Just another free Blogger theme

Senin, 02 Maret 2026

 


Sudah lama, berharap memiliki waktu luang untuk menelaah Firman Allah Swt, yang ada dalam ayat 104, pada surat al-Baqarah. Ayat ini, berbunyi :

﴿ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقُوْلُوْا رَاعِنَا وَقُوْلُوا انْظُرْنَا وَاسْمَعُوْا وَلِلْكٰفِرِيْنَ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ١٠٤ ﴾ ( البقرة/2: 104)

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu katakan, “Rā‘inā.” Akan tetapi, katakanlah, “Unurnā”33) dan dengarkanlah. Orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih. (Al-Baqarah/2:104)

Dalam tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI 2011:167) , ada keterangan :

Kata ra‘ina artinya “peliharalah dan jagalah kami,” dengan maksud baik, ungkapan yang sudah biasa dipakai oleh para sahabat.

Minggu, 01 Maret 2026

Hari ini, sudah memasuki hari kesepuluh fase kedua Ramadhan 1447 H.  Perjalanan dalam sepuluh terakhir ini, sudah menunjukkan gelagat gejala yang berbeda, dari beberapa hari sebelumnya. Walaupun, orang menyebutnya sebagai hal biasa, gejala biasa, dan rutin terjadi di setiap tahunnya, saat-saat menjelang akhir Ramadhan.



Pertanyaannya pun, serupa. Mengapa hal ini terjadi, dan mengapa terus berulang dan tidak ada perubahan atau perbaikan, apakah gejala ini, merupakan hal wajar, dan dinormalisasi oleh umat Islam itu sendiri ? rentetan pertanyaan ini, masih bisa diperpanjang, namun, entah siapa yang akan memberikan komentar atau tanggapan serius terhadapnya.