Just another free Blogger theme

Minggu, 08 Mei 2022

 


Ada-ada saja cerita kalau mudik lebaran. Cerita itu, tidak jauh dari suasana macet di jalanan, saat mudik lebaran. 

Ya, saat macet dijalanan, di kala kita ada di tengah jalan.

Hari itu, di perempat terakhir perjalanan Majalengka - Bandung.  Rasanya, kalau normal, tidak kurang dari 30 menitan pun, bisa sampai ke rumah. Di kota Bandung. Tapi, karena situasi macet, ya, tidak bisa diperkirakan lagi. entah akan butuh  berapa lama, atau berapa waktu lagi. Kata orang, sabar dan jalani saja.

Lokasi agak kurang hafal, di daerah mana. Tetapi, jelas bahwa posisi itu sudah ada di kawasan Bandung. Di bagian ujung Timur Kota Bandung.  Saat, tengah menikmai, cie, ceritanya menikmati macetnya perjalanan arus balik, dikagetkan oleh suara yang tak terduga.

"Bapak, selamat lebaran yah.." ungkapnya dari balik helm. 

Waduh.  Kaget juga. Bukan kaget ada yang mengucapkan salam, tetapi kaget, karena dijalanan yang lagi macet, dia dari kendaraan roda dua, langsung menyodorkan tangan untuk mengajak salaman.  Padahal, posisiku sendiri ada di dalam mobil, tengah megang setir. 

Situasi memang lagi berhenti. Karena macet. Jadi tidak akan banyak mengganggu orang. Yang membingungkan, dia mengajak salaman di tengah kemacetan, di tengah jalan, dihadapan banyak orang yang juga sedang antri di perjalanan.

Dengan sedikit ragu, tanganpun dikeluarkan untuk menerima salaman. Bahkan, dia sempat mencium tanganku sendiri. "Subhanallah, jadi malu.." ucapku dalam hati.

"Ayah, siapa?" tanya anakku dari jok belakang, "kelihatannya, lebih tua dari ayah..."

"Ayah juga agak lupa, gak kelihatan. Dia pakai helm. Cuma, yakin pasti mantan siswa..", jawabku, "kalau agak tua, ya mungkin mantan mahasiswa ayah.." jawabku sekenanya.

kekagetan belum reda, tetapi jalanan sudah mulai akan terurai. Kendaraan pun secara perlahan maju, dan bergerak menuju tempat masing-masing.

Disela-sela kekagetan dan perjalanan itulah, membuncah ragam pertanyaan, mengenai siapa dan mengapa dia begitu leluasa untuk melakukan hal yang ada dalam situasi tak menguntungkan. Di tengah jalan, di tengah kemacetan, dan ruang publik yang terbuka, masih ada orang yang melakukan tindak kesantunan, seperti halnya di ruang private.

Di balik itu semua ada sebuah pertanyaan, ternyata di alam modern ini, Kesantunan masih ada dan terjaga pada sebagian generasi muda kita 

 

Sabtu, 18 Desember 2021

Ada yang menarik dari pengalaman bermain di arena rubah-terbang (flying fox). Permainan ini, kerap hadir di sejumlah arena permainan, baik permainan anak atau permainan outbound (mancakrida).


seperti yang teralami hari-hari ini. Permainan Mancakrida (outbound), di isi dengan rubah-terbang. Sudah banyak yang terbiasa dengan permainan ini, tetapi, masih banyak pula, yang belum bisa menikmatinya. Alasan sangat beragam. Alasan males, takut,  gak berani, dan lain sebagainya. Inti kata, cukup banyak alasan yang bisa menyebabkan seseorang tidak bisa menikmati permainan rubah-terbang di kegiatan Mancakrida.

Sabtu, 13 November 2021

 


Tugas Rasulullah Muhamma Saw itu, adalah untuk seluruh umat manusia. Dalam Bahasa al-Qur’an, disebutnya kaffatan linnaas (seluruh umat manusia).

﴿ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ٢٨ ﴾ ( سبأ/34: 28)

28.  Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.  (Saba'/34:28)

Rabu, 22 September 2021

Tidak semua sadari atau menyadari. Berbagai ucapan, emoticon, gambar atau apapun yang disimpan di platform digital, akan menjadi bagian sejarah-dirinya sendiri. Salah satu diantaranya, akan kita sebut sebagai jejak intelektualnya.

Informasi dari kalangan yang paham tentang pemrograman, karakter program di komputer itu, bersifat algoritma.  Logika wajar dan akan terus berulang, sebagaimana pola yang sudah disusunnya.  Karakter serupa ini, perlu disadari, bahwa apa yang kita lakukan di platform itu, akan membentuk kewajaran-wajah kita, sesuai dengan kebiasaan yang kita lakukan selama ini, dan saat ini,


Senin, 20 September 2021


Awalnya, lebih sekedar pertanyaan. Pertanyaan pribadi terhadap tim manajemen madrasah. Khususnya, bila kita membayangkan, praktek dan model pembelajaran selepas pandemi ini berakhir.
Taruhlah, kita optimis dan berharap besar, bahwa pandemi akan berakhir pada beberapa hari ke depan, atau setidaknya, di awal 2022, kita semua sudah bisa melakukan aktivitas kehidupan secara normal lagi.  Berekonomi normal, bersosial normal, bersekolah normal, berpolitik normal, dan melakukan aktivitas apapun dilakukan secara normal.

Selasa, 27 Juli 2021


Istilah jejak digital, sangat familiar dalam kehidupan kita, hari ini. Istilah ini pulalah, yang memberikan kenangan, setidaknya dapat mengobati luka diri, supaya tidak terlalu dalam.

Bisa dibayangkan. Seluruh data, tersimpan dalam satu bank data. Sebut saja, mislanya pada sebuah drive di komputer atawa laptop. Tidak tersisa dan kita rapih menyimpannya di drive tersebut. Bahkan, saking rapihnya, komputeri atau laptop itu, khusus pekerjaan sendiri dan untuk diri sendiri. Tidak ada orang lain yang diizinkan untuk menggunakannya.

Sekali dua kali masih aman.

Rabu, 09 Juni 2021

 


Awal Februari 2021, sebagian besar tenaga pendidik di Indonesia sudah mendapat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan peniadan Ujian Nasional di akhir tahun pada jenjang Pendidikan dasar dan menengah. Andaipun tidak mendapatkan edaran tersebut, mungkin ada diantara kita yang langsung menyaksikan sosialiasi Mas Menteri di media social elektronik, atau media public lainnya.

Dengan merujuk Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 tahun 2021, terungkap bahwa Ujian Nasional di tiadakan. Di  bagian lainnya, ada pesan bahwa kenaikan kelas pada jenjang Pendidikan dasar dan menengah di tahun 2021 ini, ditentukan oleh empat faktor utama, yakni (1) Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya), (2) Penugasan, (3) Tes secara luring atau daring, dan/atau;, dan (4) Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.[1] Kebijakan ini, dapat dikatakan sebagai rangkaian kebijakan responsive Pemerintah terhadap situasi pandemic. Dalam kebijakan sebelumnya, Pemerintah pun, sudah menegaskan pengunduruan waktu pelaksanaan AKM (Assessment Kompetensi Minimal), menjadi akhir tahun, atau diperkirakan Oktober 2021.[2]