Just another free Blogger theme

Kamis, 13 April 2023

Kemarin. Lebih tepatnya, peristiwa itu terjadi, pada kemarin luas. Namun, baru diceritakan hari kemarin. Jadi cerita ini, diterima dua hari setelah kejadiannya.  Namun rasanya, perlu untuk dikemukakan disini, dengan maksud dan tujuan untuk berbagi pengalaman dan pemahaman dengan sesama para pencari rahmat dan keridoan Allah Swt.



"Kang..." begitulah kira-kira kalimat pembuka dari si penutur. "Sebenarnya, cerita itu, tidak perlu disampaikan pada orang lain, tetapi andai saja bermanfaat, mungkin hal ini, perlu dijadikan bahan renungan bagi kita semua..." paparnya lagi membuka pembicaraan. "Tadi pagi, saudara kita menangis di gazebo....alasannya, karena dia meyakini bahwa lailatul qadr sudah terjadi di malam ke-21..." ungkapnya.

"Waduh, bagaimana dia bisa yakin ?"

"ya, itu menurut keyakinannya begitu...?"

"Lantas apa yang terjadi ?" tanyaku lagi, "apa yang dia lakukan setelah menangis...."

"ya, dia sedih, dan menyesal, tidak bisa memanfaatkaan malam yang mulia tersebut..?"

-o0o-

Kisah itu tidak akan diperpanjang. Karena pengalaman seperti itu, lebih merupakan pengalaman pribadi. Pengalaman subjektif, atau gerak spiritualitas perorangan. Sulit dibantah, dan juga sulit dibuktikan. Karena bersifat pengalaman. Namun ada hal penting yang perlu disampaikan di sini, "apakah, kalau lailatul qadr sudah terjadi, maka kita tidak perlu melanjutkan shaum ramadhan ? apakah kalau lailatul qadr hanya terjadi satu kali dalam bulan ramadhan ?"

Masalah ini pelik. Dan biarkan ulama yang bisa menjelaskan masalah ini. Hanya saja, sebagai sebuah tawaran pemikiran, dan untuk memudahkan tuturan kita kali ini di sini, maka kita akan sebut saja, bahwa lailatul qadr (malam keputusan) terjadi hanya satu kali dalam satu bulan Ramadhan. Lantas pertanyaan kedua, apa yang harus kita lakukan kalau lailatul qadr sudah terlewatkan ?

Pertama, kita memahami bahwa derajat takwa adalah derajat seorang mu'min yang terbuka, bagi siapa saja. Derajat takwa adalah hak seorang muslim. Siapapun orangnya, sepanjang beriman dan menjalankan perintah Allah Swt bisa berkesempatan meraih derajat takwa. Menemukan malam qadr atau tidak, derajat ketaqwaan masih terbuka untuk kita raih. Artinya, tidak perlu menyesal, dan jangan kendor untuk menuntaskan amalian Ramadhan !

Kedua, terdapat cukup banyak pintu untuk masuk pintu surga. Bukan hanya satu. Artinya, jika kurang berhasil di pintu satu, bisa manfaatkan pintu yang lainnya. Misalnya ada pintu jihad, pintu puas (baabur rayyan), pintu dzikir, pintu bakti pada orang tua dan lain sebagainya. Karena itu, jangan putus asa dari rahmat Allah Swt.

Berdasarkan pemikiran ini, kita masih tetap memiliki peluang hadir di Syurga Allah Swt sesuai dengan derajat ketakwaan dan pintu syurga yang kita bisa lalui....  


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar