Just another free Blogger theme

Selasa, 02 April 2024

Emang sulit, berdiskusi dengan orang yang berpikiran rumit. Atau mungkin juga, kerana kemampuanku inilah, yang tidak mampu menangkap maksud dan tujuan, serta pesan yang disampaikan orang lain, sehingga, diri ini tidak mampu menangkap pesan yang disampaikannya. Malahan, pada ujungnya, kemudian mengambil kesimpulan, bahwa lawan bicara itu, berpikiran rumit !


Padahal selama ini, saya sendiri berpendapat bahwa yang paling sulit, yaitu berpikiran rumit. Berpikir rumit itu sulit. Harus nyambung sana, ngait situ, nyentuh ini, nyenggol sona, dan lain sebagainya. Sulit dilakukan, dan tidak mudah dipahami oleh banyak orang, atau lawan bicara. 

Tetapi, anehnya, kok masih ada yach, orang yang terbiasa dan bisa menggunakan pikiran rumit !?

Dalam satu forum. Sudah disampaikan, "saya belum banyak belajar tentang ini, mari kita belajar bersama tentang semua hal itu...!" pernyataan ini, sengaja disampaikan, dengan maksud dan tujuan, semua pihak dapat berpikir stara dan saling mendukung terhadap program yang akan dilakukan. Sudah tentu, sangat tidak menarik, bila kemudian, pembicaraan dimonopoli seseorang, dan informasi terakumulasi pada satu orang. Posisi dan kondisi itu, sangat tidak menguntungkan dalam membangun kesadaran kolektif mengembangkan masa depan organisasi.

Seperti yang dialami dan dirasakan selama ini. Kalau informasi dimonopoli, maka akan tersudutkan pada informan. Semua pihak akan bergantung dan mengantungkan diri pada informan tersebut. Kemudian informan akan diposisikan sebagai satu-satunya narasumber dan aktor yang bisa melakukan semua hal itu. Situasi dan kondisi itu, sangat-sangat tidak menguntungkan dalam membangun budaya organisasi yang baik.

Sehubungan hal itu, maka distribusi informasi dan sumber informasi, adalah salah satu cara untuk membangun kesadaran kolektif dan menebar kepercayana kepada semua pihak. Dengan adanya hal serupa itu, maka penguasaan dan kekuasaan terhadap kegiatan organisasi, akan tersebar, dan dalam diri setiap orang akan tumbuh rasa memiliki terhadap nasib dan perkembangan organisasi di masa depannya. 
Sekali lagi, dalam konteks inilah, misi dikedepankan pendistribusian informasi. 

Kendati demikian, memang tidak semua paham terhadap agenda organisasi seperti ini.  Satu diantaranya, ada yang mencoba melakukan penafsiran terlampau rumit, sehingga memusingkan dirinya sendiri. Karena tafsiran serupa itulah, rasanya, adalah bila dikatakan, bahwa pernyataan Einstein itu (bila tidak salah kutip), orang cerdas itu adalah orang yang mampu menyederhanakan masalah yang rumit, bukan menjelaskan secara rumit hal-hal yang sederhana ! 


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar