Just another free Blogger theme

Senin, 20 Februari 2017


Hasil gambar untuk bocoran ujian nasional 2017Entah mengapa, kita di sini, melihat ada beberapa kemiripan antara guru di sekolah dengan presiden dan DPR di istana, saat menghadapi soal UN.  Ahok, adalah mata pelajaran yang di UN-kan untuk tahun 2017 ini. Setiap peserta UN, dibuatnya blingsatan dan bercucuran keringat karena soal tersebut..




"kami di lapangan, sedang sibuk persiapan Ujian Nasional", ungkap seorang guru, saat ditanya mengenai kondisi perkembangan bangsa saat ini. Bagi saya sendiri, jawaban itu adalah jawaban yang realistis, khususnya bagi seorang tenaga pendidik, atau para penyelenggara pendidikan di Indonesia.
Dengan kebijakan, diharapkan sekolah-sekolah negeri bisa menyelenggarakan Ujian Nasional berbasis Komputer, maka tidak sedikit, persiapan yang harus ditata oleh setiap satuan pendidikan di Indonesia.
Walaupun kadang, saya sendiri merasa prihatin. Biaya besar dalam mengelola urusan seperti ini, sedangkan hasil belum tentu, sesuai dengan keinginan atau target yang diharapkan. 
Kadang kami itu miris, para penyelenggara sibuk mempersiapkan terselenggaranya kegiatan tersebut, namun para pelakunya asik santai menghadapinya, seolah tidak ada yang harus dikhawatirkan.
orangtua sibuk, para guru khawatir, penyelenggara was-was dengan persiapan yang harus disempurnakan. Sementara, si anaknya sendiri, menjadi anak Manis, yang santai menghadapi situasi 'tegang' seperti ini.
Entah mirip atau tidak, kalau negara dan anak sekolahan ini, sedang menghadapi soal Ujian Nasional yang sangat menegangkan.
Diakui atau tidak, Ahok adalah contoh soal Ujian Nasional bagi penyelenggara negara, khususnya presiden, DPR, atau pihak penegak hukum. Ahok adalah contoh soal, yang harus dijawab dengan benar. Pilihannya, sangat jelas, diberhentikan sementara atau dikembalikan pada jabatan semula. Kendati hanya dua opsi, tetapi, para penyelenggara negara sebagai peserta Ujian Nasional ini, kelihatannya tegang dan bercucuran keringat menghadapinya.
Entah mengapa, ada kemiripan dengan dunia pendidikan. penyelenggara negara seorang sibuk menghadapi soal UN (soal Ahok) ini, tetapi peserta didiknya (ahoknya) sendiri acuh tak acuh, dan bahkan tampak cuek menghadapi kasus ini.
Saya tidak tahu, apakah Ahok mirip dengan kasus anak sekolahan di masa lalu, yang cuek menghadapi UN, karena sudah dapat bocoran jawaban soal UN ? entahlah....
"Ujian Nasional sekarang kan, berbasis komputer, tidak mungkin ada bocoran ?", koment seorang guru, saat dimintai komentar mengenai prediksi hasil akhir UN tahun sekarang ini.
"Komputerisasi, ya. Pengawasan, ya.., tetapi, semua itu belum ada apa-apanya, bila dihadapkan pada kepentingan kekuasaan...!" sanggah, guru yang lainnya, "emang, kalau hasil UN-nya jelek, kepala dinas dan bupati siap menghadapi reaksinya dari lawan politiknya...?
Sempat termenung juga dengan komentar itu. "iya juga, kekuasaan itu, kadang cenderung korup... dan menghadalkan segala cara, saat mengusakan kepentingan kelompoknya sendrii........"
Namun, hal pasti yang ingin dikemukakan di sini, pilihan apapun jawabannya, jika salah memilih, akan menjadi prahara bagi dirinya, yaitu menjadi pribadi yang TIDAK LULUS sebagai negarawan. Nilai kenegarawanannya, ada dibawah standar ketuntasan minimal.... dapat nilai merah !
Selama ini, peserta UN di sekolah tidak pernah ada konflik dan tawuran, tetapi dengan soal Ahok, jika salah menjawabnya, para peserta UN potensial akan memancing tindakan yang tidak kita inginkan bersama !  
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar