Just another free Blogger theme

Minggu, 11 Januari 2026

Di media sosial, atau media elektronik, pertemuan antara Persib dan Persija, kerap kali mengundang perhatian. Selain dengan sebutan big match atau superbigmatch, sudah terbiasa pula disebut dengan istilah rivalitas. Bagi pemula, atau pemerhati kompetisi Liga, dan juga memperhatikan sejarah perkembangan Liga, sudah mafhum, dan memahami makna dibalik istilah itu. Namun, bagi kita semua, orang awam, atau yang baru mengenali kekayaan kosa kata dalam konteks kompetisi, mungkin perlu pula untuk melakukan telaahan, apa makna dibalik bigmatch atau rivalitas itu ? Hal itu perlu dikedepankan, karena kadang, ada yang disebut big match, ada pula yang disebut mini match. Lantas, apa ukuran objektif untuk penyebutan istilah tersebut ?



Sekedar membongkar kamus Bahasa Indonesia, rivalitas pada dasarnya mengandung makna Persaingan atau kompetisi antara individu atau kelompok untuk membuktikan keunggulan masing-masing. Di dalamnya ada unsur pertentangan atau pesaingan. Selain itu, dari kata ini merujuk pada semangat saling berhadapan antara dua pihak yang berusaha saling mengalahkan atau menjadi lebih sukses.

Bila demikian adanya, maka makna rivalitas ini, merentang dalam medan makna yang sangat luas. Pertama, tentunya, semua anggota klasemen adalah rivalitas. Setiap tim yang pernah dikalahkan, akan berusaha untuk mengalahkannya kembali dalam pertemuan berikutnya, atau dalam kompetisi yang lainnya. Ini tentunya rivalitas yang umum. Dengan definisi ini, semua tim adalah rivalitas bagi tim yang lainnya.

Makna seperti ini, tentunya kurang menggigit. Khususnya, manakala dikaitkan dengan perjalanan kompetisi yang sudah dilakukannya. Artinya, bila saja, dalam setiap pertemuan, sebuah tim kerap kali, kalah dibanding menangnya, maka pada pertemuan berikutnya, tidak akan disebut rivalitas lagi. Pada hakikatnya, bisa disebut rivalitas, namun geregetnya, kurang menarik, karena sudah tidak menghadirkan perlawanan yang berimbang, yang akan memantik lahirnya kegairahan bagi penonton.

Sehubungan hal ini, maka makna kedua, rivalitas itu, adalah pertemuan yang menghadirkan dua tim yang saling mengalahkan. Satu waktu, kadang menang, dan diwaktu lainnya, kadang kalah. Dengan data serupa itu, maka kemudian, di pertemuan berikutnya, akan membuka kepenasaran yang sulit ditebak untuk memastikan keunggulannya. Inilah, yang mungkin disebut sebagai rivalitas. 
Seiring sejarah ini, rivalitas serupa ini, melahirkan sebuah nama lain, ada el-clasico di La Liga Spanyol dan LIga Inggris, atau rivalitas big match di Liga 1 Indonesia. Pertemuan Barcelona dan Real Madrid, semakna dengan Persib-Persija, yang memiliki sejarah saling mengalahkan, dalam setiap pertemuannya.

Sayangnya untuk makna serupa ini pun, kurang gereget, bila kemudian pertemuan kedua tim itu, tidak menyajikan permainan yang menggairahkan, atau posisi klasemen yang menegangkan. Misalnya, rivalitas Persib-Persija, akan terasa lebih gereget pada Klasemen Liga 1 2025-2026, dibanding 2 tahun sebelumnya.

Lha, mengapa ?

Persaingan dan rivalitas di tahun ini, memiliki energi dan magnet yang kuat, karena kedua tim, termasuk dua tim lainnya (Malut dan Borneo), memiliki posisi dan nilai yang sangat rapat. Antara satu dengan yang  lainnya, hanya karena lengah satu atau dua kali saja, mereka bisa terjungkal dari puncak klasemen.

Situasi itulah, yang dapat disebut rivalitas yang menggairahkan. Sementara, dalam klasemen Liga 1 2023-2024, atawa 2024-2025, rivaliats Persib dan Persija tetap menarik, hanya saja, gairah saling mengalahkannya, kurang gereget, karena jarak nilai yang berbeda. Saat perburuannya, tentu, sangat menegangkan. Namun, tensi ketegangannya, tidak seperti yang sedang dirasakan dalam waktu-waktu ini, ke depan.

Kendati demikian, pecinta sepakbola tanah air tentu paham, bahwa rivalitas bukan sekedar nilai, dan bukan sekedar posisi di klasemen. Rivalitas Persib dan Persija, dan kemudian kerap pula diimbuhi dengan istilah Big Match, tidak sekedar karena persaingan nilai dan posisi, seperti sekarang ini, namun ada aroma warna sejarah persaingan yang cukup panjang.

Rivalitas Persib-Persija, bukan sekedar nilai dalam papan Klasemen, namun diwarnai dari gengsi dan status kehormatan pada pendukungnya. Rivalitas suporter, yang kerap melahirkan magnet kuat dalam pertandingan ini, kemudian,menghadirkan atmosfera rivalitas yang kuat. Dalam konteks inilah, atmosfera pertandingan Persib-Persija, seperti yang terjadi 11 Januari 2026 ini, melahirkan aura yang luar biasa di kalangan pendukungnya.

Rivalitas itu menggema, bukan sekedar di lapangan pertandingan, tetapi juga terjadi di  media sosial, dan di tengah-tengah gemuruh pada pendukungnya. Bukan sekedar di hari pertandingannya, sehari atau beberapa hari sebelum pertandingan, kompitisi perang-psikologis (psywar) di media sosial, sudah terasa dan menggema.

Sampai pada titik ini, bolehkah orang kemudian menuturkan bahwa rivalitas itu, pada dasarnya adalah sebuah ciptaan media semata ? dengan kekuasaan media, untuk mengatakan pertandingan A disebut big match, sedangkan pertandingan B dikenali dengan mini macth, sementara pertandingan X dilambungkan dengan sebutan super big match ? Bukankah, dengan hal ini, selera medialah yang memberikan label-label rivalitas, dengan maksud untuk menarik perhatian publik, dan memberikan dukungan terhadapnya ?

Tentunya, realitas media memang demikian adanya. Tetapi, pencitraan tanpa dukungan realitas, hanya akan melahirkan cibiran belaka. Bila saja, atmosfer kompetisinya, dingin dan beku, maka tidak akan melahirkan kegairahan bagi publik untuk memperhatikannya. 

Terkait hal ini, maka kemudian orang menganggap, bahwa rivalitas Persib-Persija, kerap kali mengundang perhatian banyak pihak. Rivalitas itu, bukan sekedar di papan klasemen, atau di lapangan, tetapi juga di jagat media dan realitas sosial.  Padahal, dibalik itu, rivalitas faktual untuk Persib itu, satu diantara sekian tim yang perlu dicermati  itu, ada Borneo dan juga Malut. Kedua tim ini, selain tengah memiliki kondite yang positif, juga memiliki skuad pemain yang bisa diandalkan, untuk bisa menjadikan lawannya, harus waspada !


Bagaiman menurut pembaca !

Categories: ,


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar