Just another free Blogger theme

Selasa, 01 Juli 2014



Ramadhan itu, mirip bulannya therapi. Bulan konsultasi kesehatan, kepada ahlinya. Inilah, saat kita introspeksi ini, mengenai keluhan hidup selama 11 bulan lalu, dan di ramadhan kali ini, kita mencoba mentherapi ini, sesuai resep Qurani, guna meraih kesehatan jiwa, lahir bathin, dan mendapat kebahagiaan dunia akhirat. Inilah salah satu cara mengartikan ramadhan, adalah memosisikan bulan ramadhan sebagai bulan therapy. Bukankah Qur'an itu, resep penyembuhan (asy-syifa')?

Selasa, 17 Juni 2014




“rasanya, ingin sekali bisa nonton Piala Dunia (World Cup) langsung di Brasil…!” ungkapan seperti ini, tidak hanya diungkapkan oleh satu orang, dan bukan hanya para pencita bola di kota saja. Para pencinta bola di daerah, di desa pun, banyak yang memiliki impian serupa ini.

Minggu, 11 Mei 2014



“kita ini harus produktif !”saya setuju.
"kita harus kreatif !" saya juga setuju.

Tetapi, ajakan serupa itu, ternyata tidak cukup dan tidak sekedar itu. Setidaknya, inilah yang saya rasakan saat ini. Karena, banyak orang, dan juga teralami sendiri, kreatif dan produktif di era seperti sekarang ini, belum menjadi sebuah jaminan dalam membangun dan menata kehidupan kita saat ini.

Selasa, 22 April 2014



Hari Bumi (Earth Day), kali ini terasa berbeda. Setidaknya, karena diri ini ikut terlibat dalam salah satu acara yang diselenggarakan Badan Geologi. Kegiatan yang diikuti kali ini, yaitu Public Lecture (kuliah umum). Tema yang diangkat, Hijau Kotaku, Lestari Bumi.

Minggu, 20 April 2014



Sepagi buta ini, aura Hari Kartini menguat. Setidaknya itulah, tema-tema yang banyak dibincangkan orang di media. Media massa, mengambil posisi sebagai pihak yang paling getol, atau merasa paling bertanggungjawab dalam mengkomunikasikan ide-ide ini. Setidaknya, paling bertanggungjawab dalam memfasilitas ruang public dalam membicangkan tema-tema yang dianggap menjadi perhatian public.

Kamis, 17 April 2014



Sepagi ini, anak-sanak sudah makan. Aku pun demikian adanya. Jam-jam pagi seperti ini, orang-orang yang ada di sekitar rumahku, diperkirakan sedang dalam tahap makan pagi.  Setidaknya, itulah asumsi yang dimiliki saat itu. Karena beberapa jam sebelumnya, kepulan asap dan bau masakan sudah banyak tercium.