Just another free Blogger theme

Selasa, 22 Oktober 2019


Hasil gambar untuk dicariBagi seorang pelajar, baik itu siswa maupun mahasiswa, kerap kali dihantui oleh pertanyaan, apa yang akan menimpa dirinya di hari esok ? apa yang akan teralaminya kelak selepas lulus dari lembaga pendidikan ? proses pembelajaran yang selama ini, dijalaninya, seolah kurang memberikan harapan besar bagi masa depannya sendiri. Dia ragu, apakah ijazah yang kelak dimilikinya itu bisa bermanfaat atau tidak bermanfaat.

Untuk menegaskan hal ini, setidaknya kita dapat memetakan, masa depan kita, bergantung pada kepemilikan kita mengenai dua hal, baik itu mengenai ijazah maupun kompetensi. Di kesempatan lain, saya sudah memberikan penjelasan serupa mengenai hal ini. Tetapi, kiranya, akan lebih baik lagi, bila dalam kesempatan ini pun, kita bisa ulas kembali, mengenai hubungan antara ijazah dengan kompetensi kita.
Pertama, ada yang memiliki ijazah, tetapi kemampuannya tidak tampak, atau tidak menonjol. Modal utama yang dimilikinya adalah ijazah itu sendiri. Kita tidak membicarakan mengenai jenjang ijazahnya, apakah itu SMA, D1 atau Sarjana. Hal yang pasti, anak ini memiliki ijazah.  Tersebab kemampuannya tidak menonjol, sementara dia memiliki ijazah, maka hal utama yang harus dilakukan itu adalah mencari.  Mencari pekerjaan, mencari lowongan kerja atau menemukan peluang. Itulah kebanyakan dari orang-orang yang ada saat ini.
Di sekitar kita, akan dengan mudah,  menemukan para lulusan lembaga pendidikan tertentu, yang sedang menunggu kepastian, atau menunggu panggilan. Mereka lakukan itu, karena dalam beberapa hari sebelumnya sudah memasukkan sejumlah lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Anak-anak ini, adalah beberapa contoh dari orang yang sedang mencari pekerjaan.
Ini adalah resiko. Resiko yang harus dihadapi oleh seseorang,
Kedua, adalah mereka yang memiliki kemampuan unggul dengan ijazah yang kualified.  Kemampuannya unggul, dengan lembaga pendidikannya yang dipercaya public. Perusahaan dan masyarakat, sudah percaya  terhadap kualitas layanan pendidikan dan lulusan dari lembaga pendidikan tersebut.
Orang yang lahir dari kelompok ini, akan menjadi orang yang dicari. Dicari perusahaan,  dan dibutuhkan masyarakat. Kelompok ini, bukan saja menjadi kebanggaan orangtua, tetapi juga menjadi ahli yang dinantikan oleh pihak perusahaan.
Ketiga, ada pribadi yang harus usaha sendiri. Ijazah mungkin tidak punya, tetapi memiliki keterampilan hidup dan praktis yang unggul. Tipe dari orang seperti ini, harus belajar sendiri, dan berusaha sendiri dalam membuktikan keyakinan hidupnya, untuk bisa hidup mandiri.
Masyarakat, dan orantua, kadang tidak percaya sebelum kelihatan keberhasilannya. Terhadap orang tipe ketiga ini, usaha keras dan bukti nyata menjadi sangat penting untuk dikedepankan, dibandingkan janji atau cerita belaka.
Terakhir, adalah orang yang memang patut dikasihani. Kemampuan tidak ada, ijazah formal tak punya. Orang yang bertipe seperti ini, bukan saja membutuhkan bantuan dari sisi material, tetapi juga butuh konseling mengenai kesadaran dan motivasi hidupnya.

Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar