Just another free Blogger theme

Jumat, 14 Maret 2014




Menu hiburan di media elektronik ada yang menyisipkan ramal meramal, sebagai bagian dari menu hiburannya. Tak ayal lagi, dan kiranya tepat, bila kita sebut dukun di Indonesia sudah menjadi bagian dari hiburan, atau dukunteinment !


Saat pencarian Pesawat Terbang MH 370,  dapat dikataka semua mata dunia tertuju ke Malaysia. Sejumlah Negara turut berpartisipasi dalam pencarian ‘misteri pesawat terbang tersebut’. Bukan hanya satelit, dan pesawat pencari, perahu dan tim SAR pun pada turun ke lapangan.

Ok. Bisa jadi benar. Karena korbannya adalah banyak warga Negara asing, maka Negara-negara bersangkutan turut ambil bagian dalam pencariannya. Tetapi mengapa begitu banyak Negara yang berkepentingan ? entahlah..

Di sela-sela itu, muncul fenomena menarik. Dukun-dukun di Indonesia pada turut meramal. Begitu pula dukun Malaysia.  Di sejumlah media massa, ditunjukkan, mengenai sejumlah dukun yang turut berpartisipasi dalam meramalkan atau mengomentari masalah musibah kedirgantaraan di Malaysia ini.

Ada fenomena apa terkait hal itu ?  apa maknanya saat dukun-dukun di kedua negara bertetangga ini muncul ke permukaan ?

Tidak perlu heran, dan tidak perlu saling tuduh dan melecehkan. Secara antropologis, dan bila memperhatikan hal itu, maka Indonesai dan Malaysia pada dasarnya masih tetap dikategorikan Negara berkembang. Karena itu, nilai-nilai budaya dan pemikiran mistik seperti masih hidup di tengah masyarakat.

Bahkan, satu hal yang uniknya lagi, khususnya di Indonesia, kegiatan dukun walau dengan sebutan yang beragam (bisa disebut paranormal atau guru spiritual, dan atau malahan ‘ustadz’), sudah bukan sesuatu yang patut disembunyikan.

Di Indonesia, di era media ini, para pelaku klenik dan paranormal itu, sudah biasa muncul ke public, dan seolah dirayakan. Mereka itu kerap hadir di media, dan ditanya ragam masalah.  Media kerap meminta tanggapan atau komentar darinya mengenai apa yang sedang menjadi perbincangan masyarakat. Kalangan paranormal kerap meramaikan ramal meramal mengenai tahun baru, kehilangan pesawat, kandidat presiden, dan ikhtiar menjadi caleg. Sehingga masyarakat tidak bisa membedakan antara analisis politik dengan analisis dukun, analisis ekonomi dan ramalan paranormal.  

Bahkan, menu hiburan di media elektronik ada yang menyisipkan ramal meramal, sebagai bagian dari menu hiburannya. Tak ayal lagi, dan kiranya tepat, bila kita sebut dukun di Indonesia sudah menjadi bagian dari hiburan, atau dukunteinment !
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar