Just another free Blogger theme

Rabu, 04 Januari 2017


Seringkali kita mendengar, ada orang yang kehabisan kata-kata bila menulis sebuah surat, artikel atau makalah. Ketika kita sedang memberi sambutan, kadangkala (khususnya bagi mereka yang jarang memberikan sambutan secara langsung tanpa teks) merasa kehabisan pembicaraan. Keadaan seperti ini, sudah barang tentu membuat kita merasa ’bete’ dan menyakitkan. Terlebih lagi, bila sedang berhadapan dengan orang yang kita hormati, maka kehabisan ide/pemikiran atau kata-kata, membuat keresahan dalam jiwa ini semakin menguat.




Kita memang, kerap kali merasa grogi, atau ilang ’pangacian’ sehingga sesuatu hal yang sudah mau dikatakan pun, tiba-tiba lupa, atau hilang dalam ingatan. Memang, sesungguhnya peritsiwa serupa ini, bukanlah kasus yang menimpa diri kita saja, banyak orang yang pernah merasakan hal tersebut.

Banyak hal yang bisa menyebabkan hal demikian itu terjadi. Misalnya, karena kurang menguasai persoalan, terlalu banyak pertimbangan, tidak siap mental, atau sedang tidak konsen atau tidak peduli pada pokok bahasan tertentu. Semua hal tersebut, bisa datang bersamaan, dan dapat pula hanya salah satu hal saja yang menimpa seseorang. Sehingga, dengan adanya kondisi seperti itu, menyebabkan perasaan kehabisan kata-kata itu sering terjadi.

Kendatipun demikian, tidak semua orang tahu, cara memecahkan masalah ini. Ketidakmampuan mengembangkan pemikiran, atau memekar konsep dan uraian, merupakan penyakit manusia. Para sarjana yang sedang membuat karya ilmiah atau skripsi, seorang remaja yang sedang jatuh cinta, kerap kali mengalami kehilangan bahasa atau kata-kata dalam mengekspresikan perasaan atau pemikirannya.

Pengalaman membuktikan bahwa kemampuan mengungkapkan pikiran sebanyak mungkin, bukan hanya karena kemampuan kita menguasai sesuatu hal. Tetapi, masalah kesenangan atau kebetahan kita untuk ngobrol pun menjadi bagian dari pendukung terhadap kemampuan untuk mengembangkan pemikiran. Oleh karena itu, lingkungan yang membikin betah, teman ngobrol yang menyenangkan dan kondisi hati atau perasaan kita yang senang, merupakan faktor pendukung terbangunnya sebuah keterampilan dan kemampuan pengembangan berfikir.

Berdasarkan argumentasi seperti ini, maka pelajara yang pertama dalam melatih pemikiran dan penalaran ini, adalah membudayakan kebiasaan berfikir yang mengembang.

Pemahaman Dasar. Tidak ada istilah teknis yang digunakan dalam menjelaskan konsep ini. Untuk sekedar, pemaknaan terhadap konsep ini, maka yang dimaksudkan dengan berfikir mengembang itu adalah kemampuan seseorang dalam meluaskan pemahaman, pengertian atau analisa. Jika orang lain, dapat menjelaskan kata ‘kursi’ dengan dua kata, maka orang yang mampu berfikir mengembang, dapat menjelaskan dalam 10 kata atau lebih.

Model berfikir mengembang ini, jika digambarkan adalah sebagai berikut:

Dalam visualisasi di samping, menggambarkan bahwa berfikir mengembang itu, adalah sebuah upaya meluaskan kajian atau bahasan ke arah luar. Bidang kajian utama, tetap dijadikan pijakan. Namun pembahasaannya meluas.


Permainan I



Dalam permainan ini, kita dituntut untuk mengembangkan kemampuan mengeluarkan pendapat melalui pernyataan mengenai sebuah benda, atau konsep. Misalnya saja mengenai kursi.

Permainan lebih baik dilakukan dalam sebuah kelompoik belajar, misalnya dalam sebuah kelas yang terdiri dari 5 1- 10 orang. Tugasnya adalah. “definisikan apa yang dimaksud dengan kursi ?”

Peraturan permainannya :
a) Setiap orang wajib mengeluarkan pendapat
b) Pendapat yang dikemukakan, adalah mengungkap ulang pendapat orang terdahulu, kemudian menambahkan satu kata atau lebih terhadap kalimat tersebut.
c) Pendapat tersebut, harus dinyatakan dalam bentuk kalimat yang lengkap.

Dari permainan ini, misalnya saja muncul pendapat sebagai berikut :

1. Kursi adalah tempat duduk
2. Kursi adalah sebuah tempat duduk
3. Kursi adalah sebuah tempat duduk indah
4. Kursi adalah sebuah tempat duduk indah berkaki empat
5. Kursi adalah sebuah tempat duduk indah yang berkaki empat
6. Kursi adalah sebuah tempat duduk yang indah dengan kaki penunjang sejumlah empat.
7. Kursi adalah sebuah tempat duduk yang indah dengan kaki penunjang sejumlah empat buah, dan pada umumnya menjadi bagian dari kelengkapan meja.
8. Kursi adalah sebuah tempat duduk yang indah dengan kaki penunjang sejumlah empat buah, dan pada umumnya menjadi bagian dari kelengkapan meja, baik di yang ditempatkan di ruang tamu, ruang belajar, ruang makan, ataupun ruang istirahat, sesuai dengan bentuk dan fungsinya masing-masing, guna melengkapi kebutuhan manusia dalam melakukan aktivitas sehari-harinya.
9. Dan seterusnya, …….(Anda dapat kembangkan sendiri)

Kemampuan ini, terkadang dianggap sepele. Orang menganggapnya sebagai sebuah keterampilan yang sederhana. Padahal, diakui atau tidak keterampilan berfikir mengembang ini, bukan sebuah keterampilan berfikir (intellectual skill) yang sederhana. Tanpa latihan dan kemauan keras untuk mengembangkan fikiran, maka kemampuan ini akan sulit dimiliki oleh seseorang.

Salah satu teori yang mendukung pentingnya berfikir mengembang adalah language intelligence dari Howard Garnder (2000). Dalam pandangan teori Multiintelligence ini, ada seseorang yang memiliki kemampuan khusus dalam berbahasa, sehingga mampu mengungkapkan dengan kalimat, narasi atau bahasa tutur yang luas dan mendalam. Keterampilan inilah, seringkali muncul dalam seorang novelis, pendongeng atau pembuat scenario film.

Perhatikan jawaban orang ke – 1 sampai orang ke – 7 ! Anda dapat menemukan bukti bahwa kata ‘kursi’ dapat dijelaskan oleh berbagai kalimat dengan jumlah kalimat yang berbeda. Inilah yang disebut dengan berfikir mengembang.

Apa makna yang dapat ditarik setelah melakukan permainan ini ? adakah anda menemukan sesuatu hal yang sangat berharga ?

Kemampuan laten

Tidak bisa dipungkiri, setelah melakukan permainan ini, kita merasakan bahwa kita memiliki kemampuan dalam menuturkan ekspresi diri sendiri, baik yang terkait dengan pengetahuan maupun wawasan tentang sesuatu hal yang sedang kita hadapi. Hal ini dapat dibuktikan dengan kemampuan kita dalam mendefisinikan mengenai konsep kursi.

Selama ini, mungkin kita tidak merasakan bahwa kita mampu mendefinisikan konsep kursi begitu luas dan rinci. Karena memang selama ini, kita cenderung untuk tidak mengungkapkannya secara terbuka dan berani, sehingga kita tidak tahu kemampuan kita yang asli mengenai wawasan atau pemahaman kita terhadap sesuatu hal tersebut.
Latihan :

Untuk latihan berfikir mengembang, silahkan latih kemampuan Anda melalui pertanyaan berikut ini :

1. Buat kalimat lengkap dengan kata kunci : (a) manusia, (b) akal, (c) sedih, (d) menatap, (e) jauh, (f) dan
2. Buatlah sebuah puisi dengan judul : (a) cinta, (b) benci, (c) jalan
3. Lakukan tanya jawab dengan teman sebangku dengan diawali sebuah pertanyaan : “Kamu tahu Ngga tentang ……?” (pilih kata kuncinya masing-masing).

TIP & TRIK

Untuk mengembangkan kemampuan berfikir mengembangkan, Anda dapat melakukan salah satu tip & trik berikut :

1. Latihan : tak ada keterampilan hidup yang tumbuh selain dari latihan
2. Tumbuhkan sikap berani untuk mengungkapkan pendapat sendiri.
3. Jangan takut salah dalam berpendapat. Salah ketika belajar adalah sesuatu hal yang wajar, sedangkan belajar salah adalah kurang ngajar.
4. Ciptakan lingkungan belajar yang betah.
5. Tumbuhkan semangat hidup untuk mencari pengetahuan dari siapapun dan kapanpun.

Orang pintar, bukanlah orang yang menghapal seluruh bacaan untuk mendapatkan satu pengetahuan, tetapi membaca satu pengetahuan untuk menjelaskan seluruh bacaan.
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar