Just another free Blogger theme

Jumat, 10 Februari 2017


Hasil gambar untuk bajak sawahDulu tidak pernah berpikir, atau terpikirkan, tentang identitas diri ini. Siapa saya ini ? apa tugas saya selama ini ? pertanyaan-pertanyaan sepele, yang seringkali saya abaikan selama ini.



Tetapi, dalam beberapa hari terakhir ini, pertanyaan ini, terasa sangat mendesak, untuk disampaikan juga. Bukan supaya orang lain tahu, tentang siapa saya yang sesungguhnya, melainkan untuk kepentingan sendiri, khususnya dalam memahami kepatutan perilaku dihari-hari yang akan datang.
Sewaktu masih muda, atau dulu, entah tahun berapa. Saya sempat disebut sebagai singa podium. Bisa bicara, mengaum, dan juga menyeringai, sehingga sebagian pihak ada  yang sedikit hormat, dan takut kepadaku. Saat itu, suaraku keras, tenaga pun masih kuat, dan ucapanku menggema.
Tidak aneh, bila kemudian, bayangan mahkota kerajaan hutan, akan mudah disematkan kepadaku. Beberapa teman main, seperti kancil, buaya,  kambing dan sejumlah bekantan di hutan ini, malah menaruh kepercayaan kepadaku, untuk bisa meminpin kerajaan hutan ini di masa-masa yang akan datang.
Sayangnya, waktu itu, saya merasa kurang siap. Maklum, kemampuanku saat itu, baru bisa mengaum, dan belum bisa mencari makan sendiri. Aku merasa belum bisa berburu, atau mencari makanan sendiri. Karena itu, ajakan, suruhan, atau dukungan untuk bisa memimpin kerajaan hutan, batal kembali.
Pengalaman berkelana ke beberapa kebun, seperti kebun jagung, kebung durian, kebun salak, termasuk sawah, sempat didatangi. Beberapa kenalan yang ada di kebun-kebun itu, sangat hormat dan menaruh rasa percaya kepadaku. Tetapi, tempat-tempat itu, terasa kurang bisa menjadi tempat indah untuk kutinggali, hingga menemukan kebun petani, yang berdampingan dengan ternak ayam ini.
Di kebun ini, memang ada Srigala. Ada juga Kuda. Ada kambing, dan juga ikan. Cukup banyak jenis warga kerajaan Petani ini. Jenis yang baru, diantaranya adalah aku, yang baru datang ini.
Pertama datang, ketemu dengan kuda. “hai, kau ini, hebat…” pujinya kepadaku.
“kenapa gitu..” tanyaku heran.
“punya senjata tajam, dan tenaga kuat..” ungkapnya.
“Alhamdulillah….”  Jawabku singkat.
“sayangnya, kau ini, sekedar kerbau….” Timpalnya, “tenagamu dimanfaatkan, tetapi kekuasaannya tak pernah kau dapatkan…” paparnya dengan singkat, tetapi sangat tajam.

Mendengar penilaiannya seperti itu, saya sendiri, sempat tertegun. Kaget bercampur tersentak. Antara iya dan tidak, antara setuju dan menolak, antara sedih dan bahagia, bercampur tanpa rasa. Entah seperti apa, jus-hati yang sedang terjadi saat itu…..
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar