Pertanyaan skeptis, yang biasa dan bisa dilontarkan, saat kita membincangkan masalah agenda perdamaian. Perdamaian antara Iran dengan Amerika Serikat/Israel.
Pertanyaan ini, penting untuk disampaikan. Karena narasi yang muncul di permukaan, khususnya di media Indonesia, pembicaraan perdamaian itu, tampaknya hanya dua arah, yaitu Amerika Serikat dengan Iran. Atau lebih tepatnya, narasi yang disampaikan Donald Trump dengan juru bicara Iran. Sementara, Pemerintah Israel tidak atau belum memberikan pernyataan yang mengarah pada kebutuhan untuk masuk ke meja perundingan.
Sekali lagi, fenomena ini, unik sekaligus mencurigakan. Di sebut unik, karena peperangan ini, pada mulanya diawali oleh Israel, dan diikuti Amerika Serikat dalam menyerang Iran. Namun, pada akhirnya, malahan Amerika Serikat yang aktif melakukan penyerangan. Karena penyerangannya yang tak berkesudahan, kemudian Amerika Serikat melontarkan narasi kemenangan dan narasi perdamaian.
Narasi perdamaian itu, mulia. Tetapi, Pemerintah Iran, sudah kadung tidak percaya pada narasi Amerika Serikat tersebut. Maka kemudian, narasi perdamaian itu, dibantahnya, dan Iran masih terus melakukan penyerangan. Serangan demi serangan itu mereka lakukan, karena mereka menganggap bahwa serangan yang dilakukan Israel / Amerika Serikat itu, sudah melukai warga Iran, dengan adanya korban pemimpin tertinggi mereka.
Di sinilah, kita melihat, bahwa narasi perdamaian menjadi sesuatu yang unik. Unik karena, pemerintah yang aktif melakukan narasi kemenangan dan perlawanan itu, dilakukan oleh dua sumber utama, yakni Amerika Serikat dan Pemerintah Iran. Sementara, Negara Israel hampir tidak terdengar nyaring.
Saat memahami hal seperti ini, tentu saja, logika kita, agak terganggu. Terganggu, karena Amerika Serikat ini, seakan menjadi pelaku utama peperangan. Sementara Israel hanya pengikut saja. Padahal, bila diingat dari awal pula peperangan kali ini, serangan pertama dilakukan Israel.
Berkaca pada situasi itu, terbaca seakan-akan bahwa peperangan ini, menjadi terbelah, (a) antara peperangan Iran melawan Amerika Serikat, atau (b) peperangan antara Iran dan Israel ? tentu saja, yang lebih faktual yaitu perang Iran melawan Israel-Amerika Serikat. Dibalik itu semua, analisis bisa berkelanjutan, dengan mengeluarkan dugaan, (1) Israel dan Amerika Serikat memilki kepentingan yang sama, dalam peperangan melawan Iran, (2) Israel memanfaatkan dan mendompleng kekuatan Amerika Serikat, dalam melawan Iran, (3) Israel dan Amerika Serikat memiliki musuh yang sama, walaupun tujuan mereka adalah berbeda.
Hanya saja, kembali kepada persoalan awal tadi, narasi perdamaian itu, lebih kentara disuarakan antara Amerika Serikat dengan Iran, dan bukan dengan Israel. Padahal, peperangan itu, dimulai oleh Israel, dan Israel tidak bisa sekedar diposisikan sebagai pendompleng peperangan ini. Israel perlu diposisikan sebagai bagian penting dari peristiwa peperangan ini.
Sehubungan hal itu, maka akhir dari rancangan perdamaian itu, akan menjadi sesuatu yang sullit diwujudkan dengan baik, manakala tidak ada itikad baik dari Israel itu sendiri.
Mengapa ? tentu alasan pertamanya, jelas dan tegas, bahwa Israel pun memiliki kepentingan khusus, dalam melumpuhkan Iran. Kepentingan ini, sedikit berbeda dengan kepentingan Amerika Serikat. Oleh karena itu, sepanjang kepentingannnya belum tercapai, tampaknya Israel tidak akan mau untuk berdamai, dan tidak akan menghentikan perlawanannya kepada Iran.
Sayangnya, sebagian orang bisa melontarkan skepstisime yang tinggi. Yakni, apakah perjanjian dengan Israel bisa dipercaya ? tentu saja, pertanyaan ini, akan berlanjut pada rekam jejak Israel dalam memegang komitmen perjanjian itu sendiri.
Selama ini, publik dunia sudah memiliki catatan sejarah. Sudah cukup banyak perjanjian yang dilakukan oleh Palestina dengan Israel. Namun, konflik dan peperangan di kawasan itu, masih terus berlanjut hingga saat ini. Tentu saja, persoalan itu, akan dikaitkan dengan negara mana yang tidak komitmen dengan perjanjian tersebut.
kendati demikian, sebagai bagian dari warga dunia, kita berharap, perang bisa diakhiri dan kita saling percaya satu sama lain, serta mau kerjasama dalam membangun kehidupan damai di dunia ini....

0 comments:
Posting Komentar