Just another free Blogger theme

Minggu, 29 Maret 2026

Genjatan senjata, bila ini yang diinginkan, terhadap Iran dan Israel-Amerika Serikat, tampaknya tidak sederhana.Tidak mudah. Bersifat kompleks dan komplikasi. Didalamnya ada banyak variabel dan kepentingan, yang tidak bisa sekedar diselesaikan oleh retorika Donald Trump. 



Mengapa demikian ?

Sebagaimana yang disaksikan bersama, awal mula peperangan ini, bukan urusan Iran dan Amerika Serikat. Sedekat apapun AS-Israel, namun, yang memulai babak peperangan ini adalah Israel. Sedangkan Amerika Serikat dengan Donald Trumpnya, terjebak dan terbawa arus-kepentingan oleh Israel.

Terkait hal ini, maka retorika gencatan senjata itu, tidak bisa diselesaikan oleh retorikanya Donald Trump. 

Lebih rumit dari itu, dan bahkan, tidak bisa diselesaikan oleh dua atau tiga negara. 

Sekedar simulasi. Andai saja, terjadi kesepakatan antara Iran dan AS, akankah genjatan senjata itu menjadi efektif, disaat Israel tidak meratifikasi hasil kesepakatan itu ? 

Di sini problemanya tambah jelimet.

Pertama, publik memahami, bahwa kedekatan Amerika Serikat dengan Israel begitu sangat tinggi,  baik secara personal maupun politik-kenegaraan. Negara Amerika Serikat, diketahui publik, kerap memberikan sumbangan puluhan trilyun untuk Israel dalam memperkuat pertahanan dan keamanannya. Kedekatan kedua negara ini, apakah akan memberikan garansi, bahwa setiap yang disepakati AS, akan berlaku dan akan ditaati pula oleh Negara Israel ?

Kedua, pertanyaan tadi, melanjutkan pemikiran mengenai ikatan ketergantunganya. Orientasi ketergantungan kedua negara itu, yakni Amerika Serikat dengan Israel, apakah simetris atau asimetris ? perlu ditegaskan bahwa dalam faksi politik di negara Israel itu, yang paling menonjol adalah kelompok Yahudi Israel. Oleh karena itu, dengan pertanyaan yang lebih spesifik, hubungan politik kedua negara itu, dinamika politik Amerika Serikat dipengaruhi dan ditentukan oleh kelompok Yahudi Israel, atau kelompok Yahudi ISrael yang dipengaruhi dan ditentukan oleh Amerika Serikat ?

Ketiga, fenomena yang kerap terjadi, dengan mengambil contoh kasus di Gaza-Palestina, genjatan senjata sudah berulang, namun serangan dan gemburan yang brutal kerap terjadi dilakukan Israel kepada penduduk Gaza-Palestina. Dunia menyaksikan, bahwa genjatan senjata, perjanjian, keputusan dan fatwa PBB, hampir dipastikan, dilihat sebelah mata oleh kelompok Yahudi-Zionis-Israel.

Bila demikian adanya, maka pertanyaan lanjutannya, bila saja, ada kesepakatan dan kesepakatan antara Amerika Serikat dengan Iran, akankah, piagam perjanjian itu, memberikan makna politik yang efektif bagi kedua negara dan/atau kedua kawasan tersebut, khususnya di TImur Tengah ?

Persoalan ini, kiranya masih menjadi kabut politik yang tebal, yang tetap menghantui elit politik dan juga warga negara yang sedang berkonflilk. Terlebih lagi, dalam situasi seperti ini, peran organisasi internasional, seperti PBB, hampir dirasa  tidak memilliki taring yang kuat, baik untuk menghentikan peperangan, dan atau untuk mengawal sebuah perjanjian politik.

Keempat, seperti yang diharapkan masyarakat Iran, dalam perjanjian itu, hendaknya tertuang sebuah pernyataan pentingnya menjaga kepastian keamanan dunia. Amerika Serikat, dengan segala kemampuan yang dimilikinya, hendaknya menghapus imajinasi untuk menerapkan politik ekspansi-politiknya, bukan hanya ke Timur Tengah, tetapi juga ke negara lain.

Dalam konteks ini, sejak awal tahun, Donald Trump mengeluarkan retorika politik yang sangat tidak  bersahabat dengan negara lain. Langkah politiknya yang kontroversial, diawali dengan penculikan Presiden Venezuela, kemudian mengeluarkan ancaman peperangan dengan Iran, dan juga ancaman perebutan Greenland, dan Kuba. 

Retorika politik atau syahwat politik ekspansive ini, jika masih tetap ada dalam jiwa Amerika Serikat, maka perjanjian damai dengan Iran, sejatinya menjadi kurang bermakna. Perjanjian politik atau perjanjian damai itu, lebih disebabkan karena ketidakberdayaan Amerika Serikat dalam menganeksasi negara sasaran, dan bukan oleh kesadaran untuk menjaga perdamaian dunia.

 


Categories: ,


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar