Just another free Blogger theme
Minggu, 27 Maret 2016
Minggu, 14 Februari 2016
by Momon Sudarma on Februari 14, 2016
No comments
Jika dihadapkan pada
sejumlah kasus geografik, masalah nilai dan kebernilaian ini tidak dapat dengan
mudah dipahami. Kita akan merasakan ada sesuatu yang masih perlu untuk
dijelaskan secara berkelanjutan. Misalnya, apakah banjir, gunung meletus, atau
gempa bumi adalah satu peristiwa yang tidak bernilai ? atau malah, dapat disebut sebagai sesuatu yang
bernilai ? darimana kita bisa melihat dan menjelaskan hal-hal serupa ini.
Minggu, 31 Januari 2016
by Momon Sudarma on Januari 31, 2016
No comments
“rugilah kita, bila kita menolak
kebaikan. Abaikan motivasi pribadinya, karena sepanjang dia tahu posisi kita
dihadapannya, maka kebaikan yang dia lakukan kepadamu adalah hadiah Tuhan untukmu
melalui tangannya…”
Jumat, 08 Januari 2016
by Momon Sudarma on Januari 08, 2016
No comments
Derek Gregory (1994)
mengeluarkan buku dengan judul Geographical Imagination.[1] Karya
ini mengingatkan kita pada The Sociological Imagination karya C. Wright Mill yang pertama kali
terbit 1959.[2] Kedua
buku ini, menarik untuk dikaji, dan dapat dijadikan batu loncatan untuk
memahami wacana yang akan kita ulas dalam buku ini, khususnya untuk memahami
mengenai hakikat geografi, geografi implisit dan kecerdasan geografi. Pemahaman
hal-hal tersebut tadi, akan kian kokoh bila kita dapat menarik manfaat dari
konsep imajinasi geografi ini.
Selasa, 21 Juli 2015
by Momon Sudarma on Juli 21, 2015
No comments
Di zaman kita sekarang
ini, isu mengenai sekolah berwawasan lingkungan (green school) sudah mulai
memasyarakat. Setidaknya, itulah yang terjadi di beberapa kota di Indonesia, termasuk di
Kota Bandung. Isu pentingnya pendidikan berwawasan lingkungan, setidaknya
diawali dengan adanya Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH), yang kemudian menjelma
menjadi sebuah prinsip penyelenggaraan pendidikan berwawasan lingkungan.
Kendati demikian, seiring
sejalan dengan perkembangan isu itu sendiri, ternyata, masih ada pandangan dan
kebijakan yang sempit mengenai arti dari pendidikan berwawasan lingkungan
tersebut. Kita seringkali melihatnya,
pendidikan berwawasan lingkungan itu, sekedar sekolah yang memiliki taman
hijau, atau bersih dan sehat.
Pikiran seperti itu,
benar, tetapi kurang tepat. Setidaknya, bila kita kaitkan dengan prinsip dari
dari pendidikan lingkungan hidup itu sendiri. Karena pada dasarnya, untuk
menjadi sebuah sekolah hijau, atau sekolah berwawasan lingkungan, ada beberapa
komponen pokok yang perlu ditumbuhkembangkan di lingkungan sekolah tersebut.
Minggu, 21 Juni 2015
Rabu, 17 Juni 2015
Langganan:
Postingan (Atom)
