Just another free Blogger theme

Sabtu, 11 Juli 2026

Sebelas Juli 2026, adalah bagian dari hari bersejarah. Khususnya dalam kaitan dengan perkembangan madrasah di tempat kerja, MAN 2 Kota Bandung. Hari ini, merupakan puncak dari perjalanan penerimaan Santri Baru Rumah Tahfizh MAN 2 Kota Bandung. Adan sebelas 11 santri untuk tahun ini. Dua santri, adalah santri senior, dan 9 santri baru, menjadi keluarga besar Rumah Tahfizh.


Ada sebuah kebahagiaan, dan kebanggaan bagi MAN 2 Kota Bandung. Kegiatan hari ini, menjadi momentum bersyukur, karena agenda pengembangan layanan pendidikan di lingkungan MAN 2 KOta Bandung, sudah mulai mekar. Sejumlah orangtua, sudah mulai mencium programnya, dan sejumlah anak sudah menjadi bagian keluarga besarnya.

Kilas sejarah. Untuk periode 2026-2027, Kepala Rumah Tahfizh masih menjadi amanah bagi Hj. Evi Nurfaridah, M.Pd.I., dengan sekertaris umumnya, M. Fuad Pradana, S.Ag. Sementara, jajaran manajemennya, secara ex-officio dipegang oleh wakil Kepala MAN 2 Kota Bandung, yaitu kesantrian oleh Muhammad Yusuf, S.Pd., kurikulumnya oleh Muhammad Hilham Zein, S.Pd.,  Sarana prasarana oleh Titin Khatimah, S.Pd.,  Kehumasan oleh Ikeu Kartika, M.P.Kim.

Prosesi kegiatan Penerimaan Santri Baru Rumah Tahfizh Nurul Qur'an MAN 2 Kota Bandung, dibuka secara resmi oleh Kepala Madrasah, dan sejumlah pengurus Komite Madrasah. Anggota Komite yang hadir yaitu Kapten Supriadi, dan Fitri Sundari, S.H. Kegiatan dibuka oleh Marsya dan Qonita, santri senior yang berposisi menjadi MC. Sementara, pembacaan ayat suci al-Qur'an langsung diisi oleh musyrifah, Teh Softwatunnuroniah.

Dalam sambutan kegiatannya, Hj. Evi menyampaikan salam takzim kepada santri baru, dan juga ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pihak Komite, Madrasah, dan orangtua yang sudah memercayakan putrinya ke Rumah Tahfizh. Sementara, dari pihak Komite, bu Fitri Sundari mengingatkan mengenai nilai hikmah dalam memfasilitasi putri untuk bisa menjadi penghafal Qur'an, yakni akan menjdi penyelamat kehidupan kita di akhirat (Syafa'at).

Dr. Awaludin Hamzah, sebagai Kepala Madrasah memberikan pesan, mengenai pentingnya kita menjaga kebersamaan dalam melakukan pembinaan dan pendidikan kepada santri, sehingga dapat menghasilkan lulusan terbaik, dan menjadikan santri yang sholehah.

Di sela kegiatan itu, sesi serahterima santri dari orangtua kepada Kepala Rumah Tahfizh, disampaikan oleh Haji Faisal, orangtua dari Tazkiya, memberikan ucapan terima kasihnya kepada pihak Rumah Tahfizh, dan menitipkan putri-putrinya untuk dididik menjadi anak solehah dan cerdas. 

Sesi terakhir, sebelum foto bersama, santri Rumah Tahfizh mendapat kenangan dari muwakif orangtua siswa, dalam bentuk paket seragam gamis. Alhamdulillah.



Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar