Just another free Blogger theme

Rabu, 17 Maret 2021

Tidak akan terlupakan. Kendati tidak lama, praktek hidup di tempat ini. Sama serupa dengan rekan-rekan yang lainnya, ada yang seminggu, tiga hari, atau beberapa jam. Saya termasuk diantara mereka yang bisa menikmati hidup, praktek hidup nyata di kawasan ini, tidak lebih dari satu hari lamanya.


Hal besar dari pengalaman hidup itu, ternyata mampu mengikat kenangan sampai detik ini. Detik tulisan ini, ditulis, atau detik-detik tulisan ini dibaca lagi.  Ternyata benar, ungkapan orang bahwa, kenangan itu, mampu menembus waktu dan ruang. Perjalanan hidup tidak begitu lama, namun kenangannya mengendap lama, dan bahkan sulit untuk dilupakan.

Tidak banyak orang yang sadar. Bahkan, hal besar dan yang bisa membesarkan diri kita ini, bukan perjalanan fisiknya. Setiap orang bisa melampaui perjalanan fisik yang sama, namun tidak semua orang mampu meraih perjalanan spiritual dan emosional dari sebuah perjalanan fisik. Tidak jauh serupa itu jugalah yang teralami dan dirasakan.

Perjalanan yang tidak lebih dari 24 jam,   mampu menembus dua dunia dan empat benua. Perjalanan yang tidak lebih dari sehari semalam, mengendapnya kuat siang dan malam.  inilah, perjalanan spiritual dan emosional seseorang, saat seseorang menjalani sebuah perjalanan hidup.

Terkuat kembali, dalam beberapa waktu sebelumnya, sejumlah santri dari pondok pesantren, berangkat untuk menjalani Program Khidmat Jama'aah Santri, sebuah model pengabdian sosial yang dilakukan para santri di kawasan Cisomang Cikalong Wetan. Di sanalah, para santri, dalam waktu hampir 2 minggu, menjalani program pendidikan hidup nyata di kehidupan nyata.

"terkenang dan menyenangkan.." ungkap salah satu diantara mereka, atas perjalanan akademik mereka saat itu.

"Ya, itulah yang disebut sebuah kenangan..". perjalanan tidak begitu lama, namun kenangannya yang terus menggema dalam jiwa. 

Gerak perjalanan spiritual dan emosional, tidak membutuhkan jejak-jejak yang lengkap. Mirip dengan arkeolog, kendati hanya ada satu atau dua potongan fosil hewan masa lalu, seorang arkeologi mampu merekonstruksi imajinasinya secara maksimal dan optimal. Hal serupa itulah, saat kita melihat foto, gambar, tanda, ikon, atau simbol sesuatu hal. Mungkin tidak berkaitan langsung, mungkin tidak ada kita di dalamnya, mungkin tidak utuh, tetapi dengan melihat artefak tersebut, maka kemudian, terbanglah imajinasi kita, menuju sebuah ilustrasi yang liar, dan bahkan entah kemana.

-o0o-

(catatan : maaf, pinjam gambar dari tetangga).

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar