lingkungan. Dengan kata lain, kualitas pendidikan madrasah tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan guru, tetapi juga dipengaruhi oleh bagaimana madrasah berinteraksi dengan ruang sosial, ruang digital, ruang ekonomi, serta ruang ekologis yang terus berubah.

Kamis, 23 Juli 2026



Ada buku judulnya The Leadership Triad, tulisan dari Dale E Zand (1997). Buku lama. Memang.  Tetapi, dilihat dari isinya, dapat merangsang kita untuk kembali memikirkan  karakter pemimpin, dan atau pembangunan karakter kepemimpinan pada generasi kita. Sebagai praktisi pendidikan, yang sering dituntut untuk membangun karakter pada peserta didiknya, kiranya, wacana yang disampaika dalam buku ini menarik untuk dicermati.