Just another free Blogger theme

Kamis, 29 Januari 2015


Marie Menna Pagliaro, membuka pernyataan, "banyak guru yang kaget membaca judul bukunya ini..". Betul, termasuk yang saya rasakan saat menemukan tulisannya tersebut, yang ditulis tahun 2011. Guru atau penghardik ? educator or bully? pendidik atau pemarah ? adalah beberapa padanan kata yang bisa menggambarkan apa yang akan digambarkan oleh Pagliaro.


Bagi seorang tenaga pendidik (baca : bukan tenaga pembully), akan merasa tersinggung dengan tulisan itu. Setidaknya, untuk beberapa saat akan memberikan argumentasi tandingan untuk meyakinkan orang lain, bahwa prasangka (atau hipotesis ???) itu adalah tidak ada benar. tidak ada guru yang membully. Dan membully memang bukan tindakan mendidik.
Untuk sekedar contoh saja, Pagliaro pun mengutip hasil penelitian Viadero (2010, bahwa secara tidak sadar banyak guru yang membully (membentak, memarahi, menghardik, atau mengintimidasi) seorang siswa di depan kelas, di depan banyak orang, khususnya teman-temannya. Tindakan itu, disebutnya, sebagai tendakan pem-bully-an (bullying).
"ah, itu kan, sebagai upaya untuk mendidik juga ? itu dilakukan, supaya mereka jera. Bukankah, memberikan hukuman itu adalah harus menjerakan, kalau seorang siswa diingatkan, dan tidak menjerakan, bagaimana kita bisa mendisiplinkannya ?" reaksi seorang guru, "hukuman itu, dimaksudkan untuk mendidik, bukan membencinya, atau membully-nya?" ujarnya lagi.
Atas nama pendidikan, atau atasnama mendidik, seorang guru memiliki kewenangan untuk mendisiplinkan perilaku siswa, atau setidaknya, memberikan pengarahan mengenai nilai dan norma hidup, termasuk nilai dan norma belajar. Pagliaro (2011) di bukunya ini, memberikan keterangan bahwa seorang pengajar adalah seorang pendidik dan manajer di dalam kelas, mereka yang tidak mampu mendidik dan tidak bisa mengelola kelas, akan terjerembab pada tindakan pembullly-an.
Di era modern ini, memang ada banyak hal yang berubah, dan juga munculnya perilaku peserta didik yang hadir di dalam kelas. Sahabatku, yang satu ini, yang mengajar di sekolah favorit, berucap, "gila, baru kali ini, saya marah-marah di kelas,..."curhatnya, "kesal, anak itu main game terus, padahal kita lagi belajar geografi. melek IT, it's Ok, tapi  bukan main game ghitu lho....!" ketusnya, dalam sebuah forum MGMP kemarin.
Perubahan sosial di masyarakat, memang memberikan dampak nyata pada perubahan perilaku. Kekhawatiran yang lainnya, adalah justru munculnya perilaku yang kurang tepat (misbehavior), baik yang berasal dari siswa, maupun dari tenaga pendidiknya. Peserta didik merasa perlu kebebasan dan keleluasaan hidup, seorang guru merasa berkuasa terhadap ruangkelas. Bila salah kelola, hubungan antara prasangka itu, akan melahirkan tindakan pembully-an. Bukan hanya guru kepada siswa, tetapi juga, potensial terjadi dari siswa kepada guru.
Dua bulan lalu, saat pembagian laporan hasil ulangan semester ganjil, seorang orangtua siswa memarahi wali kelas yang memberikan nilai tidak tuntas kepada anaknya. Dari balik ponselnya, dia marah-marah, kepada wali kelas tersebut. Bahkan, ujung telpon pun kemudian dipindahkan ke orang "yang disampingnya...", yang kemudian dia berujar, "Bu, saya dari Komisi D DPRD..., kalau ibu tetap keukeuh seperti itu, akan saya bawa ke legislatif, dan menindak kegiatan sekolah ini..." ujarnya.
Untungnya sang ibu, agak tegar. Walaupun sedikit kaget dibuatnya, "Pak, jangan bawa-bawa politik, buku laporan itu, akademik dan ilmiah, dan hak guru, cek saja anak bapak !" ungkapnya tegas, "kami sudah bertindak prosedural, gak usah ancam-ancam begitu lhaa..." jawabnya lagi.
Peristiwa ini, bukan sekali. beberapa rekan guru, baik pada saat PSB atau pembagian raport, kerap mendapat telepon gelap dari seseorang yang membawa atas nama wakil rakyat. Saya sendiri, ingin memberikan pertanyaan, apakah hal itu bukan sebuah pembullian kepada para guru ? siapapun mereka, apakah benar-benar wakil rakyat, pejabat, tokoh masyarakat, wartawan, atau akal-akalan, tetapi tindakan intimadi bisa terjadi dimanapun dan oleh siapapun, dan kepada siapapun.

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar