Just another free Blogger theme

Senin, 08 Juli 2013



Tidak berlebihan, bila kita menyebutkan bahwa gaya knalpot sepeda motor adalah gaya hidup si pemiliknya. Mungkin terlalu dini  menyebutkan gaya knalpot, adalah karakter atau kepribadian dari si pemiliknya. Tetapi, bisa jadi, dari knalpot itulah, kita bisa mengukur kewibawaaan, kesantunan, dan ketidakpekaan pemiliknya pada orang lain...


Apa yang kau rasakan, bila naik sepeda motor dan kemudian berada di posisi di belakang sepeda motor orang lain ?
Kesal ? senang ? aman ? menyebalkan ? atau bahagia ?

Entahlah. Satu hal pasti, yang bisa terjadi pada kita, adalah kita berada di belakang sepeda motor orang lain, yaitu berada di belakang knalpot sepeda motornya.

Ada yang aneh dengan hal itu ?

Mungkin “ya”, mungkin juga “tidak”. Di sebut tidak aneh, hal yang wajar, dalam sebuah parade antrian kendaraan di jalan raya, ada kemungkinan orang lain di belakang kendaraan kita, dan atau kita ada di belakang kendaraan orang lain. Karena itu, tidak perlu aneh, tidak perlu risih, tidak perlu resah, tidak perlu marah-marah. Itu adalah hukum alam dalam hidup. Jika tidak mau didepan, maka kita akan berada pada posisi di belakangnya !

Istilah di tengah, hanyalah jarak relatif saja. Karena pada dasarnya, orang yang ada di tengah-tengah itu, tidak pernah di depan. Walaupun tidak pernah di belakang, tetapi tetap tidak pernah perada pada posisi paling depan !

Tetapi, akan berbeda ceritanya,  bila kita berada di belakang orang lain, dan kemudian tepat di depan kita ada sepeda motor.  Perhatikan, rasakan, nikmati, dan renungkan, apa yang terjadi, bila ada sepeda motor yang ada di depan kita ?

Entah mengapa ? apakah hal itu adalah wajar, atau akal-akal si mekanik yang memodifikasi kendaraan tersebut. Ada sebagian diantara kita, yang memodifikasi knalpotnya, sehingga memliki karakter tertentu. Suara agak berdentum, dan hembusan asap knalpotnya pun cukup keras. Hal yang bisa menyebalkan, arah dan posisi hembusan asap knalpotnya itulah......”nyembur pas ke bagian muka kita ?!

“gila...semburan knalpot, pas kena muka !”

Sering merasakan seperti ini ! sesering itu pula saya bergumam, “apa yang kepikiran oleh si penumpang tersebut ? apa yang diinginkan oleh si mekanik tersebut ?” di dalam perjalanan ini, dengan tidak sadar, mereka sudah melukai orang lain. Setidaknya, akulah yang kerap merasakan itu.

“tetapi, apakah hal itu terjadi di sengaja? Ataukah, karena aku orang yang berukuran seperti ini, sehingga wajah ini berada tepat pada posisi knal pot tersebut ?”

Sekai lagi, saya termasuk orang yang tidak paham. Apakah hal itu adalah sebuah kebetulan ? jika memang kebetulan, mengapa posisi knalpot motor yang lain, khususnya yang memiliki posisi standar atau original, tidaklah menyebabkan hal seperti itu ? knalpot dengan posisi standar, biasa saja, dan tidak membuat orang yang berkendaraan dibelakang, terganggu dibuatnya. Bahkan, knalpot yang standar, jauh lebih santun dan berwibawa. merunduk dan tidak perlu membual (menyemburkan kotoran dihadapan muka orang lain ?)....

Tetapi, bila itu disengaja, sekali lagi, pikiran ini berujar, “apa yang kepikiran oleh si penumpang tersebut ? apa yang diinginkan oleh si mekanik tersebut ? mengapa masih ada, orang yang secara sadar untuk sekedar sebuah perjalanan saja, sudah melukai orang lain ?”

Pengalaman seperti inilah, yang mengantarkan kita pada sebuah pertanyaan, adakah hal ini menggambarkan bahwa mentalitas dan karakter budaya kita ini, sudah tidak sesantun imajinasi kita lagi ? akankah hal ini menggambarkan bahwa indikasi nakal pada perbuatan kita, sudah terasa sebagai sebuah kebaikan ?
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar