Just another free Blogger theme

Kamis, 13 Juli 2023

Tidak berselang lama. Itulah yang terasa atau dirasakannya. Tidak butuh waktu lama, hal yang tidak diinginkan datang dan hadir kembali.  Dia, yang kini berposisi sebagai seorang ASN, dan bertugas pada sebuah instansi negara, mengalami hal-hal yang tidak diinginkannya. Tidak diinginkan dirinya, anaknya dan juga mungkin keluarganya.


Di masa-masa PPDB, penerimaan peserta didik baru, khususnya untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah, dia mengalami kegagalan total. Gagal total. Akibat dari kebijakan zonasi, putranya gak bisa mendapatkan kursi di sekolah negeri yang diinginkannya. Jarak rumahnya jauh ke sekolah sana dan sekolah sini. Jarak yang tidak mumpuni untuk mendapatkan  layanan sekolah negeri, menjadi alasan utama derita awal tahunan ini, dialaminya.

"dulu mencari rumah di sini, supaya agak tenang, dan  jauh dari kebisingan...", ucapnya satu kali, "namun ternyata, pilihannya itu menyebabkan derita bagi anak-anaknya untuk mendapatkan tempat belajar yang baik..".

Sudah tentu, itu bukan masalah besar. Menjadi orang sukses, atau bahagia, tidak ditentukan oleh lembaga pendidikannya, melainkan oleh kesungguhan dirinya untuk meraih apa yang diinginkannya, "banyak jalan menuju keberhasilan.." itulah ucapan yang memberikan hiburan kepadanya, di saat itu.

Belum lama dari itu pula, entah satu atau dua minggu sebelumnya, masalah-masalah di lingkungan kerja, karir dan juga dalam kehidupan pribadinya, datang beruntun dan bertubi-tubi. Peristiwa demi peristiwa itu datang silih berganti, dengan memaksa air mata keluar secara berurutan yang tiada hentinya.

Semakin dalam pikiran ini, mengikuti alur penderitaan dan perasaan ini, semakin kuat, derita yang dirasakan. Hingga muncul juga pertanyaan, "apa yang harus dilakukan, ataukah, saya harus terus meraskana hal ini sepanjang hayat..?" itulah pertanyaan yang diajukan, baik terhadap dirinya, ataupun kepada orang lain, dan temannya yang berpapasan dengannya selama itu.

"iya, memang, derita dan musibah adalah satu dinamika hidup." ucap yang lainnya, "eh, maksudnya, salah satu warna dalam kehidupan kita."

"tapi, apakah setiap orang berkewajiban merasakan derita dan penderitaan.."

"mungkin hanya soal kualitas dan cara menerimanya...." jawab yang lain, "harapan kita semua, dan doa kita semua, adalah terhindari dari masalah, dan terhindar dari penderitaan. Namun dalam kenyataannya, harapan itu sulit diwujudkan. Derita dan kesedihan, kerap kali muncul secara beruntun dan berkesinambungan.."

"apakah memang hidup itu adalah deirta dan masalah?'

"terlalu jauh untuk membahas masalah itu. Biarkan orang yang punya waktu untuk menjawab hal itu. Hal yang penting bagi kita saat ini, adalah bagaimana kita menghadapi kenyataan ini secara tepat..?"

Maksudnya ?

"iya, kalau kiranya kita tidak mau derita ini terus menerus terjadi, maka kita harus menghapus akar masalahnya. Atau, jika kita tidak mau  perasaan ini dibuatnya gundah selamanya, maka belokkan hati dan rasa untuk bisa bahagia. Karena senyum dan cemberut itu, adalah kita yang membuatnya...."

Maksudnya ?

"liburanlah... atau jalan-jalanlah....semoga, ragam derita dapat sedikit sirna karena. Yakinkah dalma diri ini, bukan hanya kita yang merasakan hal ini, tetapi banyak orang yang pernah mengalaminya, dan banyak pula yang berhasil melampaui masalah ini dengan baik. "

"Jadilah pemenang dalam seiap perlombaan.." ucap seorang juri dalam sebuah acara tv.


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar