Sulit dihindari, sikap dan tindakan politik Luar Negeri Amerika Serikat, kali ini, merangsang seseorang untuk melihatnya dari sudut hegemoni. Kelakuan AS saat ini, yakni memaksa Presiden Venezuela dan istrinya, dari istana kepresidenannya untuk di bawa ke negara AS itu, masuk dalam tindakan politik untuk menunjukkan aura hegemoninya AS dihadapan negara lain.
Dalam batasan tertentu, media massa, mencitrakan AS sebagai salah satu negara berekonomi kuat. Untuk tafsir ini, sulit untuk dihindari, walaupun bisa diperdebatkan. Disamping AS, ada Rusia, Jepang, China, Uni Eropa dan juga sejumlah negara lain yang memiliki kekuatan ekonomi yang luar biasa di abad ini.
Saat Pemerintah AS, menetapkan kebijakan untuk meningkatkan tarif perdagangan yang masuk dalam negerinya, semua negara meradang. Untuk mengamankan perdagangan internasional, sebagaimana yang juga dilakukan Indonesia, melakukan diplomasi untuk mendapatkan kebijakan yang berkeadilan dengan AS.
Negara jumlah penduduk yang besar, AS bukan hanya mampu mendongkrak ekonomi nasionalnya, namun memiliki pasar domestik yang luar biasa. Kesempurnaan memanfaatkan pasar dalam negeri, dan pasar luar negeri itulah, yang melejitkan perekonomian AS.
Lesatan ekonomi AS itu, bukan tanpa cacat. Kemiskinan, pengagguran dan kesenjangan, akibat penerapan sistem ekonomi kapitalis, belum bisa dipecahkan. AS, pun mengalami hal serupa itu, dan menjadi salah satu ancaman ekonomi di masa depan.
Berdasarkan data terbaru per Januari 2026 (untuk laporan Desember 2025), tingkat pengangguran di Amerika Serikat tercatat sebesar 4,4%. Pasar tenaga kerja AS menunjukkan pelemahan di akhir tahun 2025 dengan tingkat pengangguran sempat mencapai angka tertinggi dalam empat tahun terakhir (mencapai 4,6% pada November 2025 sebelum turun tipis di Desember).
"Mayat hidup" di AS merujuk pada dua hal utama,orang yang terpengaruh narkoba opioid di Philadelphia yang berjalan seperti zombie, dan kasus langka seseorang hidup kembali setelah dinyatakan meninggal (seperti sindrom Lazarus), meskipun ini bukan zombie sungguhan. Istilah "mayat hidup" juga merujuk pada fiksi dan legenda, tetapi di AS terkadang digunakan secara harfiah untuk menggambarkan kondisi pengaruh zat adiktif atau kebangkitan medis yang sangat jarang terjadi.
Hal yang mendorong kuat dan tingginya, rasa percaya diri itu, yakni terposisikannya AS sebagai negara dengan kekuatan militer yang terbaik di dunia. Infrastruktur pertahanan yang luar biasa ini, menjadikan dirinya sebagai negara yang penuh percaya diri, dan bahkan mendoorng dirinya mengambil posisi sebagai Polisi Dunia.
Kekuatan ekonomi dan pertananan ini, digenapkan dengan posisi politik AS yang sangat kuat dihadapan negara-negara lain di dunia, baik di hadapan negara maju lainnya, dan atau dihadapan organsiasi internasional.
Apa buktinya ?
AS adalah salah satu negara yang memiliki hak veto. Saat hak politik ini digunakan, maka agenda organisasi internasional, termasuk PBB sekalipun, bisa mentah ditengah jalan. Kasus terbaru, adalah vonis Mahkamah Internasional terhadap Netanyahu, ternyata mentah dihadapan pemerintah AS.
Tidak ada negara lain di dunia, yang mampu menghentikan tindakan AS, melakukan penyerangan kepada negara berdaulat. Sebelum kasus Venezuela, sebelumnya, dan masih hangat dalam ingatan kita, yakni serangan terhadap negara Irak, yang menyebabkan runtuhnya rezim Saddam Husein.
Contoh lainnya yang juga memberikan gambaran adikuasa AS dihadapan negara lain di dunia, adalah sikap yang bertolak belakang dengan organisasi Dunia, terkait tindakan genocida di Palestina oleh negara Israel. AS tak bergeming dengan pendiriannya, untuk tetap berada di belakang sikap dan tindakan politik Israel, walau dunia mengecamnya.
Kasus-kasus serupa itulah, yang menguatkan gambaran bahwa AS tengah menunjukkan sikap hegemoniknya, di dunia ini, dan saat ini.
Apakah kondisi ini, akan memberikan sentuhan sikap politik yang sehat, bagi masa depan dunia ? apakah tindakan ini, akan memberikan atmosfer demokratisasi dunia, berjalan dengan baik ?
Sejatinya, bukan tanpa persaingan dan tanpa saingan. Di luar negara AS, yang tengah mempertontonkan sikap hegemoninya, ada sejumlah negara yang juga memiliki kekuatan negara yang setara dengannya. Hanya saja, negara-negara tersebut, tidak menunjukkan sikap konfrotantif terhadapnya.
Rusia, China dan Iran, adalah beberapa negara yang dipandang memiliki kemampuan tangguh dalam menghadapi hegemoni AS. Perbedaannya, sikap politik negara-negara tersebut, tidak se-nekad AS dalam menjalankan misi luar negerinya. Dengan kata lain, selain faktor-faktor yang sudah disebutkan tadi, AS memiliki pimpinan yang nekad, dalam mewujudkan hegemoniknya, dibanding dengan negara-negara lain.
Persoalannya, bagaimana jika Korea Utara memiliki kenekadan yang serupa AS saat ini ? akankah kehidupan kita akan jauh lebih baik lagi ?
bagaimana pendapat pembaca ?

0 comments:
Posting Komentar