Just another free Blogger theme

Kamis, 03 November 2022

Cemburu dan kecemburuan, adalah situasi yang kerap kali mampir dalam diri seseorang. Hampir, bisa disebutkan, setiap orang, dapat merasakan kondisi ini. Perbedaan yang mungkin muncul, masalah frekuensi atau kualitas kecemburuan yang hadir dalam dirinya.

Bagi mereka yang kerap merasakan kecemburuan yang luar biasa, mungkin akan muncul pertanyaan, 'bagaimana cara mengatasi kecemburuan dalam hidup dan kehidupan ?", atau "adakah nilai positif dari sebuah kecemburuan, sehingga kecemburuan itu, adalah hal yang alamiah, dan tidak perlu untuk dihindari ?"


Apakah kita perlu cemburu, dan atau tidak oleh cemburu ? jika, kecemburuan adalah sesuatu yang positif, maka bagaimana cara mengembangkannya ? atau, apabila kecemburuan itu, adalah sikap mental atau amalan hati yang buruk atau negatif,  maka, bagaimana cara mengatasinya ? oleh  karena itu, karena, ada dua wajah makna dari kecemburuan, maka tulisan kita kali ini, lebih menekankan pada upaya menghadapi rasa cemburu dalam diri kita.

Sebagaimana dikemukakan, bahwa kecemburuan bukan sekedar amalan-emosi.  Rasa cemburu atau kecemburuan, hadir sebagai sebuah pertemuan antara kondisi emosi-pikiran, antara kebutuhan-keinginan, antara perhatian-pengabaian. Ketika ada minimnya kesadaran antara kedua hal itu maka potensi akan melahirkan kecemburuan .....

Dari beberapa kasus, dan atau pengalaman hidup kita, bisa disampaikan di sini, beberapa catatan kecil terkait masalah ini.

Pertama, kecemburuan hadir karena ada perhatian yang tidak seimbang terhadap apa yang seharus dengan pilihan hidup. Perbandingan antara memperhatikan anggota keluarga dengan pekerjaan, atau ngobrol bersama keluarga dengan memainkan smartphone, adalah beberapa kasus kecil yang potensial melahirkan kecemburuan. Disaat kita menunjukkan sikap yang tidak seimbang terhadap hal yang patut  dan prioritas hidup, maka akan melahirkan kecemburuan. Memperhatikan istri jauh lebih penting, dibandingkan menunjukkan kekaguman kepada perempuan lain, saat nonton tv atau berjalan di ruang publik.

Kedua, kecemburuan terjadi karena adanya kesenjangan subjektif tentang daya tarik sesuatu. Dalam hal ini kita sebut kesenjangan subjektif, dengan maksud mengacu pada perasaan lebih menarik sesuatu hal lain, dibandingkan yang dimiliki.  Kebun tetangga terasa lebih indah dari taman surga di rumah sendiri. perasaan subjektif ini, akan melahirkan rasa kecemburuan.

Terakhir, kecemburuan bisa terjadi, karena adanya ketidakmampuan kita memahami keunggulan orang lain, dibandingkan diri sendiri, sehingga daya tarik, keistimewaan atau kemewaha yang dimiliki orang lain, dipersepsi buruk oleh dirinya.  Kita tidak mendapatkan informasi, kualitas seseorang atau sesuatu hal, sehingga kemudian menyebabkan dia mendapat perhatian atau keistimewaan dibandingkan diri kita. Kalau kita abai terhadap kondisi ini hal yang munkin muncul, adalah adanya kecemburuan.

Berhadapan denga ragam hal ini, maka cara meghadapi rasa kecemburuan dalam diri kita, adalah temukan informasi yang lebih, sehingga kita dapat memahami hak yang mereka harus dapatkan. jangan cemburu, jika ada orang  lain mendapat perhatian lebih, jika memang  hal itu layak mereka dapatkan. Solusinya, kalau kita ngin mendapatkan perhatian lebih, maka tampilkan diri secara berkualitas. dengan cara seperti ini maka kita akan terhindar sebagai orang yang menderita cemburu buta, dan jatuh pada iri dan dengki !!



Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar