Just another free Blogger theme

Selasa, 06 Oktober 2026

Di sini, di titik ini. Ada perubahan pola pikir, atau lebih tepatnya, ada pengembangan pola pikir dalam memahami kualitas pendidikan.

"Madrasah unggul itu, adalah performa puncak dari input yang unggul, tenaga pendidik yang unggul, sapras unggul, proses unggul dan juga kepemimpinan yang ungul", ungkap sang pemateri.


Sebagai pendengar, yang juga selama ini, sekedar sebagai praktisi di lapangan. Lebih banyak diam, terdiam dan termangu. Terlebih lagi, si pemateri, yang memperkenalkan dirinya sebagai guru besar di sebuah perguruan tinggi, menegaskan bahwa gagasan yang disampaikannya itu, mengacu pada excelllent student (siswa yang unggul).

Rasa-rasanya, saya termasuk orang yang tidak bisa membantah dengan logika itu. Logika itu, sangat mudah dipahami, dan juga rasional. Sekali lagi, sangat mudah dipahami dan rasional,  walaupun tidak realistis. 

Iya, saya ingin mengatakan demikian, karena kehadiranku di ruang itu, tidak dalam posisi sebagai orang yang memiliki hak untuk mengklaim sebagai bagian dari teori yang disampaikannya itu. Saya adalah guru biasa, dari sekolah biasa, dengan kemampuan biasa. Andaipun  kemudian diundang untuk menjadi peserta FGD, dalam rangka membincangkan sekolah unggul, maka saya adalah orang yang tidak menjadi bagian dari narasi yang sedang dibicarakannya.

"teori itu, bukan teoriku..." kira-kira begitulah, pemberontakan pertama dan utama dalam pikiran ini. Pemberontakan ini, tidak berarti mengingkari keunggulan tempat kerja, atau keunggulan sejumlah rekanan yang ada di sekitarnya. Pemberontakan itu, lebih disebabkan karena tidak siap dan tidak mau menjadi bagian dari kerangka teori sang pemateri itu.

Lama sudah terendapkan, dan merangsang kuat lahirnya sebuah reaksi dari dalam diri. Rasanya ingin sekali mengatakan, "itu bukan aku, dan kisah itu, bukanlah kisahku...".

Beruntung. Sekali lagi, beruntung, pada tahapan selanjutnya sang penutur teori akademik itu, menceritakan ada konsep lain yang menjadi pembanding dari konsep sebelumnya. Bila dalam konsep sebelumnya akan melahirkan performa excellent school, maka sebagai pembandingnya, sejatinya ada yang disebut sebagai sekolah efektif. 

Makhluk apa ini ? 

Secara sederhana, sebagaimana yang tertangkap dalam forum itu, sekolah efektif itu, adalah performa sekolah yang mampu melahirkan lulusan yang berkualitas, dengan layanan yang efektif berkualitas, walaupun input peserta didiknya berasal dari kelompok beragam. Pada sekolah ini,  indikator keunggulannya, tidak sempurna. Kualitas lulusan yang unggul, dan prestasi yang diraihnya, lebih disebabkan karena ada proses dan kegairahan tenaga pendidik dalam melayani peserta didiknya. 

Di sinilah, titik pembedanya. Dan, mungkin, inilah teori atau konsep yang terasa lebih akomodatif dengan jiwa atau ruh atau perasaan saya saat itu. Penjelasan itu,  kendati lebih pendek dari yang sebelumnya, karena sang penutur lebih menyukai gagasan keunggulan yang pertama, namun memberikan kegairahan dalam membincangkan masalah ini.

Lebih tegasnya, saya adalah orang yang berada dalam sistem sekolah efektif. Inilah soalnya. Oleh karena itu, manakala dihadirkan dan dihadapkan untuk membicarakan masalah sekolah unggul hari ini, ke depan, maka soalnya tidak pada menjelaskan mengenai excellent school, melainkan pada kebutuhan dasar untuk memahami transoformasi dari effective school ke excellent school, atau malah, bagaimana memperkuat sekolah efektif menjadi memiliki kemampuan untuk menjadi sekolah berkeunggulan kompetitif !  


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar