Just another free Blogger theme

Jumat, 22 Juli 2022

 bismillah. 

Hari ini, suasana duka, menyelimuti keluarga besar MAN 2 Kota Bandung.  Sejak pagi tadi, sudah berseliweran ucapan duka dari banyak orang dan banyak pihak. Masuk ke group medsos, yang digunakan keluarga besar Mandaba. Ucapan duka itu, terkait dengan adanya berita, salah satu sahabat kami, Ani Pitriani Salam, yang kembali ke tempat Haq, dan pemiliknya yang Haq, yaitu Allah Swt. 



Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.

Siapa Ani Pitriani Salam itu ?

Beliau tiada lain adalah salah satu personil Genk Gehu. Itulah sebutan kelompok ini, oleh kelompok ini, teapi dikenal oleh kelompok lain, yang sudah mengenalnya (gimana maksudnya ya..?). Iya, gitu, kalau sudah kenalan dengan mereka, kita bakalan tahu bahwa mereka itu Genk Gehu. Kalau belum kenal, ya pasti tidak tahu apa itu genk Gehu. Sekedar nebak-nebak saja, mereka itu adalah hobi kuliner, suka  jajan, walupun pendapatan sekedar tenaga honorer. Tapi, soal ngajar atau tugas, gak usah ditanya !!! gak usah nanya dan mempertanyakan dech !!!. Keren kan ! masih honor, tetapi ngahuap, tetap nonor satu (gede huap..).

Personil Genk Gehu cukup banyak, dulu tiap tahun bertambah.  Hal itu, terjadi, karena setiap tahunnya ada penambahan tenaga honorer. Tapi sekarang-sekarang ini, karena tidak ada penambahan guru honorer lagi di lingkungan MAN 2,  dan malahan banyak yang mutasi, jadi jumlah anggota genk ini,  malah tiap tahun anggotanya berkurang. terus berkurang. hihihi..





Untuk sekedar contoh, foto yang disertakan dalam artikel ini adalah beberapa orang yang terlibat, dan menjadi anggota atau simpatisan dari Genk Gehu. Irisan dari ketiga foto itu, sudah tentu, ada sahabat kita yang tengah kita bicarakan ini, yakni Ani Pitriani Salam, M.Pd., yang lahir 24 Juni 1984.

Latar belakang pendidikan beliau adalah Pendidikan Kimia dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan kemudian melanjutkan pendidikan paska sarjana ke UPI, dalam jurusan yang sama. Kemudian di tahun 2013, beliau menikah dengan Kang Ardi Ariandi, begitulah catatan yang tersisa di FB.

Hal unik dan menarik selama bertugas sebagai tenaga pendidik di MAN 2 Kota Bandung, bu guru Ani Pitriani Salam ini, dikenal penyuka tantangan dan hal-hal baru. Eh, atau apalah, istilahnya, saya kurang begitu pintar memilih kata yang cocok untuk beliau. Tetapi maksudnya begini.

Ani Pitriani Salam, sejak tercatat sebagai tenaga pendidik MAN 2 Kota Bandung, oleh Kamad saat itu, yakni Drs. Wawan Sofyan kerap menjadi perhatian utama. Mengapa ? latar belakangnya pendidikan Kimia, tetapi beban  mengajar Kimia di madrasah itu, tidak cukup. Jangankan, untuk tenaga honorer, beban mengajar minimal bagi guru ASN pun sangat kurang. Akhirnya, bu Ani, diberi amanah mengajar  Pendidikan Kewirausahaan (PKWU).  Luar biasanya, beliau pun, siap ! Bahkan, bila tidak salah ingat, selain PKWU, mata pelajaran lain pun seperti pelajaran sejarah, atawa basa Sunda yang jamnya banyak, tetapi gurunya tidak ada, penerima tugas pelajaran itu, akan kembali lagi ke bu Ani Pitriani Salam. !!!!

Yakin, Yakin. Guru MAN 2 Kota Bandung, akan mengenang kejadian dan peristiwa itu. Kesabaran dan loyalitas bu Ani terhadap MAN 2 Kota Bandung, sudah teruji dalam perjalanan layanan pendidikan di MAN 2 Kota Bandung. Karena itu pula, beliau dikenang sebagai guru kesayangan Kurikulum, karena menjadi guru segala OK !. Walaupun, pada akhirnya, ternyata MAN 2 Kota Bandung, bukan pangkalan terakhir dalam titian karirnya. Beliau mutasi ke SMK Muhammadiyah, untuk melanjutkan karir dan keilmuannya di sana.

Pagi ini, kami, keluarga besar, mendapat informasi duka, yang sulit untuk dipercaya, tetapi tidak bisa ditolak. Kami adalah sahabat sementara, harus merelakan kepergian sahabat solehah ini, memenuhi panggilan dari pemiliknya, yakni Allah Swt. 

Kami semua berdoa, semoga Allah Swt menempatkan ditempat terbaik, setara dengan kebaikan yang telah ditebarkan Ani Pitriani Salam dalam dunia pendidikan, atau dalam kehidupan sehari-harinya. Amin.









Rabu, 29 Juni 2022


Kalimat ini, mungkin bukan peribahasa lagi. Bekerja Sampai Mati. Sebuah kalimat, yang benar-benar memiliki makna, dan juga  pembuktian. Semula, saya sendiri pun, tidak yakin, bahwa ada orang yang bisa bekerja sampai mati, atau seorang pemilik perusahaan membolehkan karyawannya untuk bisa tetap bekerja, sebelum kematian menjemput.

"aha.., kalau yang dimaksudkan, seseorang meninggal, saat bekerja, kemudian disebut bekerja sampai mati.., pasti ungkapan itu, tidak aneh, tidak unik, dan tidak mengherankan.". Setuju kan ? pernyataan dan peristiwa serupa itu, akan menjadi berita biasa, dan banyak terjadi di sekitar kita. Namun, bila ada kejadian, seseorang yang tetap diakui sebagai karyawan dan mendapatkan upah, sampai kematian menjelang, "itulah, yang baru aneh..!!!"

Selasa, 17 Mei 2022

 


Tidak banyak yang bisa menjadi bahan cerita.  Kisah –sebut saja, Mulyadi atau dipanggil Yadi, menjadi salah seorang alumni yang bisa menjadi bahan cerita di sini.

Mulyadi dikenal sebagai anak yang pemalas. Setidaknya itulah, cap banyak orang terhadapnya. Selama berseragam Aliyah, kebiasaannya hanya main, senda gurau, bahkan sesekali membuat iseng kepada teman-temannya. Kegiatan itu, hampir dilakukan setiap hari, sehingga melalaikannya sebagai seorang pelajar.

“Mana tugas?!” tanya seorang guru

Selasa, 10 Mei 2022


Adalah menjadi sebuah harapan setiap orang. Bila sesuatu hal terjadi dan terwujud sesuai dengan harapan. Atau dengan kata lain, jika setiap harapan kemudian mewujud di depan mata. Kejadian dan peristiwa itu, akan menjadi harapan bagi setiap orang.

Seperti yang terjadi saat ini. Pintu keterwujudan harapan itu, sudah ada di depan mata.  Menikah dengan orang yang dicintai, sudah ada di depan mata. Impian selama ini, komunikasi dan jalinan hati selama ini, dan harapan yang menjadi bayangan bersama selama ini, sudah tinggal beberapa langkah lagi, akan mewujud di depan mata.

"insya Allah, calon sudah ada.." ungkap seorang guru, yang kerap dianggap sebagai ustadzah dan juga orang soleh selama ini, di madrasah ini.

"Alhamdulillah, kalau sudah suda ada calon.." timpal teman dekatnya yang lain, "orang mana ? dan kapan melangsungkan pernikahannya ?" 

"mudah-mudahan tidak terlalu lama, dan tidak terlalu harus menunggu..." paparnya, "hanya satu ganjalan yang belum diselesaikan dengan baik saat ini.." curhatnya.

"Apa itu..?"

"restu anak-anak.." jelasnya. 

Ya,  ibu yang satu ini, memang berstatus sebagai janda ditinggal wafat oleh suaminya. Belum lama ini, kurang lebih satu tahun terakhir ini. Meninggal gara-gara sakit, diduga jantung, dan wafat selepas melaksanakan olahraga.  Beliau meninggal dalam usia muda, masih jauh dari masa pensiun,  tetapi takdir Ilahi menentukan lain. Wafat dimasa-masa krisis kesehatan, masa pandemi tahun kemarin.

"oh, itu memang butuh kesadaran dan komunikasi yang baik.." nasehat temannya kepada sang  ustadzah, "anak-anak perlu diajak ngobrol, lebih-lebih kalau sudah dewasa, biar mereka paham maksud dan tujuan orangtuanya..."

"mereka sih memprotesnya, karena mereka sudah mampu menjamin ekonomi.." ungkapnya, "Apa lagi yang Bunda cari., kata mereka...?", keluhnya, "saya gak bisa jawab, kecuali perasaan hati yang belum terungkap dan belum tersampaikan kepadanya.

"maksudnya ?"

"ya, kalau boleh jujur, hubungan kami ini sudah berlanjut lama. Kami sudah saling memperhatikan dan merasakan kerinduan dan kangen yang kami miliki..." paparnya.

"maksudnya ?"

"dengan calon yang baru ini, sebenarnya sudah kenal lama. Tetapi, waktu itu, kami sadar akan posisi, bahwa kami semua sudah punya ikatan masing-masing. Tetapi, kami saling merasakan dan saling support dalam karir. Takdir Tuhan sekarang berbeda, ternyata kami, kami ditinggal pasangan hidup kami. Jadi inilah, mungkin takdir kami..." ungkapnya.

"jadi, selama ini sudah ada ikatan bathin.."

Dia hanya menjawab dengan senyum sambil menjelaskan, "tapi, kami tahu batasan..kok".


Minggu, 08 Mei 2022

 


Ada-ada saja cerita kalau mudik lebaran. Cerita itu, tidak jauh dari suasana macet di jalanan, saat mudik lebaran. 

Ya, saat macet dijalanan, di kala kita ada di tengah jalan.

Hari itu, di perempat terakhir perjalanan Majalengka - Bandung.  Rasanya, kalau normal, tidak kurang dari 30 menitan pun, bisa sampai ke rumah. Di kota Bandung. Tapi, karena situasi macet, ya, tidak bisa diperkirakan lagi. entah akan butuh  berapa lama, atau berapa waktu lagi. Kata orang, sabar dan jalani saja.

Lokasi agak kurang hafal, di daerah mana. Tetapi, jelas bahwa posisi itu sudah ada di kawasan Bandung. Di bagian ujung Timur Kota Bandung.  Saat, tengah menikmai, cie, ceritanya menikmati macetnya perjalanan arus balik, dikagetkan oleh suara yang tak terduga.

"Bapak, selamat lebaran yah.." ungkapnya dari balik helm. 

Waduh.  Kaget juga. Bukan kaget ada yang mengucapkan salam, tetapi kaget, karena dijalanan yang lagi macet, dia dari kendaraan roda dua, langsung menyodorkan tangan untuk mengajak salaman.  Padahal, posisiku sendiri ada di dalam mobil, tengah megang setir. 

Situasi memang lagi berhenti. Karena macet. Jadi tidak akan banyak mengganggu orang. Yang membingungkan, dia mengajak salaman di tengah kemacetan, di tengah jalan, dihadapan banyak orang yang juga sedang antri di perjalanan.

Dengan sedikit ragu, tanganpun dikeluarkan untuk menerima salaman. Bahkan, dia sempat mencium tanganku sendiri. "Subhanallah, jadi malu.." ucapku dalam hati.

"Ayah, siapa?" tanya anakku dari jok belakang, "kelihatannya, lebih tua dari ayah..."

"Ayah juga agak lupa, gak kelihatan. Dia pakai helm. Cuma, yakin pasti mantan siswa..", jawabku, "kalau agak tua, ya mungkin mantan mahasiswa ayah.." jawabku sekenanya.

kekagetan belum reda, tetapi jalanan sudah mulai akan terurai. Kendaraan pun secara perlahan maju, dan bergerak menuju tempat masing-masing.

Disela-sela kekagetan dan perjalanan itulah, membuncah ragam pertanyaan, mengenai siapa dan mengapa dia begitu leluasa untuk melakukan hal yang ada dalam situasi tak menguntungkan. Di tengah jalan, di tengah kemacetan, dan ruang publik yang terbuka, masih ada orang yang melakukan tindak kesantunan, seperti halnya di ruang private.

Di balik itu semua ada sebuah pertanyaan, ternyata di alam modern ini, Kesantunan masih ada dan terjaga pada sebagian generasi muda kita 

 

Sabtu, 18 Desember 2021

Ada yang menarik dari pengalaman bermain di arena rubah-terbang (flying fox). Permainan ini, kerap hadir di sejumlah arena permainan, baik permainan anak atau permainan outbound (mancakrida).


seperti yang teralami hari-hari ini. Permainan Mancakrida (outbound), di isi dengan rubah-terbang. Sudah banyak yang terbiasa dengan permainan ini, tetapi, masih banyak pula, yang belum bisa menikmatinya. Alasan sangat beragam. Alasan males, takut,  gak berani, dan lain sebagainya. Inti kata, cukup banyak alasan yang bisa menyebabkan seseorang tidak bisa menikmati permainan rubah-terbang di kegiatan Mancakrida.

Sabtu, 13 November 2021

 


Tugas Rasulullah Muhamma Saw itu, adalah untuk seluruh umat manusia. Dalam Bahasa al-Qur’an, disebutnya kaffatan linnaas (seluruh umat manusia).

﴿ وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا كَاۤفَّةً لِّلنَّاسِ بَشِيْرًا وَّنَذِيْرًا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ ٢٨ ﴾ ( سبأ/34: 28)

28.  Tidaklah Kami mengutus engkau (Nabi Muhammad), kecuali kepada seluruh manusia sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.  (Saba'/34:28)