Just another free Blogger theme

Minggu, 02 Agustus 2026

Ruang memberikan peluang untuk membangun kedekatan-manusia. Atau, lebih tepatnya, ruang akan menjadi faktor penting dalam memaksa seseorang untuk menunjukkan ekspresi-kedekatan kemanusiaannya. Seperti yang terjadi, dan tampak di area toilet. Seperti waktu itu, dan sore itu terjadi.



Seperti yang disampaikan dalam tulisan sebelumnya, Sabtu sore, 1 Agustus 2026, terjadi  fenomena kerumunan terkondisikan (conditioned crowd). Jamaah berdatangan dari penjuru propinsi Jawa Barat, Banten dan DKI, untuk hadir atas undangan Kementerian Agama dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan, yang mengambil tempat di Monumen Nasional Jakarta.

Sabtu, 01 Agustus 2026

Saya, ada dibelakang mereka. Antrian cukup panjang. Iseng-iseng diitung, ada yang antri dengan jumlah sekitar 10 orang dengan ujung ekor yang mengular 2-3 orang lagi di belakangnya. Ada pula yang 9 orang, dengan ujung ekor yang mengular serupa pula. Antrian itu, tampak, panjang, mengular di depan mulut toilet.



Di toilet Masjid Isiqlah. Sore itu. Jelang  maghrib. Bersamaan dengan kegiatan Doa dan Dzikir yang diselenggarakan Kementerian Agama Republik Indonesia, di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta. 

Bersama sejumlah rekanan dari Kota Bandung, sudah hadir di lokasi, sekitar pukul 16.00 WIB. Jam'ah pun sudah tumpah ruang di kawasan ini. Satu diantara mereka yang hadir dalam hiruk pikuk, adalah kami yang sedang antri di depan toilet ini.