Just another free Blogger theme

Selasa, 27 Juli 2021


Istilah jejak digital, sangat familiar dalam kehidupan kita, hari ini. Istilah ini pulalah, yang memberikan kenangan, setidaknya dapat mengobati luka diri, supaya tidak terlalu dalam.

Bisa dibayangkan. Seluruh data, tersimpan dalam satu bank data. Sebut saja, mislanya pada sebuah drive di komputer atawa laptop. Tidak tersisa dan kita rapih menyimpannya di drive tersebut. Bahkan, saking rapihnya, komputeri atau laptop itu, khusus pekerjaan sendiri dan untuk diri sendiri. Tidak ada orang lain yang diizinkan untuk menggunakannya.

Sekali dua kali masih aman.

Rabu, 09 Juni 2021

 


Awal Februari 2021, sebagian besar tenaga pendidik di Indonesia sudah mendapat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan peniadan Ujian Nasional di akhir tahun pada jenjang Pendidikan dasar dan menengah. Andaipun tidak mendapatkan edaran tersebut, mungkin ada diantara kita yang langsung menyaksikan sosialiasi Mas Menteri di media social elektronik, atau media public lainnya.

Dengan merujuk Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 tahun 2021, terungkap bahwa Ujian Nasional di tiadakan. Di  bagian lainnya, ada pesan bahwa kenaikan kelas pada jenjang Pendidikan dasar dan menengah di tahun 2021 ini, ditentukan oleh empat faktor utama, yakni (1) Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap atau perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya), (2) Penugasan, (3) Tes secara luring atau daring, dan/atau;, dan (4) Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.[1] Kebijakan ini, dapat dikatakan sebagai rangkaian kebijakan responsive Pemerintah terhadap situasi pandemic. Dalam kebijakan sebelumnya, Pemerintah pun, sudah menegaskan pengunduruan waktu pelaksanaan AKM (Assessment Kompetensi Minimal), menjadi akhir tahun, atau diperkirakan Oktober 2021.[2]

Kamis, 13 Mei 2021

Berulang kali lebaran, berulang kali umat Islam meyakini kembalinya jatidiri pada kesucian. Berulang kali pula, setiap insan muslim melontarkan ucapan selamat idul fitri di hari kefitrian itu.


TIdak bisa diingkari, secara sosiologis, hampir seluruh umat Islam merasakan kebahagiaan. Bahagia dengan tibanya hari lebaran atau idul fitri. Mereka melakukan penyambutan hari lebaran dengan beragam cara. Andaipun ada satu catatan yang sama yang biasa dijadikan tradisi lebaran, yakni bershilaturahmi dan bersuka cita makan opor ayam di hari lebaran. 
Ada juga kesamaan lainnya, yang tidak jarang dilakukan umat Islam. Mengenakan pakaian baru. Baju koko baru, mukena baru, dan serupa itu, untuk meramaikan hari suci, dan kesucian di idul fitri. 

Minggu, 09 Mei 2021


"sebagai bintang iklan, kewajibannya adalah melakukan apa yang sudah digariskan dalam skrip dari pemesan.." itulah salah satu ucapan, yang mungkin bisa kita dengar, saat kita berhadapan dengan seorang bintang iklan.

Saya sendiri belum pernah menjadi bintang iklan. Tetapi, untuk sekedar berkomunikasi dengan pihak tertentu, dalam meng-endorse produk yang akan dipromosikan, bukan sesuatu yang sulit. Sudah beberapa kali, permintaan dan permohonan itu diajukan.

Kendati tidak berimbas secara ekonomi secara nyata, namun, sejumlah hal pernah dijalani. Melakukan sesuai dengan apa yang dimintakannya, dengan maksud dan tujuan mempromosikan produk yang diminta dipromosikannya.

Kamis, 29 April 2021


Setiap Ramadhan tiba, selalu saja, ada pertanyaan, "katanya, setan dibelenggu, tapi kenapa, kemaksiatan masih ada ?" 

Pertanyaan yang sederhana, namun memiliki kedalaman dan kompleksitas masalah yan cukup luar biasa.  Penulis sendiri, rasa-rasanya, baru bisa memahami dalam waktu-waktu terakhir, dan itupun, belum tentu, memberikan gambaran dan atau jawaban yang memuaskan.

Selasa, 06 April 2021

“hore....”, teriak sejumlah anak. “Pak, Sudah bel..” ujarnya. Teriakan itu disampaikan, berkaitan dengan lonceng jam pergantian pelajaran berbunyi. Sejumlah anak kelihatan sumringah. Kelihatan bahagia. Seolah baru keluar dari sebuah “tekanan” yang berat dan tak kuasa dipikulnya.

Bukan hal aneh. Tidak unik. Siang itu sebenarnya, hanya memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk mempresentasikan kembali materi ajar, yang saat itu masih terpampang pada peta konsep di whiteboard (papan tulis putih). Tidak aneh-aneh.  Tugasnya pun sangat sederhana, yaitu menjelaskan kembali peta konsep yang sudah buat bersama sebelumnya.

Senin, 05 April 2021


Tidak semua orang, senang dengan perbedaan pendapat. Tidak semua orang, bisa, hidup dalam suasana perbedaan pendapat. Tidak semua orang kerasan, untuk hadir di tengah benturan pandangan.

opini, dengan seketika muncul dalam benak ini. Sesaat, selepas mengikuti sebuah kegiatan pertemuan. Pertemuannya disebut pertemuan dinas, dan dihadiri oleh orang-orang yang dipersepsi masyarakat, adalah dewasa dan berpendidikan. Tetapi, seusai rapat itu, perasaan ini malah gelisah dan merasa tidak nyaman, dengan tanggapan beberapa orang, yang menilai bahwa rapat barusan, terbilang kurang nyaman.

"lha, apa masalahnya..?"