Just another free Blogger theme

Rabu, 08 April 2026

Berita menarik dalam dua hari terakhir ini, tampaknya bukan masalah gencatan senjatanya. Karena masalah gencatan senjata antara Amerika Serikat dengan Iran itu,  lebih mudah dipahami, dibanding masalah lainnya.  Kebutuhan dan harapan besar dunia itu, tidak pada masalah gencatan senjata itu sendiri, tetapi pada leganya nafas perdagangan minyak dunia.


Itu saja !

Kesimpulan ini, penting untuk dinarasikan. Sehingga, dunia, khususnya, kita yang berada di luar wilayah konflik memiliki pemahaman yang antisipatif terhadap realitas kehidupan kita hari ini.

Pertama, sebagaimana yang disebutkan, bahwa gencatan senjata yang diajukan, adalah untuk 2 minggu.  Lha, bila demikian adanya, lantas apa yang akan terjadi, setelah 2 minggu tersebut ? apakah, upaya diplomasi akan terus dilanjutkan, atau malah balih arah, ke medan pertempuran lagi ? semua itu tergantung pada gairah Trump itu sendiri !

Kedua, gencatan senajata yang dilakukan, menurut berita media massa, adalah antara Iran dengan Amerika Serikat. Sekali lagi, dimana posisi Israel ? bukankah Israel itu adalah negara yang pertama melakukan penyerangan kepada Iran ? dan bukankah ISrael pun, adalah negara yang secara organik memiliki gairah peperangan dengan Iran, seperti halnya mereka menyerang Hizbullah atau Palestina ?

Sekali lagi, rangkaian pertanyaan masih saja, bisa dilakukan oleh kita. Bila demikian adanya, apakah gencatan senjata itu, bisa menyebabkan orang Iran nyaman ? bagaimana, jika Israel melakukan penyerangan ke Iran, Libanon, atau atau Hizbullah, apakah hal itu adalah sesuatu yang dibolehkan ? bila ISrael merasa tidak melakukan perjanjian,  apa yang harus dilakukan Iran ?

Dalam konteks inilah, perjanjian gencatan senjata unuk bebeapa hari ke depan itu, masih merupakan kabut diplomatik untuk negara-negara tersebut, dan masih menyisakan pekerjaan rumah yang bertumpuk. Namun demikian, dengan adanya gencatan senjata ini, setidaknya, kita pun memiliki dua makna lain, yang bisa bermakna posiif ataupun negatif.

Satu sisi, memberikan ruang refleksi dan meredakan emosi kepada kedua belah pihak, untuk segera kembali menggunakan nalar waras dalam memahami realitas perjalanan selama 2 bulan terakhi. Dalam dua minggu itu, pimpinan Amerika Serikat dan Juga Iran, memiliki waktu untuk melakukan refleksi terkait dengan sikap dan tindakan politiknya selama ini.

Pada sisi lain, dan ini sisi negatifnya, kelihatannya, dunia tidak berharap bahwa waktu gencatan senjata ini, sekedar untuk menghela nafas, sehingga bila sudah pulih kembali, peperangan dan penyerangan akan dilakukan kembali. Waktu 2 minggu ini, potensial digunakan sebagai waktu bergeraknya intelijen, guna mencari dan menemukan kelengahan lawan, saat mereka menikmati waktu gencatan senjata.

Lha, bila demikian adanya, bagaimana menurut pandanhan pembaca ?


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar