Just another free Blogger theme

Senin, 29 Desember 2025

Geografi adalah ilmu pengetahuan tentang permukaan bumi. Geografi mempelajari keanekaragaman permukaan bumi. Perkembangan ilmu geografi, diawali dari berbagai tulisan yang dibuat oleh para penjelajah, petualang, atau ilmuwan yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah. Karena ada keragaman fenomena kehidupan di muka bumi ini, dan kemudian dideskripsikan secara ilmiah, maka pengalaman dan perjalanan itu, menjadi sebuah perjalanan geografi. Ibnu Batuta adalah salah satu dari petualang di zaman klasik, yang kemudian dikenal sebagai seorang Geograf. Oleh karena itu, prinsip dasar dan prinsip utama geografik itu adalah obervasional atau fenomenal. Ini penting, dan perlu ditegaskan dengan seksama.  Bukanlah geografi, bila tidak menunjukkan peristiwa atau fakta yang fenomenal, atau terobservasi.

Sudah cukup lama, hadir dalam pikiran ini, pertanyaan kritis yang entah mengapa kerap hadir menghantui. Pertanyaan itu, adalah apakah observasi benar-benar, menjadi ciri dari keilmuan geografi ?  Pertanyaan ini, terasa konyol. Naif. Tetapi, saat pertanyaan itu hadir, rasanya tetap tidak bisa dihindari. Dengan kata lain, pertanyaan itu, tetap memerlukan jawaban dari kita semua, khususnya mereka yang belajar dan mempelajari Geografi sebagai disiplin ilmu.
Sebuah naskah, yang dipersiapkan UNESCO tahun 1961, dengan tegas mengatakan bahwa prinsip pembelajaran geografi menganut nilai adalah ‘the power of observation’. [1] Geografi memosisikan observasi sebagai sebuah pendekatan sekaligus teknik utama dalam membangun keilmuannya. Tidak ada geografi bila tidak menunjukkan fenomena faktual yang bisa ditemukan di muka bumi.
Dari naskah yang ada ini, seakan diajak pada sebuah pemikiran bahwa geografi itu adalah ilmu yang melandaskan pada teknik observasi. Dengan penguatan keterampilan atau teknik observasi ini, seseorang diajak untuk berpikir empiris dan sistematik mengenai pikiran geografis (geographically).
Selain observasi, pada dasarnya ada teknik lain dalam mengumpulkan informasi-informasi keruangan. Hal itu, seiring sejalan dengan norma pengumpulan data dan informasi dalam sebuah praktek penelitian. Di naskah yang kita rujuk ini, malah memberikan penjelasan luar biasa lagi, dengan mengatakan bahwa memoru, imajinasi, penalaran dan penarikan kesimpulan, adalah nilai edukaif lainnya dalam pengembangan keterampilan geografi. 

Kembali pada wacana yang sedang kita kedepan ini, lantas, apa dan bagaimana praktek observasi yang dimaksud ? keterampilan serupa apa,  yang bisa mengantarkan seseorang bisa mengembangkan keterampilan berpikir Geografis?

Pertanyaan inilah, yang menarik untuk terus bisa diperdalam, guna meningkatkan pemahaman kita mengenai keterampilan berpikir gerografi, atau mematangkan keterampilan disiplin ilmu yang kita pelajari ini.

Dalam pelaksanaannya, ada dua cara dalam mengembangkan prinsip observasi ini. Pertama, melakukan observasi langsung. Mislanya observasi tata guna lahan, observasi ke kebun, observasi ke kawasan perumahan, pemukian dan industri, dan atau observasi ke kawasan geologi batu kapur. Pengamatan dan survey itu merupakan prinsip penting dalam keilmuan geografi. Tidak mengherankan, bila kemudiana geografi itu adalah ilmu pengetahuan yang dibangun dari perjalanan, pengamatan dan penemuan nilai-nilai fenomena geografi.

Jenis kedua, yaitu obervasi tidak langsung (indirect observation). Pengamatan tidak langsung bisa memanfaatkan slide, film, atau kartu belajar. Peta dan globe atau google maps merupakan alat bantu pembelajaran geografi. Sebagai contoh, dengan membaca peta geologi, seorang pembelajar diajak untuk melakukan analisis terhadap fenomena geologi satu kawasan tertentu. Pada konteks ini, pembelajaran geografi memanfaatkan media atau alat bantu belajar  untuk menunjukkan fenomena geografi yang sesungguhnya.
Mengenalkan fenomena geosfera dengan memanfaatkan alat bantu pembelajaran, seperti gambar, foto, slide, film, atau peta dan globa, merupakan upaya membangun kecerdasan pengamatan (observational intelligence) pada siswa. Dengan pendekatan ini pula,   Karena alasan ini pula, tepat kiranya bila Alan Strahler (2007) mengembangkan buku teks dengan tema visualizing geography
Hal yang perlu dihindari, metode observasi itu berbeda dengan terlihat sepintasan. Orang bisa saja, pernah melihat selintasan mengenai air meluap, gunung  meletus, angin berhembus, pelangi mewarnai langit, bulan sabit, dan matahari terbit.  Kebanyakan diantara kita, pernah melihat gejala alam tersebut.
Melihat adalah kemampuan mekanis dan organis manusia (juga hewan), dan bersifat spontan. Seorang anak bayi bisa melihat, anak kecil bisa melihat, orang dewasa, pun bisa melihat. Tetapi, kemampuan melihat mereka belum masuk dikategorikan sebagai kemampuan observasi.
Kemampuan observasi adalah kemampuan sadar dan sistematik, dalam melihat sesuatu. Konsep dalam bahasa Indonesia, ada kemiripan dengan makna mengamati. Walaupun tidak persis sama.
Kita semua tahu, bahwa kata observasi berasal dari kata ob dan servare.  Dari kedua kata  itu, lahir makna ob, artinya didepan, menuju atau menghadap, sedangkan servare , adalah menjaga, mengawasi atau melindungi. Karena itu, makan observasi adalah upaya untuk menempatkan diri untuk menjaga, atau mengawasi sesuatu. Lebih luasnya lagi, observasi adalah upaya sadar manusia untuk mengawasi atau mengamati.
Terkait dalam konteks inilah, maka kita bisa membuat catatan kritis, bahwa (1) melihat adalah teknik sederhana dalam mengamati, (2) melihat belum tentu mengamati, sedangkan (3) mengamati sudah pasti melihat. Banyak orang yang bisa melihat, namun belum memiliki kemampuan untuk mengamati. 
Keterampilan mengobservasi, adalah keterampilan hidup yang disadari, sistematis, dan bertujuan untuk mendapatkan informasi dari sesuatu hal yang menjadi objek kajiannya.

[1] “UNESCO Source Book for The Teaching of Geography “. Sumber : http://unesdoc.unesco.org/images/0014/001444/144414eb.pdf
Categories:


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar