Just another free Blogger theme

Sabtu, 03 Januari 2026

Tahun baru, berjalan beberapa detik yang lalu. Sampai hari ini, tidak kurang dari 432K detik yang lalu. Belum lama, dan belum jauh. Optimismis yang dulu, sempat dihamburkan di malam tahun baru, kini, sudah mulai sayup=sayup kembali.


Tidak bermaksud untuk pesimisme. Namun, indikasi ke arah kembalinya performa bangsa Indonesia ke stelan pabrik, sudah mulai dirasakan. Sudah menggeliat lagi. Semangat tahun baru, sekedar euporia semalaman, dan  kemudian terbawa mimpi dalam tidur panjang paska perayaan. Setelah bangun, lupa lagi, dan kembali ke stelan pabrik.

Sekali lagi, bukan dimaksudkan untuk berprasangka buruk. Namun, indikasi ke arah  hilangnya orientasi gerak perjalanan bangsa Indonesia, mulai bergeser. Gairah optimisme bangsa Indonesia, sekedar euporia kembang api yang menggelar, setelah itu padam, tak tersuara. Sunyi. Gelap. dan hampa. Stelah pabrik lagi.

Bisa jadi kita protes, terhadap dua prasangka itu. Kita yang hadir hari ini, atau membaca narasi ini, akan berusaha untuk melakukan perlawanan dengan argumentasi yang dimiliki. Hal pertama yang terlontar dan dilontarkan, tentunya ada kalimat, "tidak semua orang..". 

Ya, betul. Tidak semua orang, mengalami hal serupa itu. Ada beberapa orang diantara kita, yang masih memliki semangat dan gairah yang senafas dengan tekad dan semangat resolusi, reposisi atau gariah tahun baruan. Ada kelompok yang seperti ini. 

Pertanyaannya, apakah di dalam kelompok itu, ada diri kita ? atau, kelompok itu, lebih merupakan kelompok orang lian ? andai kita tidak ada di kelompok ini, maka kerugian sudah pasti menghampirinya. Karena itu, akan terjebak pada kelompok orang yang kembali ke stelan pabrik.

Bisa jadi, sekali lagi, kita melakukan pemberontakan terhadap narasi itu. Kita memang bukan kelompok itu, tetapi, kita adalah kelompok yang istirahat sejenak, untuk bangkit lagi beberapa hari ke depan. Jadi, istirahat paska tidur panjang tahun baru, adalah hal alamiah, natural dan manusiawi. Tidak boleh langsung dicap buruk. Nanti setelah bangun, kita akan tancap gas menuju resolusi yang sudah dijanjikan di malam tahun baru.

Mudah-mudahan demikian. Tantangan untuk kelompok ini, cukup berat. Karena selepas bangun itu, ada ancaman kelelahan, malas, dan lupa diri. Bila saja, setelah bangun itu, kenugaran yang didapat, maka agenda tancap gas, bisa dilanjutkan. Bila yang datang tiba-tiba itu, adalah perubahan pikiran, dan malas yang hadir dalam jiwa, maka ancaman kembali stelan pabrik, akan terjadi juga.

Sejatinya, mereka yang istirahat dulu itu, adalah hal alamiah. Setelah perjalanan panjang selama 365 hari sebelumnya, banyak pihak yang mengambil cuti panjang, cuti tahunan, dengan maksud untuk rehat dan pembugaran spiritual lagi. Mereka mengambil agenda cuti itu, dengan maksud dan tujuan untuk memulihkan stamina, dan melakukan meditasi tahunan dalam menentukan reorientasi kehidupan di tahun berikutnya.

Sayangnya, tidak semua orang bisa. Namun, bila saja, pembaca mampu melakukan hal serupa itu, maka itu adalah sebuah anugerah sejarah bagi pembaca untuk melakukan reorientasi lagi, guna menatap perjalanan masa depan yang labih baik.

Kembali lagi, apakah di kelompok itu, ada diri kita ? 

tau, kelompok itu, lebih merupakan kelompok orang lian ? andai kita tidak ada di kelompok ini, maka kerugian sudah pasti menghampirinya. Karena itu, akan terjebak pada kelompok orang yang kembali ke stelan pabrik.

Tidak perlu frustasi. Tetapi wajar, bila kemudian, muncul pertanyaan, apa salahnya kita kembali ke stelan pabrik ? sebuah pertanyaan, yang potensial muncul, saat kita tidak berada dalam dua kelompok tadi. Pertanyaan ini muncul sebagai protes, terhadap pernyataan beraroma negatif dari kalimat 'stelan pabrik'.

Ya, betul. Bila stelan pabrik itu, maksudnya adalah stelah-fitrah manusia, maka hal itu menunjukkan kita kembali ke titik nol, dan kita harus kembali berusaha keras untuk mengisi hal-hal bari ke posisi stelan pabrik itu. Ini adalah anugerah kehidupan kita, di awal tahun itu. Untuk bisa kembali ke titik nol, maka mau tidak mau, mirip dengan smartphone, seluruh file-tak berguna harus dibuang, dan bahkan file-fiel lainnya pun, yang kerpa menjadi beban memori smartphone kita, pun harus dihapuskan, sehingga beban memeori menjadi NOL.

Itulah stelan pabrik, yang murni !

Kondisi itu, tentunya adalah mustahil. Karena manusia adalah bagian dari sejarah hidup. Manusia adalah makhluk hidup, yang memiliki kemampuan kesan, dan obsesi. Kesan adalah jejak perjalanan hidup, dan obsesi adalah impian perjalanan hidup.Akibat dari hal itu, maka tidak mungkin kita, melakukan reset ke titik Nol serupa itu.

Hal yang bisa terjadi, adalah kembali ke stelan-pabrik subjektivitasnya masing-masing. Tahun baru, bukan menjadi pewarna baru. Tahun baru sekedar perjalanan waktu, sedangkan manusianya adalah kembali ke stelan-pabrik subjektivitasnya sendiri. balik lagi ke karakter awal.

Pertanyaan pokoknya, bila saja, ada yang masih penasaran, mengapa hal itu terjadi ?

Satu diantara sekian banyak alasan dan respon kita terhadapnya, bisa jadi adalah karena Tahun baru, sekedar perjalanan astro-mekanik, dan perubahan di masa depan, kembali menjauh dari kenyataan. Saat perayaannya, tidak ada kesadaran untuk melakukan perubahan, karena tidak ada penyesalan atau kesadaran-kelemahan terhadap apa yang sudah didapat sebelumnya.
  Oleh karena itu, maka impian mengenai akan adanya perubahan, menjadi sesuatu yang dipertanyakan.

Bagaimana menurur pembaca ?

Categories: ,


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar