Just another free Blogger theme

Minggu, 19 November 2023

 Bagi sebagian orang cerita ini, tidak aneh. Banyak ditemukan dalam keseharian kita. Tetapi, kiranya, tetap perlu disampaikan di sini, terkait dengan pengalaman pribadi yang  terbaru saat ini.

Sumber : pribadi, canva, 2023

Kejadiannya itu, adalah hal biasa.  Accu (aki) atau sumber energi listrik kendaraan roda empat (mobil), mati.  Banyak hal yang menjadi penyebab, matinya aki mobil. Tetapi, kita tidak bermaksud untuk membincangkan masalah ini. Karena masalah itu, sudah banyak diulas dan diceritakan oleh banyak orang.  Narasi yang akan disampaikan di sini, lebih mengarah pada kelakuan orang dalam menghadapi situasi serupa ini. 

Beginilah, kisah itu bermula.

Sore itu. Sabtu. Di pekan ketiga, dibulan ke sebelas. Keluarga berencana untuk liburan akhir pekan. Kegiatannya tidak aneh-aneh, mencari kolam renang atay water boom yang asyik dan enak di nikmati, khususnya oleh anak-anak rentangan usia 3-15 tahunan. Anak-anak kami di usia itulah, yang sudah menagih kegiatan ini. Sehingga mau tidak mau, sebagai orangtua mengalah pada situasi dan keadaan.

"Yah, cek dulu mobilnya, bensin atau apalah, biar besok pagi, tinggal berangkat.." pesan istriku. Bukan sekedar pesan, kalimat itu, sudah tentu bernuansa perintah, yang tidak boleh diabaikan. Karena itu, tidak membutuhkan waktu lama, saya pun menuju kendaraan untuk melakukan pengecekan mobil, yang hampir dalam sepekan terakhir tidak pernah dipakai keluar untuk jarak yang jauh.


"cesessss...cesesssss" suara kontak kendaraan secara berulang-ulang. Tidak ada suara lain, kecuali desisan.  

"Wah.." pikirku, "kenapa nih." dengan seketika itu, dan reflek saya pun mengontak teman, yang terbiasa dengan kendaraan roda 4. Bahkan, bila tidak salah ingat, menurut pengakuannya, dia menjadi pernah punya pengalaman menjadi supir truk, supir angkutan kota, atau angkutan umum. Saat ini, dia mengaku menjadi supir  pribadi sebagai pejabat kampus di Kota Bandung.

"wah, akinya bermasalah, Pak !" ungkapnya, "kita cek dulu, bisa dicash gak, kalau gak bisa, ya, terpaksa harus diganti.." mendengar saran tersebut, saya percaya saja. Lagi pula, saat itu sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, dan besok harus pergi ke luar kota untuk liburan. Maka tidak berlama-lama, saya kasih uang secukup permintaannya, untuk mengecek atau membeli aki mobil.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, setengah jam berikutnya sudah tiba lagi, dengan membawa aki mobil yang baru. Beda jenis, kalau yang kemarin aki kering, sekarang aki basah. "aki basah lebih tepat untuk kendaraan bapak, karena tidak dipakai tiap hari.." sarannya. 

Ok. Aku paham. "tolong lanjutkan pasang..!"

Dengan sigap, penuh percaya diri, dia mencoba memasang aki mobil.  Saya, hanya melihat dan mengamati saja. Karena sekedar masang aki, saya pikir tidak akan lama, dan dia pun, dengan cepat memasang satu kabel aki ditempat aki mobil kendaraan ku. Sayangnya, ukuran terminal negatif dikiranya jauh lebih besar dibanding, dengan penjempitnya.  Kemudian, dia coba buka dengan maksud agak lebih lebar. Saya, hanya melihat saja, dalam posisi bingung dan tidak mengerti, mengapa hal itu bisa terjadi. Namun akhirnya, penjempit terminal itu termasang juga pada terminal negatif.

Petaka terjadi, saat penjepit kedua, hendak dipasang pada terminal positif. Seketika, 'beletuk..!!!" asap pun mengepul. Dia agak kaget, dan kemudian segera dicabutnya kembali.

Saya kaget, bengong ! "wah, apa yang terjadi...."pikirku.

"salah pasang pak, harusnya dibalik.." ungkap sang tetangga tersebut.  Kemudian, saya pun melihat-lihat, simbolnya, ada warna merah dan warna hitam. k emudian ada simbol plus dan negatif.

"yang merah, untuk terminal + atau -...?" tanyaku. Orang yang ditanya diam, dan malah, melihat-lihat.

"ini ada simbolnya ya Pak?", jadi yang tadi terbalik,. "kita balikkan saja.." jawabnya.

"ntar dulu, yang merah untuk simbol yang mana ?", ditanya demikian masih membisu, "udah panggil saja, yang ahlinya.." ungkapku sambil mengambil telepon genggam "panggil dia, jemput pakai motor" titahku, yang tak lama kemudian dia pun pergi menjemputnya.

Beberapa lama kemudian pembengkel roda empat datang, dan menceritakan kondisi mobil, yang harus diperbaiki lagi, karena konslet dan kemudian beberapa kabel putus. "untuk tidak sampai pada mesinnya.."

Di sela kejadian inilah, saya merasakan bahwa "bodoh itu adalah musibah, tetapi merasa pintar dalam keadaan bodoh adalah petak bagi dirinya dan orang  lain".


Sumber : Momon Sudarma, di  https://www.kompasiana.com/momonsudarma/655ad803fcd68f30d15fde52/sok-tahu-itu-berbiaya-mahal


 

Categories: ,


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar