Just another free Blogger theme

Sabtu, 30 Mei 2026

Bukan untuk yang pertama kalinya pengalaman tidak mendapatkan bagian daging kurban. Kiranya bukan hanya satu atau dua orang, tapi cukup banyak orang yang tidak kebagian kurban. Bagi kita yang ada di satu kompleks saja, tidak semua warga kebagian jatah daging kurban. Tidak semua. Selalu ada saja warga yang tidak kebagian kurban. 



Kalau kita jadi panitia, seperti panitia kurban di dekat rumah, tentu kita akan kebagian daging kurban. Pasti, kebagian. Hal yang berbeda dari tahun ke tahun, jumlah bungkusan atau timbangan daging kurban yang diterimanya. Sebagai panitia, tentu saja, akan mendapatkan jatah daging kurban.

Jumat, 29 Mei 2026

Wacana ini tidak dimaksudkan untuk membahas masalah hukum atau fiqh dalam ajaran Islam. Wacana ini lebih menekankan pada aspek konsistensi, sejumlah istilah yang ada kaitannya dengan narasi yang dibangun, dan viral di masyarakat. Harapan kita, dengan pewacanaan ini, ada sebersit sinar kearifan untuk semua pihak, dalam mensikapi gejala sosial yang muncul dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya saat membincangkan kebijakan Pemerintah menggelontorkan APBN untuk Qurban Presiden.



Pertama, hal penting yang perlu dikedepankan adalah duplikasi konsep. Mau tidak mau, ada kebutuhan untuk menjelaskan mengenai duduk persoalan konsep. Konsep yang dimaksud adalah konsep ibadah qurban. Ibadah Qurban dalam pemahaman umum masyarakat Muslim, dan juga hukum, adalah ibadah personal.

Kamis, 28 Mei 2026

"sudah, diridhokan saja, semua ini sudah terjadi, dan kita harus menerima kenyataan ini.." nasihat, seorang tetua kepada generasi mudanya. Pesan itu, disampaikan, saat kenyataan pahit menimpa, dan diluar dugaan atau di luar pemikiran sebelumnya. Karena itu, sang Tetua memandang, bahwa kita semua harus meridhokan, kenyataan ini. 



Ucapan itu terasa sederhana, dan sangat mudah meluncur dari lisan kita. Tentunya, sebagai orang yang tidak merasakan deritanya, akan dengan  mudah, meluncurkan kalimat itu. Tetapi, bagi kita yang merasakan derita itu, misalnya, saat gagal dalam meraih cita, berpisah dengan orang yang dicintai, gagal menikahi seseorang, bencana kebakaran, atau ditinggalkan orangtua, maka derita-penyesalan sangat terasa hadir dalam emosi kita. Namun, sejumlah orang yang berada di luar kita, dan tidak menjadi bagian dari derita yang kita rasakan, dengan sangat mudah meluncurkan kata dan ucapan, yang disebutnya menjadi sebuah nasihat, supaya kita dapat dengan mudah untuk meridhokannya.

Rabu, 27 Mei 2026

Salah satu wacana yang biasa dan akan muncul, di seputaran perayaan idul adha, adalah bagaimana implementasi pengakuan terhadap hak-hak hewan ? 



Seperti yang terjadi hari ini. Muncul ketusan, "kasihan, sapinya..." ungkap seorang ibu, saat menyaksikan prosesi penyembelihan hewan qurban. Mendengar ungkapan itu, langsung sebagiannya lagi, nyeletuk, "memang itu, takdir sapi, begitu..."

Selasa, 26 Mei 2026

Sebuah perjalanan spiritual agung, dialami seorang Muslim, dalam 6 bulan terakhir. Perjalanan spiritual ini, bermula dari rajab, sya'ab, sampai dzulhhijjah. Secara umum, dua perjalanan awal puncaknya di Ramadhan atau idul fitri. Sedangkan, dua bulan berikutnya, adalah menuju idul adha.


Lantunan doa, yang dilisankan seorang Muslim di bulan Rajab.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Allahumma bârik lanâ fî rajaba wasya'bâna waballighnâ ramadlânâ
"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan." 

Senin, 25 Mei 2026

Ada tradisi baru. Mungkin, karena di perkotaan. Sejak dini hari, sudah ada informasi, "bapak-bapak, ibu-ibu, sahur-sahuuuuuur..." sebuah pengingat, dari pengeras suara, dari kejauhan. Pagi ini, bukan di bulan Ramadhan. Suara itu, terdengar di pagi hari, jelang subuh, pada tanggal 9 Dzulhijjah. Sejak tinggal di Kota, suara ini, kerap terdengar di setiap tahunnya. 



"inilah kebiasaan, warga di kompleks ini..." ujar seorang rekanan, yang tinggal tidak jauh dari mushala tersebut. Beberapa waktu yang lalu, sempat juga bertanya, apakah kebiasaan serupa ini, hanya terjadi jelang shaum 'arafah ? Sang penutur memberikan tanggapan lanjutan, bahwa tradisi membangun sahur shaum sunnah ini, kadang dilakukan pula, bila bertepatan dengan shaum daud.

Minggu, 24 Mei 2026

Tidak ada manusia yang sempurna. Kira-kira, demikianlah ucapan kebanyakan orang. Kalimat itu, bisa dikatakan sebagai pernyataan normatif, dan bisa pula sebagai upaya pembelaan diri.  



Pernyataan yang bisa dikategorikan sebagai pernyataan normatif, karena mengandung makna yang sulit diukur, dan mudah dipahami. Persoalan itu, akan mudah memancing perdebatan panjang, dan berkelanjutan, bila kemudian, mempertanyakan indikator dari manusia sempurna. Terlebih lagi, bila dikaitkan dengan indikator, tidak ada catat, atau kelemahannya. Maka, untuk ukuran serupa itu, tidak akan ada manusia yang sempurna. karena itulah, pernyataan itu, masuk kategori pernyataan normatif, atau bersifat umum.

Sabtu, 23 Mei 2026

Ada yang mengatakan, "Juara liga sekarang ini, Persijap.."

Kenapa ?

Mereka mengatakan, "ya, itu, bila klasemen liga 1, hanya diikuti oleh dua peserta, yakni Persib dan Persijap saja." paparnya, "dengan 2 peserta itu, maka Head to Head, antara Persijap dan Persib, dimenangkan oleh Persijap..."

Tentu saja, mendengar penjelasan serupa itu, tidak perlu tersinggung, dan tidak perlu koment, berkepanjangan. Walau, dibalik dua pertemuan itu, memang banyak hal yang bisa dibincangkan oleh para pengamat bola. Namun, untuk sekedar meramaikan diskusi atau obrolan di poskamling, pandangan serupa itu, sah saja untuk diungkapkan.

Jumat, 22 Mei 2026

Apakah ada demokrasi di sebuah negara ? sebuah pertanyaan, yang bisa memantik perdebatan cukup panjang, dan bahkan bisa jadi, sulit dihentikan. Persoalannya, bukan karena ada tidaknya demokrasi, melainkan perbedaan indikasi yang menyebabkan setiap orang memiliki pandangan berbeda, dan khas, terkait demokrasi itu sendiri. Di sinilah, perdebatannya.

Bila dibumbui oleh ketidakdewasaan publik, dan juga elit politiknya, maka pencerahan serta penjelasan dan kejelasan mengenai makna demokrasi, semakin rumit, dan jelimet. Bukan kompleks. Bila kompleks, masih bisa diuraikan, kendati butuh waktu yang cukup panjang. Tetapi bila jelimet, dan bercampur dengan indikator yang tidak jelas, maka bukan kompleks, tetapi komplikasi demokrasi.

Kamis, 21 Mei 2026

"siap..ya, kita sarapan pukul 06.00, langsung pulang...", ajak rekan satu kota. Posisi hari ini, ada di salah satu hotel di Jakarta, tengah mengikuti  kegiatan yang dilaksaanakan Kementerian Pusat. Dengan cepat pula, saya mencoba untuk mengiyakan, dengan maksud, siap untuk pulang ke Bandung leih awal, dari yang direncanakan.



"Wah, lebih pagi pulangnya, ya.." rekanan satu kamar memberikan komentar. Beliau dari MAN 1 Kota Jogjakarta. Kang Wahid ini, adalah salah satu peserta dalam kegiatan itu, dan mendapat tempat satu kamar. Mendapat komentar serupa itu, saya mengangguk dpertanda mengiyakan, terhadap tangapan yang diberikannya.

Rabu, 20 Mei 2026

Baru satu. Dan, memang untuk perjalanan sekitar 3 (tiga) hari. Perjalanan dinas. Ke luar kota. tepatnya ke Jakarta. Perjalanan inilah, yang dialami, dan teralami. Untuk selama 3 hari lamanya. Hari ini, baru satu hari perjalanan. 



Ada yang aneh ? 

tentu, aneh tidak aneh, bergantung pada pengalaman hidup, dan penilaian hidup.  Semakin kaya pengalaman hidup seseorang, maka semakin beragam pula, sudut pandang yang bisa dikemas, dikembangkan atau dikonstruksi. Pada ujungnya, beragam hal bisa dilihat dari sudut pandang baru, dan menggairahkan. 

Selasa, 19 Mei 2026

Apa yang terjadi pada media massa kita saat ini ? Entahlah. Mungkin itu pun adalah satu manfaat baik bagi masyarakat. Tetapi, bisa jadi juga, menjadi satu hal yang menjemukan buat masyarakat. Pertanyaan ini, pertama kali saya lontarkan di 16 Mei 2013. Khususnya, saat ada sejumlah kejadian sosial yang mengkhawatirkan publik, dan juga menjadi perbincangan publik. Kisanya, kira2 seperti ini.


Senin, 18 Mei 2026

Masih tetap bingung, membingungkan, atau khawatir mendorong orang pada keraguan. Ragu terhadap fungsi dan peran keagamaan dalam konteks peraihan kualitas kesehatan, baik fisik maupun psikis.


Di zaman sekarang ini, terlebih ada yang mempromosikan disiplin ilmu baru, yang disebut neurosains atau neurosurgeon (bedah syaraf otak), menawarkan sikap-sikap kritis terhadap pemahaman agama. Khususnya pemahaman dan keyakinan orang awam terhadap agama.

Hal serupa itu jugalah, yang dirasakan saat berhadapan dengan seorang mahasiswa, yang mempertanyakan mengenai perbedaan kualitas kesehatan, antara orang yang melakukannya dengan pendekatan keagamaan dan non-keagamaan. Dengan tegas dan meyakinkan, pertanyaan itu menggugat kesadaran sekaligus keyakinan rekan-rekan lainnya yang beragama.

Minggu, 17 Mei 2026

Entah dari mana asalnya, Haji Acep ujug-ujug  menanyakan mengenai jembata shiratal mustaqim, yang diyakini umat Islam.

“Bapak, pernah dengar,  tentang jembatan shiratal mustaqim?” celetuknya, ”coba, jembatan shiratal mustaqim ada di mana ?”


Mendengar pertanyaan itu, nalar ini agak terusik. Terusik oleh pertanyaan, dan juga  mengusik keyakinan. Karena, selama ini, keyakinan awam dan keyakinan masyarakat pada umumnya, membayangkan bahwa jembatan shiratal mustaqim itu, adanya di akhirat kelak.

Sabtu, 16 Mei 2026

 Kalau sudah percaya, percayakan saja. Ini adalah masalah ketauhidan, dan ini adalah ma’rifatnya ilmu.”. Haji Acep membuka tema baru.

”Kang Haji, ilmu ma’rifat itu, memang ada dalam masalah pompa air..?” mencoba menggoda. Dalam pikiran ini, ada kejailan yang muncul, dengan harapan, dia bisa menunjukkan penjelasan yang sederhana, dan mudah dipahami, dengan harapan bisa dijelaskan dalam konteks kehidupan sehari-hari.



tentu saja...” jawabnya singkat, dan tampak sangat yakin. ”bukankah tadi kita sudah cerita, kalau Bapak percaya ke saya, bisa  membetulkan masalah pompa air, serahkan saja, jangan ragu. Bagaimana, bapak percaya, gak?

Jumat, 15 Mei 2026

Dengan tegas, kita menyatakan, “inilah aku..”. Bahkan, saat berhadapan dengan orang lain, khususnya ketika ada sesuatu yang dipersepsi merugikan, atau merendahkannya, langsung mengatakan, “aku tersinggung”, atau “saya malu…”, atau “saya membela diri…”. Bahkan, ada kalimat-kalimat lain, yang mempertunjukkan kesadaran terhadap dirinya. Keakuan dirinya. Inilah aku. Begitulah, pernyataan-pernyataan yang menunjukkan pengakuan akan ke-Aku-annya. Melalui pernyatan keakuannya itu pula, ada kesan bahwa dirinya sedang sadar dan menyadari kediriannya.



Kesadaran diri dapat dijadikan sebagai pemahaman, adanya pijakan mula untuk melanjutkan evolusi kesadaran seseorang.  Bentuk ekspresid dari kesadaran ini, setidaknya dimunculkan dalam sikap, ucap dan tindakan. Selanjutnya, selepas ada kesadaran ini, tidak sedikit orang yang menunjukkan bahwa dirinya sedang dan tengah mengalami evolusi kesadaran.

Kamis, 14 Mei 2026

 ”Nah, saya ingin bercerita, mengenai kegagalan kita dalam berdoa..” tawarnya.

”Doa apa?” tanyaku.


doa apa saja. Bukankah kebanyakan manusia itu, selalu berdoa, dan berharap doa itu dikabulkan Allah Swt ? bukankah, kita berharap, setiap doa yang kita panjatkan bisa berhasil?”

Saya membenarkan pernyataan itu.  Kita semua paham, karakter manusia itu, akan demikian adanya. Setiap orang, akan berusaha untuk menunjukkan sikap yang serupa dengan pernyataan itu. Manusia, kerap kali, berdoa, dengan harapan, doanya dikabulkan.  Tetapi, pada kenyataannya, tidak setiap doa kita dikabulkan.

Rabu, 13 Mei 2026

Anak Generasi hari ini, paska milenial, tidak bisa menggunakan model pendekatan pembelajaran jadul. Tidak bisa, dan bahkan, cenderung akan berhadapan dengan kegagalan. Sebagai orangtua, dan atau tenaga pendidik, pun demikian, sebagai Pemerintah yang mengelola kebijakan pendidikan, akan berhadapan dengan karakter peserta didik yang baru, yang memiliki karakter baru, dengan orientasi hidup yang baru.



Anak GenZ dan generasi selanjutnya, bukanlah anak jadul, yang memiliki kebutuhan belajar dengan mendengarkan, menulis atau membaca. Tradisi itu, masih dilakukan, tetapi tidak menjadi faktor utama dalam kehidupannya. Andaipun mereka lakukan, praktek kehidupan serupa itu, tidak dilakukan pula dengan model jadul.

Selasa, 12 Mei 2026

Ada beberapa hal penting, yang dijadikan dasar pemikiran, pentingnya penguatan Madrasah Nusantara. Argumentasi ini, diharapkan menjadi pembanding pemikiran, dengan agenda pengembangan sekolah-sekolah berspesies khusus di Indonesia.



Pertama, kita semua sudah paham, alat ukur kompetensi global itu, dan biasa digunakan oleh Pemerintah, atau akademisi pendidikan, yaitu PISA. Dalam pragram ini, hal penting dan dijadikan tolak ukurnya adalah numerasi dan literasi. Istilah klasik di negeri kita, calistung (membaca, menulis dan berhitung). 

Senin, 11 Mei 2026

Di tengah masyarakat, sudah beredar dan ramai dibicarakan mengenai nama-nama baru kategori sekolah. Seiring dengan imajinasi penguasa, atau visi dan misi pemerintah terkait dengan upaya meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, atau kualitas generasi bangsa. Nama-nama itu, ada yang disebut Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan di Jawa Barat, ada sekolah Maung. Kehadiran spesies baru nama sekolah di Negara Kita ini,  dapat dikategorikan sebagai inovasi pemerintah yang berkuasa hari ini. 



Supaya tidak terlalu kabur mengenai makna pokok dari konsep-konsep itu, dapat kiranya menelaah konsep dasar, sebagaimana yang dapat ditemukan di dunia maya. 

Minggu, 10 Mei 2026

Haji Acep, masih saja bertutur. Tentang pengalaman hidupnya, dan juga kadang, interaksi dirinya dengan keluarganya. Mereka ada di kawasan Bandung Timur. Lokasinya, tidak jauh dari gunung Manglayang, bahkan di sejumlah kampung di sekitaran rumahnya, banyak yang bermata pencaharian dengan menjual jasa penjualan air dari Gunung Manglayang.


Bermula dari pertanyaan, rekanan kerja, yang ada di siang itu. "Pak, pompa air yang bekasnya, boleh diminta..?" Pertanyaan, yang sejatinya, lebih menjadi sebuah etika. Karena dia pun, sedari awal membantu proses perbaikan pompa air itu. Tentu, dia paham, bahwa pompa air itu, sudah mati total, jadi sudah tidak mungkin bisa digunakan lagi. Terlebih lagi, saya pun bukan seorang bengkel, dan tidak berusaha di bidang rongsokan. jadi, sangat tidak mungkin, bisa memanfaatkan lagi, mesin pompa air tersebut.

Sabtu, 09 Mei 2026

Acep. Itulah namanya. Nama lengkapnya, menurut panggilan keseharian, sebagaimana dituturkannya, yakni Haji Acep. Karena itu, kerap kali, dipanggil, "ji..", kependekkan dari panggilan Haji Acep.Usia, diduga masih disekitaran 50-an.


Kesehariannya, tidak tampak sebagai seseorang yang sudah bergelar haji. Aktivitas atau profesinya, yakni menjadi serviser (eh, maksudnya jasa perbaikan). Sebaimana yang diklaimnya sendiri, dia belajar secara autodidak, mengenai pompa air, kulkas, mesin cuci, atau kipas angin. 

Jumat, 08 Mei 2026

"kita harus tahu posisi...", ungkapnya. Seorang bawahan yang terlalu kritis, dan bahkan mengganggu kenyamanan pimpinan, tidak akan mendapatkan posisi yang terbaik dalam karirnya. 


Ungkapan itu, disampaikan seorang senior, yang merasa sudah mencapai posisi terbaik dalam perjalanan hidupnya. (terbayangkan, kan..? dia itu senior, penulis adalah junior, padahal usia penulis pun demikian adanya)...hihihi.

Sejumlah keberhasilan, sebagaimana diklaimnya, sudah dia dapatkan. Gelar akademik sudah sampai pada puncak. Status sosial, sudah ada pada sampai puncuk, sebagaimana yang diharapkan. Sejumlah usaha pendidikan, sudah dia miliki. Mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini, sampai perguruan tinggi. Bahkan, klaimnya, sudah pula memiliki sejumlah lembaga perguruan tinggi di beberapa daerah di Jawa Barat.

Kamis, 07 Mei 2026

Back to family. Kembali ke keluarga. Jadilah kita sebagai keluarga. Biarkan tetangga diisi oleh orang lain, dan bukan anggota keluarga kita. Hindarilah gejala paradoks hidup, yang ditandai dengan anggota  keluarga  menjadi tetangga, sedangkan tetangga menjadi anggota keluarga. Karena itu biarkanlah tetangga tetaplah tetangga, sedangkan kita adalah keluarga.


Di keluarga itulah, kita lahir, dan  ditempat itu pula kita dibesarkan, membesarkan diri, dan menjadi besar, setidaknya besar fisik kita, dan cita serta harapan kita. Di  keluarga negative, ada juga anggota keluarga yang dikecilkan keluarga, atau dikucilkan keluarga. Itu adalah bencana sebuah keluarga.

Rabu, 06 Mei 2026

Bila seorang ayah, bermimpi ingin mendapatkan keluarga yang rukun, dan  harmoni, tentu ada pikiran untuk melakukan penataan. Penataan peran, fungsi dan tugas pokok dari setiap  anggota keluarga. Dirinya akan berusaha mengatur tugas dirinya, pun demikian kepada pasangannya, serta terhadap anggota keluarga yang lainnya. Pandangan itulah yang disebut sebagai pandangan strukturalisme.


Untuk kebutuhan hal itulah, seorang pimpinan keluarga, bisa jadi, menerapkan sebuah disiplin keluarga yang ketat. Setiap orang yang melakukan pelanggaran tugas pokok dan fungsinya, akan ditegur dengan seksama, dan dikembalikan pada habitatnya. Bila saja, si pelaku itu, terus ngeyel dan tidak mau mengubah kebiasaannya, bisa jadi, ada yang diberikannya tindakan penertiban.

Selasa, 05 Mei 2026

Obrolan kita sebelumnya, ternyata tidak semuanya berjalan. Atau, lebih tepatnya, sedang mengalami perubahan. Setiap anggota keluarga, dalam keluarga kita, entah pengaruh pendidikan,  pergaulan, atau pengaruh media sosial. Kita tidak secara pasti menyebutkan faktor spesifik yang menyebabkan adanya perubahan budaya demokrasi dalam keluarga tersebut.


Gejala yang tampak dan terasa oleh kita bersama, perubahan itu, terjadi secara serabutan, dan tak terstruktur. Setiap orang merasa berhak untuk melakukan apapun, dengan atasnama demokrasi. Setiap fungsi, dilakukan oleh siapapun dengan mengatasnamakan hak. Karena merasa demokrasi, setiap orang bisa melakukan apapun dan dimanapun. Tanpa ada perhitungan kepatutan. Kemudian, siapapun dalam melakukan fungsi apapun, karena merasa berhak. 

Senin, 04 Mei 2026

Sejatinya, cukup banyak informasi yang bisa digunakan untuk menjadi bahan informasi bagi kita. Salah satu, informasi yang bisa digunakan itu, adalah informasi hidup dan kehidupan kita di keluarga.


Setiap orang, tentu sudah punya pengalaman memiliki keluarga. Baik sebagai  anak, kepala keluarga, atau salah satu anggota keluarga. Orang jomblo adalah ketidakberkeluargaan diri sebagai kepala atau ibu rumahtangga, tetapi  dirinya sendiri secara sosial pernah mengalami sebagai anggota keluarga. Karena itu, setiap orang, pasti pernah menjadi anggota keluarga.

Minggu, 03 Mei 2026

Sudah cukup banyak, bahkan banyak banget, kata-kata itu kita produksi. Ya, bukankah, diblog ini pun, sudah puluhan, bahkan ratusan tulisan dilayangkan. Tetapi, itulah kenyataannya, bahwa banyaknya jumlah kata yang dilisankan, bukan berarti perubahan itu, sudah terjadi, dan pasti terjadi. Sekedar mengungkit beberapa derajat saja, dari posisi sebelumnya, pun, tidak banyak terasa. 


Sebelumnya, kita menyakini bahwa perubahan sosial atau revolusi itu, pun, terjadi dan bermula dari kata-kata. Karena ada kata, dan kata-kata, kemudian terjadilah perubahan sosial yang besar, disejumlah negara, seperti  Prancis, Inggris, dan juga negara kita, Indonesia.

Sabtu, 02 Mei 2026

Sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa perasaan yang ada itu, adalah adanya ancaman kegagalan hidup. Perasaan itu, hinggap dalam diri seseorang, saat sedang melakukan perjalanan, menuju sebuah cita yang diharapkan.



Pengalaman emosional, jelas bukan sebuah kegagalan, tetapi ada ancaman kegagalan. Perasaan sudah gagal, dikala pertandingan belum usai, sejatinya lebih merupakan sebuah keputus-asaan. Padahal kita semua tahu, sebuah pertandingan itu, memiliki waktu. Waktunya itu, sudah ditentukan. Hasil akhir itu, bukan diawal pertandingan, atau ditengah pertandingan.  Hasil dari sebuah pertandingan itu, adalah peluit akhir waktu sudah berbunyi.

Jumat, 01 Mei 2026

Saat kita melakukan perjalanan, hadirlah kelelahan dalam diri ini. Keringat bercucuran, kebugaran menurun, nafas terengah-engah bahkan seakan terasa hendak berhenti. Dalam pikiran dan benak, bukanlah kunang-kunang yang mungil, namun bintang-gemintangan, seakan  turun dan runtuh ke dalam tubuh. 


Agh....membuncang sudah, perasaan, pikiran dan lemahnya tenaga dalam tubuh. Rasanya, ingin berhenti, dan duduk terkulai, bahkan, terbaring sudah di tengah perjalanan, entah dimana posisinya. Tak tahu sudah. Hal penting, adalah berhenti, dan tidak ingin melakukan perjalanan lagi.