Just another free Blogger theme

Senin, 05 Desember 2022

Dalam satu waktu, bisa jadi kita pernah tersentak. Kaget oleh situasi dan kondisi diri kita ini. Ya, minimalnya, bertanya-tanya, mengapa kondisi kita ini, masih tetap seperti ini terus, dan terus seperti ini. Rasa-rasanya, tidak ada yang berubah. Andaipun ada yang berubah, perubahannya tersebut, sangat tidak terasa. Kecil sekali. Kata orang statistik di kampus, dulu, zaman masih masih duduk di bangku sekolahan, disebutnya perubahannya tidak signifikans.



Betul...!!!!

Begitulah, saya harus menuliskannya. Menggunakan tanda baca itu, lebih dari satu, dengan maksud, saking setujunya, dan saking benarnya pandangan itu. 

Perubahannya tidak signifikans, eh, maksudnya tidak terasa pembedanya. Kalau, hanya berubah, dari tadinya uban itu hanya ada 2 sekarang jadi ada 3, ah itulah kecil kenampakkannya. Kan, pinginnnya itu, kalau kemarin ada uban di kepala ini berjumlah 200  lembar rambut, sekarang malah kembali menjadi hitam legam. Jika demikian adanya, pasti akan terasa perubahannya. 

Signifikans.... !!!

Mengapa sebuah perubahan tidak terasa pembedanya ?

Ada anak sekolahan datang. "pak, bagi dong cerita motivasinya..?"

"lha, yang kemarin digimanain?" tanyaku, "emang sudah habis?"

"maksudnya, pingin yang baru lagi, biar mencerahkan.." ungkapnya lagi, dengan penuh semangat.

Kadang, saya merasa sedih dengan hal itu. Sekali lagi, andai saja, ungkapan dan pernyataan kita diangap bisa memotivasi, mengapa tidak banyak perubahan pada anak-anak itu ? akankah, ungkapan indah yang keluar dari sang motivator, atau dari guru, atau elit agama, atau pengusaha, hanya menjadi 'hiburan" bagi  telinga saja ? lepas kita dari pertemuan itu, maka hilang pulalah pesan-pesan dahsyat yang ada dalam kata-kata motivasi tersebut?

Tidak habis pikir. Gejala yang ada saat ini, sangat kentara banget. Banyak mahasiswa manajemen, tidak mampu mengelola hidup. Banyak sarjana ekonomi, mengalami krisis ekonomi. Banyak sarjana akuntansi, tetapi hidup boros. Banyak sarjana keuangan, masih gak punya uang. Banyak pula, alumni jurusan komunikasi tidak bisa gaul.

lha, kok bisa ?

Itulah kenyataan hidup, kalau ilmu sekedar disimpan dalam otak, maka sekedar menjadi tahu, dan tidak menjadi energi pengubah bagi hidup dan kehidupannya, Karena itu, ide, informasi, pengetahuan, dan atau gagasan, tidak memberikan dampak nyata terhadap kehidupan. Situasi yang ada, seberapa banyak pun, buku yang dibaca, atau teori yang dikuasai, maka keadannya tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kehidupan.

Sekali lagi, pertanyaan awal belum dijawab, kenapa tidak (banyak) berubah ?

Jangan-jangan, semua itu terjadi, karena kita tidak konsisten dan konsekuen. Kendati dampaknya kecil, kalau kita konsisten, bukan hal mustahil akan memberikan dampak yang besar di masa depan. Bangunan beratus lantaipun, sejatinya, adalah tumpukan dari bata atau batako yang kecil-kecil. Karena disusun secara berkelanjutan dan konsisten, maka jadilah geedung yang menjulang tinggi !

Demikianlah, yang disebut atomic habits. Konsisten dan sadari akan konsekuensinya, itulah kunci pemecahan masalah kita saat ini !




Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar