Just another free Blogger theme

Selasa, 29 November 2022

Setiap orang, tampaknya, bisa merasakan satu kondisi yang menyesakkan. Sesak karena situasi yang tidak seimbang, antara harapan dan kenyataan, antara kebutuhan dengan ketercukupan. Bila kejadian ini, datang sekali, bisa jadi, masih bisa ditoleransi, tetapi bila terjadi berulang-ulang, maka potensi mengganggu keadaan jiwa kita.


Satu dampak dan kenampakkan nyata dari situasi dan kondisi itu, adalah keluh-kesah. Keluh kesah, yaitu situasi saat emosi sudah tidak menerima kenyataan dan tidak mampu mengatasinya lagi.  Pekerjaan numpuk dan berjubel, sementara waktu mepet, dan tak ada orang yang peduli atau membantu. Sikap yang  muncul adalah keluh kesah.

"kenapa sih...?"

"pekerjaan ini, kok bikin ribet sih..." 

uh......ah........ih........oghhh.......

satu diantara sekian, pekikan, ucapan atau cetusan emosi yang muncul dari orang yang merasa kesal.  Bahkan, bisa jadi, selain kata-kata itu, ada sumpah serapah yang bisa menyinggung perasaan orang sekitarnya, sehingga membuatnya kesal.

Keluh kesah. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata ini, biasa digunakan untuk menunjukkan segala ucapan yang keluar dari kesusahan, penderitaan atau kepedihan. Keluh kesah muncul dan keluar, dari sebuah penyesalan dan pengingkaran terhadap kenyataan yang dihadapinya.  ada penyesalan, ada ketidaksejuan, dan ada penderitaan yang dirasakan dan dimilikinya.

Bila tidak terkontrol dan tidak bisa diantasi, bisa jadi, dari keluh kesah, akan menjadi awal dari sakit jiwa, atau depresi. Bila sudah depresi, maka penyakit mental ini, perlu diatasi secara lebih serius oleh tim psikiater.

Bagaimana cara mengatasi keluh kesah ?

Cara paling mudah dilakukan, yaitu ngobrol atau curhat dengan orang terdekat. Sampaikan keluhan itu, supaya orang-orang yang ada di sekitar kita, bisa memberikan dukungan, baik moral, emosional atau tenaganya terhadap ragam hal yang dikeluhkan kita. 

Pendekatan ini penting.  karena bisa jadi, keluh kesah itu, juga merupakan cermin kesendiriaan, dan keterasingan diri. Dirinya merasa bahwa masalah yang dihadapiny aitu adalah masalah pribadi, dan hanya dirinya yang bertanggungjawab. sementara orang lain, dianggapnya tidak peka, tidak peduli dan tidak memberikan dukungan apapun.

Keluh kesah, muncul karena pekerjaan yang dianggapnya terlalu berat dan tak teratasi. Keluh kesah hadir, karena peluh (keringat) yang keluar tidak menghasilkan nilai yang produktif, dan bermakna sebagaimana yang diinginkannya.

Karena itu, curhat menjadi penting, sehingga peluh kesah yang dirasakan, tidak menjadi keluh kesah. 



Categories: ,


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar