Just another free Blogger theme

Kamis, 24 Agustus 2017

Hari ini. Tidak terasa, air mata ini harus turun. Dengan rona yang masih bening, namun kelihatan masih segar, dan hangat. Seolah menggambarkan, butiran air yang benar-benar tidak diinginkan, namun harus tetap keluar dan terjatuhkan.

Jika hujan yang membasahi bumi, adalah sebuah berkah. Tetapi, lantai rumah yang terbasahi air mata ini, malah membuat rasa ini, kian lemah. Tubuh pun, kian tak kuasa untuk bisa tegak menatap lelangit yang ada diatas kepala.
Kau, yang disana. Manusia yang tidak memiliki rasa. Menghancurka masa depan anak manusia, dengan tega. Hanya luapan ego yang kau turut, membuat dunia mengkeerut, dan sejuta wajah cemberut.
Di sinilah. Saya kian menyadari dan merasakan. Bahwa, musibah dan bencana, tidaklah selamanya karena ulah tangan kita. Bencana dan musibah, bisa terjadi, karena hadir manusia durjana, yang hidup tanpa rasa.
Disana kau tersenyum. itu pun palsu. Karena kau tahu, bahwa itu semua adalah ulah batu yang menunggu lebur oleh matahari. Di sana kau tertawa. tetapi, kau pun tahu. itu adalah palsu. Karena tawamu, menunggu siraman hujan yang meremukkanmu.
Kau merasa gagah, dengan menggagahi.
kau merasa mulia, dengan menghina
Kau merasa tinggi, dengan merendahkan
tapi kau pun tahu. itu palsu.
Andai saja.malam ini, tidak akan bertemu pagi. Ku yakin, tak ada satu binatang pun, yang mengharap kehadiranmu.
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar