Mengamati perkembangan dan dinamika pendidikan hari ini, ada satu kebutuhan mendesak untuk mengeksplorasi mengenai potensi dan pengembangan pendidikan di era industri teknologi dan informasi. Lebih jauh lagi, satu diantara manfaat wacana ini, adalah untuk mengenali kembali, sejarah perkembangan persekolahan dilihat dari pengaruh teknologi pendidikan (educational technology). Pokok pemikiran ini, dirasa penting, dengan harapan dapat memberikan penjelasan dan kejelasan mengenai, apa dan bagaimana sejarah perkembangan sekolah ini, terkait denagn peran fungsi teknoligi pendidikannya itu sendiri.

Dikutip dari Sayed Hadi Sadeghi (2018:13-15), membagi perkembangan pembelajaran jarak jauh ke dalam lima generasi. [1] Pertama, Generasi Model Korespondensi (model korespondensi). Penyediaan pendidikan jarak jauh menggunakan media cetak, yang bisa dikirim ke pembelajar di berbagai daerah. Model pembelajaran ini, lebih bersifat linier, yaitu dari penyedia jasa pendidikan kepada peserta didik. Jarak geografi sangat terasa dominan yang mempengaruhi kelancaran dan keberlangsungan pendidikan jarak jauh generasi awal.
Kedua, Generasi Multimedia (Model Multi-media). Perkembangan lebih baik lagi, yaitu selepas hadirnya teknologi komunikasi yang baru, yakni radio dan tv. Model pendidikan jarak jauh di zaman ini, dikembangkan dengan model ragam media (model multimedia). Penyelenggara pendidikan jarak jauh, memanfaatkan saluran radio dan jaringan televisi untuk layanan pendidikan ke berbagai daerah di pelosok negeri.
Ketiga, Model Generasi Pembelajaran Jarak Jauh ( The Tele-Learning Model). Diperkirakan, sejak tahun 1980-an, sudah mulai ramai digunakan telekonferensi. Pengembangan model ini sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan pemanfaatan TV dalam konteks komunikasi dan interaksi global. Sehingga, model telekonferensi bisa diterapkan antar kampus dalam rangka layanan pendidikan.
Keempat, Generasi Pembelajaran Fleksibel. Kehadiran internet dan meningkatnya populasi komputer pribadi, menyebabkan komunikasi dan interaksi semakin mudah dan terbuka. Pemaksimalan fungsi internet itu, kemudian menyebabkan model pembelajaran pada generasi ini, bisa dilakukakapan saja, di mana saja, dan pada kecepatan apa pun . Kapanpun, dimanapun dan juga dengan siapapun. Generasi keempat merupakan generasi yang menikmati model pembelajaran yang sangat fleksibel. Di era ini, sudah mulai dikenal dan dibudayakan pembelajaran dengan apa saja, dan dimana saja (Sudarma, 2022). Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi, sangat memungkinkan hal ini terjadi dengan cepat dan efektif.
Terakhir, Generasi Model Pembelajaran Cerdas Fleksibel. Model pembelajaran generasi kelima ini, masih merupakan turunan dan pengembangan dari model generasi keempat. Modal utamanya adalah internet dan web. Karakteristik inti dari generasi kelima ini, yakni menguatnya pengalaman pribadi dari si pembelajar untuk melakukan eksplorasi dan pembelajaran ke arah yang lebih luas (expansive learning) .
[1] Sayed Hadi Sadeghi, Praktik E-Learning di Pendidikan Tinggi: Analisis Komparatif Metode Campuran , Studi dalam Sistem, Keputusan dan Kontrol 122, Springer International Publishing AG, https://doi.org/10.1007/978-3-319-65939-8_2. 2018 , hal. 13-15.
0 comments:
Posting Komentar