Just another free Blogger theme

Minggu, 22 Februari 2026

Kesimpulan ini, layak untuk dikedepankan pada minggu ini. Selepas PERSIB Bandung, di Liga 1 Indonesia meraih kemenangan, 1-0 dari Persita, tim kebanggaan Jawa Barat dan Indonesia ini, kokoh di puncak klasemen. Bila dibandingkan dengan kompetitornya, yang sudah menjalani pertandingan sama, hanya terpaut 4 point dari Borneo, dan 4 point dari Persija, dengan catatan untuk tim terakhir ini, Persib masih menyisakan 1 pertandingan lagi.


Hal yang menariknya lagi, di sejumlah Liga di Dunia pun, mengalami hal serupa.  Pada minggu-minggu ini, kemenangan dan kelalahan tim papan atas, menyebabkan selisih antara pamuncak dengan kompetitornya, sangat tipis, yakni selisih 2-4 point, atau antara 1-2 pertandingan.

Perhatikan posisi klasemen di Liga Utama Inggris, Arsenal ada di posisi puncak dengan 61 point, tapi di posisi kedua, dengan sisa 1 pertandingan tertunda, Manchester City sudah meraih 56 point. Artinya, bila dalam pertandingan berikutnya menang, maka selisihnya hanya 2 point saja. 

Kompetiti banget !!! Kepeleset dikit, tertungkal !

Hal serupa, dialami tim-tim papan atas di La Liga. Pada klasemen minggu ini, minggu ke-25, Real Madrid terpeselet, sehingga turun ke posisi kedua. Sementara posisi pamuncaknya, didudki Barcelona, dengan raihan point hanya 1 point lebih baik dari Real Madrid.

Kejadian ini, terjadi pula di liga Arab Saudi. Al-Nassr, yang selama ini nguntit Al-Hilal, pada pekan ke-22, mampu nyalip posisi ke pamuncaknya. Selisih point antara pamuncak dengan posisi kedua pun, hanya 1 point saja.

Agak berbeda dengan Bundesliga, selisih point pamuncak dan dengan kedua, cukup jauh. Bayern meraih nilai 60 point, sementara Dortmund 52 point, dengan jumlah pertandidngan yang sama. Dengan kata lain, untuk di Bundesliga, dominasi tim pamuncak masih sangat terasa kokoh di tahun ini.

Hal yang membedakan, antara satu klasemen dengan klasemen lain, mungkin bisa dilihat dari sisi yang beragam. Kita dapat melihatnya dari ragam pandangan. Namun kepentingan hari ini, ada beberapa point yang hendak disampaikan.

Pertama, diantara sejumlah liga itu, PERSIB dan ARSENAL memiliki pertahanan yang paling kokoh. Setidaknya dibandingkan dengan lima tim tertinggi pada sejumlah liga tersebut tadi, kedua tim ini, kebobolan gol ke gawangnya, masih yang terkecil. Persib hanya 11  gol, di pertandingan ke-21, sedangkan ARSENAL hanya 21 gol di pertandingan ke-28.

Kedua, PERSIB sebagai pamuncak dalam klasemen, memiliki posisi jumlah gol terkecil di sejumlah liga, dan juga dibanding dengan empat tim dibawah PERSIB. Produktivitas  gol PERSIB, termasuk minim dibanding dengan tim-tim di pada 5 besar di Liga 1. Hal ini, bebeda dengan pamuncak pada liga-liga lainnya, seperti Liga Arab Saudi, La Liga, atau Liga Utama Inggris.

Kesimpulan sederhana, PERSIB irit, tetapi paten, memosisikan diri sebagai pamuncak. Namun, pekerjaan rumahnya, perlu ada penguatan produktivitas di sektor penyerangan.   Tentu, pikiran ini, sudah ada dalam benak bobotoh dan pelatih. Ucapan ini, sekedar belajar membaca statistik, yang ada di klasemen yang tersedia.

Mungkin itu.... 

bagaimana menurut pembaca ?

Categories: ,


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar