Just another free Blogger theme

Kamis, 10 November 2022

 

Hirup turun ti nu rahayu,

Hurip turun ti pohaci,

 Terjemahan :

 Hidup berasal dari Tuhan

Kesegaran hidup berasal dari Pohaci

 (Sumber : Toto Sucipto, dkk. 2007:61)



 -0o0-

Sempat terbersit dalam pikiran ini, apa sih, yang ada dalam pikiran Urang Kanekes, kenapa mereka bersikap seperti yang ada saat ini, dan melakukan semua yang ada dalam Pikukuh kabuyutan ?

Kalangan akademis, kiranya akan mencoba mencari jawaban terhadap pertanyaan, terhadap nilai-nilai keyakinan, atau dalam istilah lainnya, ideologi yang diyakini oleh si penganut. Ideologi inilah, yang bisa jadi, menjadi bagian penting dalam membentuk sikap dan perilaku hidupnya selama ini. Hanya, mungkin, kita akan sulit untuk menanyakan masalah ideologi kepada Urang Kanekes.

Hal yang bisa lakukan, adalah mencoba untuk menemukan jawaban terhadap beberapa pertanyana filosofis, yang diharapkan bisa mmebantu mengarahkan kita dalam  menemukan jawaban terhadap pertanyaan awal tadi.

Pertanyaan ini, kita posisikan sebagai pengantar kita menuju pada pemahaman yang mendalam mengenai ideologi yang dianut masyarakat Kanekes, sehingga mereka melakukan semua apa yang dilakukan selama ini.

Apa yang kau miliki saat ini, hasil apa atau dari siapa ? Apa yang kau rasakan hari ini, hasil apa, atau dari siapa ? kualitas hidup hari ini, dari mana atau untuk apa ? beberap pertanyaan filosofis, yang perlu renungan, dan kajian mendalam. Dalam hemat penulis, dengan pertanyaan-pertanyaan rasa-rasanya, termasuk masalah hakikat hidup, hakikat kerja, atau hakikat hasil usaha hidup dan kehidupan ini.  Dengan menemukan jawaban, atau mencoba mengira-ngira jawaban terhadap pertanyaan itu, kita akan dapat menemukan pintu masuk dalam menjawab pertanyaan awal.

Dalam Pikukuh Kabuyutan, ada dua kata yang berdekatan dan digunakan oleh Urang Kanekes, yaitu hirup dan hurip. HIrup artinya hidup, sementara hurip, menurut Satjadibrata, adalah hidup yang diwarnai dengan kesejahteraan. Kebutuhan manusia bukan untuk sekedar hidup (hirup). Karena orang sakit pun, banyak yang masih hidup. Kebutuhan manusia itu adalah hidup dengan sejahteranya (hurip).  Dengan demikian, kita menemukan informasi bahwa  Hirup turun ti nu rahayu, hidup  merupakan pemberian (turun) dari Sang Maha Rahayu (Tuhan). hidup dari yang Maha Kuasa, sedangkan kesejahteraan hidup, berasal dari Dewa (pohaci).

Berdasarkan paparan ini, tampak jelas, bahwa mereka merasa yakin terhadap nasib hidup di dunia ini, karena hirup dan huripnya, sudah ada dalam kuasa Tuhan dan Dewa-Dewi. Tugas manusia itu, lebih sekedar menjalankan tugas sebagaimana yang ditetapkan dalam Pikukuh, dan tidak boleh melanggar aturan Pikukuh, supaya dapat hidup dengan huripnya.

Categories: ,


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar