Just another free Blogger theme
Selasa, 30 Oktober 2018
by Momon Sudarma on Oktober 30, 2018
No comments
by Momon Sudarma on Oktober 30, 2018
No comments

belum tahu,
apakah nyawa itu adalah selembar kertas,
sesaat setelah tergores, luka itu tak bisa dibersihkan lagi
belum tahu,
apakah nyawa itu adalah selembar kertas,
kendati putih, namun bukanlah suci karenanya
Kamis, 27 September 2018
by Momon Sudarma on September 27, 2018
No comments
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1075399/original/036041700_1449218209-header_www.playbuzz_com.jpg)
kala masih gelap
Sewaktu mata di ujung lelap
kau hadir membawa harap
menyibak siang yang kuat mendekap
senyumanmu kini tampak
membawa kehangatan
menyegarkan alam dan mewarnai perasaan
kendati hanya untuk sesaat
kau berjalan berkeliling
membuat bayang-bayang yang tiada pernah lepas
kadang meneduhi kadang meludahi
kendati hanya untuk sesaat
kini kau ada di ujung harap
menghangat dan menyetubuhi
walau hanya untuk sesaat
saat kau puas dalam pelukan
ka pergi entah ke mana
yang ada hanya tinggal kenangan
kau pun kini terbenam dalam kegelapan malam
-o0o-
Saat Kau Melintas
cahaya itu sempat menerpaku
namun kemudian kau pergi
keindahan itu sempat menyambangiku
seketika membuatku sendu
harapan itu sempat menyapa
sisanya hanya kenangan
hasrat itu sempat menggelora
kini meninggalkan lara
Sabtu, 08 September 2018
Senin, 30 Juli 2018
by Momon Sudarma on Juli 30, 2018
No comments
Sempat
terpikirkan. Bagaimana kita bisa berubah dan menjadi pencipta perubahan,
bukankan guru itu adalah instrument kebijakan ?
Coba
perhatikan dengan seksama. Jika kita memiliki gairahan perubahan dan hasrat
kuat untuk mengubah keadaan, tetapi kita berada dalam system yang konservatif ?
sebut saja, yang nama kurikulum itu bersifat nasional, dan tidak bisa diubah
setiap saat. Ada waktunya perubahan kurikulum, sementara kita sebagai guru,
berada dalam hasrat untuk berubah setiap saat. Bagaimana hal ini bisa disiasati
?Selasa, 03 Juli 2018
by Momon Sudarma on Juli 03, 2018
No comments
Pesan yang ingin saya sampaikan disini, mari manfaatkan ramadhan.
Peluang-peluang ibadah itu besar dan melimpah. Marilah kita raih keberkahan
ramadhan, semaksimal. Jangan sia-siakan
dan jangan biarkan ramadhan berlalu, tanpa kita manfaatkan dengan
sebaik-baiknya.
Senin, 25 Juni 2018
by Momon Sudarma on Juni 25, 2018
No comments
Terakhir yang ingin
dituangkan dalam wacana ini, pandangan tokoh yang kita idolakan atau tokoh yang
sedang populer, bukanlah sesuatu hal yang tabu untuk dikritik. Persepsi tetaplah persepsi, dan pengetahuan
tetaplah sebuah pengetahuan. Baik persepsi maupun pengetahuan, siapapun
pemiliknya, masih tetap terbuka untuk dikoreksi.
Langganan:
Postingan (Atom)
