Just another free Blogger theme

Jumat, 06 September 2013




Kesiapan administrasi tanpa kesiapan mental, akan melahirkan kegalauan dalam mengkomunikasikannya, sedangkan kesiapan mental tanpa kesiapan administrasi, hanya menjual cerita atau dongeng belaka !

Aspek kesiapan aspek mana yang paling penting ? Kesiapan administrasi itu adanya di luar, sedangkan kesiapan mental adanya di dialam. Karena itu, kumpulkan dulu apa yang di luar, baru kemudian bangunkan kesadaran yang ada di dalam. Karena, tidak mungkin kita percaya pada orang yang sekedar mendongengkan impiannya !

“wah, seru, tampil pertama untuk divalidasi tim asesor, antum tampak gelisah ?” ucap seorang rekan, yang duduk pinggiran ruangan. Komentar itu disampaikan selepas tim Standar Isi menghadap ke asesor dan berkewajiban untuk menunjukkan bukti-bukti fisik dari acuan nilai yang sudah dilaporkan ke Badan Akreditas Propinsi.

Komentar itu, tidak akan muncul, bila prasangka awalnya, tidak terlalu berlebihan. Sementara saat itu, saya dianggap sebagai salah satu anggota tim yang mampu berkomunikasi, dan berargumentasi dengan baik, disamping anggota lainnya.  Tetapi, kenyatananya, dalam kesempatan itu, tampak kegelisahan.

Di sebut panik,belum sampai pada tingkat itu. Tetapi, kaget. Itu saja !

Secara pribadi,  saat itu memang agak kaget. Kaget dan campur dengan galau. Sejumlah bukti fisik yang sudah sebulan lalu dipersiapkan, pada kenyataannya itu belum tampak. Pada loker yang sudah dipersiapkan sebelumnya, ternyata tidak lembaran fisik yang dibutuhkan saat itu.

Asesor saat itu, tampak tersenyum, melihat gelisahnya diri ini, mencari bukti fisik tersebut. Hal yang membuat gelisah ini, sebenarnya bukan karena tidak ada bukti fisik tersebut. Tetapi,  karena saya sendiri adalah orang yang terlibat dalam proses Raker di awal tahun, koreksi KTSP, membuat berita acara, dan peserta aktif dalam perumusan KTSP tahun ini. Sehingga, dengan begitu yakin, bundelan administrasi yanag satu ini, pasti ada. Tidak mungkin tidak ada. Karena, saya sendiri adalah orang yang terlibat dalam kegiatan KTSP untuk standar Isi ini.

Tapi, hari itu, saat itu, malangnya, bukti fisik itu tidak ada. Energi emosi dalam diri meningkat, dan mulai merasakan kegelisahan, keanehan, dan merasa bersalah.  Kendati begitu, kepanikan, mulai reda, selepas asesor berusaha melangkahke point yang lain, dan saya memiliki kesempatan untuk merenungkan ulang, kemungkinan posisi bukti fisik tersebut.

“aha...” Ada di standar enam. Pikirku. Itu pun tebak-tebakan. Tidak lama kemudian, selepas dikonfirmasi, ternyata, bukti fisik yang dimaksudkan itu ada pada salah satu map yang ada pada standar tersebut.  Rekan profesi yang bertugas di situ, dengan polos berucap, “ini Cuma ada satu, aslinya, kami juga perlu bukti fisik ini...!”

Memang, itulah kenyataan yang ada saat itu. Terdapat beberapa bukti fisik yang akan diperlukan oleh sejumlah point pertanyaan dalam proses visitasi akreditasi. Dengan kata lain, bukti fisik yang asli, pasti Cuma satu, sementara pihak lainnya, diusahakan untuk meng-copynta, sehingga tidak mengalami kegalauan seperti yang teralami saat itu.

Pengalaman ini, apapun hasilnya, tetap memberikana inspirasi positif bagi kami. “Kesiapan administrasi tanpa kesiapan mental, akan melahirkan kegalauan dalam mengkomunikasikannya, sedangkan kesiapan mental tanpa kesiapan administrasi, hanya menjual cerita atau dongeng belaka !”
Bagi sahabatku yang lain, andai akan menghadapi akreditasi, maka hal-hal serupa ini, perlu mendapat cermatan serius. Karena sesungguhnya, masalah utama dalam hidup kita ini, bukan sekedar cerita, tetapi bukti nyata.
Jangan percaya pada orang telanjang, yang memberi baju pada kita !
 Dengan ditemukannya bukti fisik yang dimaksud, asesor akreditasi pun tersenyum, dan salut atas kerjasama antar tim ini. Bahkan, selepas point ini, ternyata kasus dan kemampuan diri untuk menunjukkan bukti secara faktual dan objektif ini, malah berdampak positif kepada standar berikutmya. Mereka, mendapat respon positif, dan lancara dalam proses visitasi. Entahlah, apakah itu berkah dari kasus pertama, atau ada makna lainnya ?
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar