Just another free Blogger theme

Rabu, 15 Februari 2023

 Dalam minggu-minggu terakhir ini, ramai membicarakan childfree. Media sosial khususnya, sangat getol dan membincangkan, atau mungkin sensinya lagi, menggunjingkan pernyataan sikap dari salah satu selebgram Indonesia yang tinggal di luar negeri, yang mengambil pilihan Childfree.

Hihii..betul !




Tidak semua orang paham, mengenai maksud dan tujuan dari childfree. Jangankan maksud dan tujuannya, untuk sekedar memahami makna pokok dari istilah ini saja, masih banyak yang mengalami kesulitan. Apa itu, makhluk apa, dan perilaku sejenis apa yang dimaksud dengan child free ? dan masih banyak lagi, pertanyaan-pertanyaan yang unik dan juga kritis terkait masalah tersebut.

Secara sederhana, childfree adalah sikap seseorang atau pasangan keluarga yang secara sadar dan sukarela untuk mengambil sikap hidup tidak memiliki keturunan biologis. 

Lho, kalau tidak memiliki keturunan biologis, berarti seorang keluarga childfree, bisa dong memiliki anak ? katanya tidak mau direpotkan dengan anak ?

Iya, betul. 

Dalam kasus-kasus tertentu, mereka tidak mau dipusingkan dengan anak kandung (anak biologis). Andaipun, dalam satu moment kemudian ada hasrat untuk memiliki anggota keluarga, maka dia akan mengambilnya dengan cara mengadopsi anak. Itulah yang mereka lakukan.

Ah, jadi bingung, kan childfree itu artinya bebas dari anak !

Ok. Kita masuk pada sikap yang ekstrim serupa itu. Betul. Makna umum dari istilah childfree adalah bebas dari anak. Secara sukarela, keluarga  mereka mengambil sikap untuk tidak memiliki keturunan. Hal itu terjadi, karena ada beberapa alasan.

Pertama, ada alasan kesehatan. Jika salah satu pasangannya, baik suami ataupun istri, mengalami masalah dengan kesehatannya, maka pilihan childfree bisa jadi pilihan. Setelah berkonsultasi ke dokter, ternyata kandungan atau rahim, atau pihak laki-lakinya, ternyata memiliki kendalah kesehatan. Kesimpulan dokter, mereka infertil (mandul atau tidak subur), atau rahim tidak memungkinkan untuk hamil. Maka, pilihannya adalah tidak memiliki keturunan. Childfree.

Kedua, alasan fisik. Sedikit berbeda dengan alasan pertama, untuk alasan kedua ini, lebih berisifat subjektif. yakni ingin sehat, bugar, dan tampil cantik. Ada kekhawatiran, kondisi fisik atau performa menurun gara-gara hamil atau repot dengan anak, maka dia mengambil pilihan childfree.

Ketiga, alasan pekerjaan. Seorang traveler, akan senantiasa pindah tempat dan mobile. Jika hal itu terjadi, maka dia akan terhambat jika harus hamil, menggendong bayi atau membawa anak kecil.

keempat, alasan over populasi. Dengan sadar, karena penduduk dunia sudah banyak, maka dia mengambil pilihan childfree, dan lebih sedang mengadopsi anak.

Kelima, alasan ekonomi. Untuk kepentingan investasi, childfree bisa dijadikan pilihan. Dengan mengambil jalan seperti ini, seseorang bisa invest dan bahagia bersama pasangan.

Keenam, alasan ketidaksiapan mental menghadapi masalah yang ditimbulkan akibat kehadiran anak. Misalnya, anak nakal, anak cacat, anak sakit, anak nangis dan lain sebagainya. Rupa-rupa masalah anak itu, dipandangnya akan mengganggu karir dan konsentrasi hidup sang pasangan.

Apakah ada alasan lain, selain alasan praktis yang sudah disebutkan tadi ? sudah tentu, setiap orang akan memiliki kondisi pribadi dan lingkungan yang uni dan berbeda-beda.

Bagaimana tanggapan kalian ?  



Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar