Just another free Blogger theme

Jumat, 09 Desember 2016

“Si Ibu Euis, yang kemarin melamar kerja itu, kini sudah keluar…..?” ujar istriku.“mengapa ?”“alasannya mah sederhana, capai katanya….” Ungkapnya lagi, “gak kuat dengan ritme kerja…..”

Hasil gambar untuk lelahBagi kita yang terbiasa bekerja. Kita sering mendengar istilah ritme kerja, beban kerja, tugas, waktu, istirahat, dan juga istilah cape. Hamper sudah menjadi menu harian, ucapan dan ungkapan itu meluncur dari lisan kita. Banyak diantara kita, dan mungkin jadi, diri kita sendiri, pernah mengatakan hal itu.
Tetapi, apakah ada yang memiliki penjelasan rinci, mengapa dan apa makna cape yang kerap kita  lontarkan tersebut ? rasanya, tidak sederhana, dan  tidak mudah untuk menjelaskan makna dari istilah ini.
Pemahaman kita yang umum, kerap kali, mengartikan istilah cape karena adanya ketidakseimbangan energy yang kita punyai dengan beban yang ditanggung. Saat, beban kerja yang berat, waktu kerja yang lama, sementara energy dalam tubuh kita terbatas, maka kita akan merasakan kecapaian atau kelelahan.
Untuk aspek yang pertama ini, kita bisa menyebutnya sebagai kelelahan fisik atau biologis. Itulah rasa cape yang disebabkan karena energy kita tidak seimbang dengan beban kerja atau waktu kerja yang kita miliki.
Kedua, kelelahan atau rasa cape yang mengacu pada persepsi atau kelelaan mental. Sumbernya bukan dari tenaga, tetapi dari mental diri sendiri. Jika rasa sudah tidak berkenan, jika hati sudah tidak nyaman, maka aktivitas seringan apapun, akan terasa berat, dan bisa melelahkan.
Pernah jalan kaki menuju tempat wisata yang diinginkan ? jaraknya jauh ? bersama dengan orang tercinta ? terasa lelah tidak ? rasanya, kita akan merasakan kenyamanan yang luar biasa, bisa berjalan dengan orang tercinta, walaupun harus  berjalan jauh. Itu semua, karena energy jiwa yang kuat dalam menghadapi tantangan.
Terakhir, yang ingin dikemukakan di sini, khusus untuk kelompok tertentu, ada juga kelelahan ekonomis. Maksudnya, yaitu adanya ketidakseimbangan antara energi yang dikeluarkan dengan pendapatan yang diterimanya.  Mental seseorang akan jatuh dan merasa lelah atau cape, jika pendapatan tidak sesuai  dengan harapannya, atau tidak sesuai dengan energy yang sudah dikeluarkan.

Dalam konteks terakhir itu, kelelahan tidak lagi bersumber pada fisik, atau psikologi, tetapi lebih pada pertimbangan ekonomi yang dimilikinya. 
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar