Just another free Blogger theme

Senin, 20 Maret 2017


https://img07.rl0.ru/1fb08630676dc48895e2cb6bd1994108/c333x258/1.bp.blogspot.com/-fZw2iSEZhgs/UU0Xba-0gmI/AAAAAAAAC0I/8YRYN3poHDA/s1600/Tidak semua orang sadar, bila dalam hidupnya, dia pernah melakukan pembajakan. Pembajakan terhadap karya, karir, atau hak orang lain. Ketidaksadarannya itulah, yang kemudian, malah membuahkan, sikap, merasa benar dengan sikapnya, dan menjadikan orang lain sebaga korban. Sakitnya tuh di sini !

Jumat, 03 Maret 2017


Image result for kaca pecahJadilah Plastik, dan bukan manusia bermental kaca. Mendapat tekanan sedikit, langsung pecah. Ada  masalh sedikit,  langsung nangis. Ada tugas agak berat sedikit, langsung mundur. 

Senin, 20 Februari 2017


Hasil gambar untuk bocoran ujian nasional 2017Entah mengapa, kita di sini, melihat ada beberapa kemiripan antara guru di sekolah dengan presiden dan DPR di istana, saat menghadapi soal UN.  Ahok, adalah mata pelajaran yang di UN-kan untuk tahun 2017 ini. Setiap peserta UN, dibuatnya blingsatan dan bercucuran keringat karena soal tersebut..

Jumat, 10 Februari 2017


Hasil gambar untuk bajak sawahDulu tidak pernah berpikir, atau terpikirkan, tentang identitas diri ini. Siapa saya ini ? apa tugas saya selama ini ? pertanyaan-pertanyaan sepele, yang seringkali saya abaikan selama ini.

Senin, 06 Februari 2017


Hasil gambar untuk terdakwa kartunSaya heran. Bisa jadi, yang lain pun heran. Mengapa, di zaman sekarang ini, selepas ada KPK, dan bahkan puluhan, hingga ratusan pejabat sudah masuk ke penjara, masih saja, ada yang melakukan tindan pidana korupsi ! heran. gak habis pikir. Mengapa hal serupa ini terus terjadi !

Rabu, 25 Januari 2017

dengan mengetahui kelemahan orang lain,
kita dapat memperbaiki hidupnya
namun dengan menyembunyikan kelemahannya,
berguna untuk menjaga keharmonisan
dengan mengetahui keunggulan orang lain,
menunjukkan penghargaan diri,
namun dengan membuka-buka keunggulan

kan jadi bibit keangkuhan

Minggu, 22 Januari 2017


Hasil gambar untuk gagasanSepuluh tahun sudah, menjalani profesi sebagai tenaga pendidik di madrasah yang di kelola Negara.  Sebagai salah satu, lembaga pendidikan negeri, hilir mudik pegawai, khususnya di puncuk pimpinan, sudah biasa dan wajar terjadi. Potensi serupa itu, sulit dihindari, dan harus diterima tanpa koreksi.

Mengapa disebut tanpa koreksi ? alasannya sangat klasik, guru atau aparat, tidak memiliki kewenangan untuk menolak keputusan atasan. Hingga 2016, pimpinan sekolah/madrasah, lebih merupakan otoritas pemerintah dibandingkan dengan hak demokratis warga sekolahnya. Dengan kata lain, pimpinan yang datang, dengan kualitas apa adanya, harus diterima.