Just another free Blogger theme

Sabtu, 03 Desember 2022

Tidak semua orang, sadar dan menyadari bahwa cinta itu, sejatinya harus dilakukan secara sadar dan bertujuan.  Cinta mungkin datangnya tiba-tiba. Tetapi mencintainya, harusnya pakai logika. Jadi, kalau ada ungkapan "cinta tidak pakai logika",  kelihatannya, dia masih berada pada situasi "jatuh cinta", bukan pada tahapan fase mencintai.



Lha, apa memang ada bedanya ?

Jelas beda. 

Orang yang jatuh, pasti tidak sadar, dan tidak diinginkan.  peristiwa jatuh adalah kondisi ketidaksadaran, saat mengalami atau menjalani sesuatu. Anda terjatuh, kan tidak tidak diinginkan.  Siapapaun, yang  jatuh, baik itu dari tangga, dari gedung, atau dari kendaraan, pasti tidak diinginkan. Selain sakit dan menyakitkan, peristiwa jatuhpun, bisa menyebabkan kematian.

Tapi, perasaaan jatuh cinta itu enak dan indah ? 

Masssa?

Bukankah, orang yang sedang jatuh cinta, dan mabuk kepayang itu, membuat pikiran dan emosinya tidak stabil ? bukankah orang yang sedang jatuh cinta itu, dirinya merasa tidak karuan, dan merasa gelisah seriap saat ? waduh. Bila demikian adanya, maka, nyata jelas, dan realistis, bahwa jatuh cinta juga, sebenarnya sih menyakitkan, dan menyengsarakan, setidaknya menyebabkan gelisah pada pemiliknya.

Bila demikian adanya, maka apa yang harus dilakukan ?

Entah, darimana awalnya,  penulis pun, saat ini, secara tidak sengaja, mengklik situs yang kemudian mengantarkan pada sebuah ebook, yang memberikan penjelasan mengenai cinta dan mencintai. Dari situs itulah, ada pencerahan yang menarik, yang juga perlu kita cermati dengan seksama.

Ya, betul, tulisan ini, pada dasarnya lebih merupakan 'penulisan ulang' dari bacaan tersebut. Penulisan ulang itu, berkaitan dengan konsep cinta, jatuh cinta dan mencintai.

Kalau makna jatuh cinta sudah disampaikan, maka apa yang dimaksud cinta ? cinta, hendaknya dimaknai lebih sadar dan dewasa. Artinya, setelapas jatuh cinta, kita hendaknya bangkit dan berdiri, baik fisik maupun kesadarannya, untuk melanjutkan perjalanan. Kebangkitan itu, perlu dibarengi dengan kesadaran dan ketulusan, untuk memberikan penilaian terhadap situasi dan kondisi.

Eh, apa maksudnya ? ya, proses mencintai itu adalah upaya sadar untuk merawat perasaan, sehingga bisa mengarah pada tujuan. Proses perawatannya itulah, yang kemudian mengantarkan kita pada kesimpulan bahwa mencintai itu adalah menanamkan nilai-nilai kebaikan, sehingga pasangan kita mengakui, menyadari, dan mendukung upaya kita dalam merumuskan tujuan. Itulah kita sebut, mencintai itu adalah investasi sosial, untuk tujuan bersama.

Sadarilah, bahwa lambang cinta, sebagaimana yang ditunjukkan dalam gamba di halaman ini, adalah menghubungkan dua tali. Kedua tali itu, bisa nyambung, tetapi tidak lebur. Artinya, manakala tidak ada perekat yang kuat, bukan hal yang mustahil bisa lepas di tengah jalan. Karena itu, investasi yang dilakukan, hendaknya adalah investasi yang berkelanjutan.

.


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar