Just another free Blogger theme

Senin, 12 Oktober 2026

Kadang. kita semua ini sekedar bisa berharap. Tidak lebih dari itu. Bahkan, ada perjuangan lain, selain itu. Bahasa budayanya, langkah terakhir bangsa kita ini, sekedar 'mengurut dada'. Selepas itu, tidak ada lagi langkah yang bisa dilakukan. Tidak ada. Karena langkah berikutnya, kembali pada kalimat pertama tadi, sekedar berharap, dan mengurut dada. Situasi apapun, dan bahkan sesulit apapun, tidak ada pilihan lain, selain mengelus dada, dalam posisi berharap sesuatu keajaiban terjadi dalam kehidupanannya.



Terkait hal ini, muncul pertanyaan, apakah karakter ini, bagian dari DNA budaya kita ? ataukah, itulah yang dimaksud dengan gen-budaya kita, selama ini, dan akan terus menerus serupa itu ? Sebuah pertanyaan, yang perlu dijadikan bahan renungan dan refleksi bersama.

Minggu, 11 Oktober 2026

 Sumber renungan sufis kali ini, adalah firman Allah Swt :

Ùˆَالَّذِينَ ÙŠَÙ‚ُولُونَ رَبَّÙ†َا Ù‡َبْ Ù„َÙ†َا Ù…ِÙ†ْ Ø£َزْÙˆَاجِÙ†َا ÙˆَذُرِّÙŠَّاتِÙ†َا Ù‚ُرَّØ©َ Ø£َعْÙŠُÙ†ٍ ÙˆَاجْعَÙ„ْÙ†َا Ù„ِÙ„ْÙ…ُتَّÙ‚ِينَ Ø¥ِÙ…َامًا

“Dan orang-orang yang berkata, ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (hati), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan [25]: 74).

Seperti kita ketahui bersama, bahwa lantunan doa ini, kerap hadir dalam lisan kita. Andaipun tidak berulang tiap detik, namun dalam doa-doa khususnya, kalamnya kerap muncul dan menyemburat dari hasrat terdalam kita.


Sabtu, 10 Oktober 2026

 

“hanya aku dan Tuhan..”

“lha, itu kalau kamu yakin dan percaya akan Tuhan. Mana mungkin  kamu yakin bahwa Tuhan bisa mengerti masalahmu, jika kamu sendiri tidak percaya pada Tuhan?”

“tapi, Tuhan pasti tahu dan mengerti masalahku..” keluhnya dengan tandas

“betul, tetapi untuk bisa meyakini hal itu,  maka pokok soalnya, adalah apakah kamu sendiri, percaya pada Tuhan, sehingga Tuhan bisa mengerti kepadamu.

Jumat, 09 Oktober 2026

Membaca buku itu penting, yang utama itu adalah mendapatkan informasinya. Mendapatkan informasi itu penting, tetapi yang utama adalah memanfaatkannya. Memanfaatkan informai itu penting, tetapi kapan kita yang memproduksinya ? Sementara kita tahu, Sehebat apapun ilmu kita, bila tidak pernah dituliskan, akan hilang seiring kematian. Sedangkan, seburuk apapun ilmu kita, bila dituliskan adalah baik, karena akan diperbaiki oleh generasi yang akan datang !


Kamis, 08 Oktober 2026


Gambar terkaitWafatnya BJ Habibie, 11/9/2019, meninggalkan luka yang mendalam bagi bangsa ini. Tidak sedikit, adaipun tidak disebut semua warga negara, turut merasakan duka atas kepergiannya. Kepergian, Bapak Demokrasi, Bapak Teknologi bangsa Indonesia ini, meninggalkan duka yang mendalam bagi bangsa Indonesia. Dari hidupnya itulah, kita menemukan trisula nilai hidup yang berkualitas.

Rabu, 07 Oktober 2026

Dalam satu tahun terakhir, kita, publik, khususnya dunia pendidikan mendapat suguhan menarik terkait kebijakan pendidikan. Kebijakan pendidikan yang kita maksudkan itu, yakni munculnya sekolah alternatif, dengan berbagai nama, baik yang diciptkan Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.


Sebagaimana yang diketahui bersama, di Pusat mengeluarkan kebijakan mendirikan dan mengembangkan Sekolah Garuda, dan Sekolah Rakyat, dan Universitas Republik Indonesia. Sekolah Garuda untuk mendidik anak unggul dan berkualitas. Sekolah Rakyat digawani oleh Kementerian Sosila untuk warga negara tidak mampu. Sedangkan Universitas Republik Indonesia diperuntukkan untuk mendidik calon pemimpin bangsa. Begitulah visi dan misi umumnya. 

Selasa, 06 Oktober 2026

Di sini, di titik ini. Ada perubahan pola pikir, atau lebih tepatnya, ada pengembangan pola pikir dalam memahami kualitas pendidikan.

"Madrasah unggul itu, adalah performa puncak dari input yang unggul, tenaga pendidik yang unggul, sapras unggul, proses unggul dan juga kepemimpinan yang ungul", ungkap sang pemateri.


Sebagai pendengar, yang juga selama ini, sekedar sebagai praktisi di lapangan. Lebih banyak diam, terdiam dan termangu. Terlebih lagi, si pemateri, yang memperkenalkan dirinya sebagai guru besar di sebuah perguruan tinggi, menegaskan bahwa gagasan yang disampaikannya itu, mengacu pada excelllent student (siswa yang unggul).