Just another free Blogger theme

Selasa, 17 Maret 2026

 Ada pengalaman menarik, saat MAN 2 Kota Bandung mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Lomba Sekolah Sehat (LSS) tahun 2019. Demi memanfaatkan momentum baik dan terbaik dalam LSS kali ini, pihak madrasah bukan saja, meningkatkan layanan pendidikan kepada peserta didik, tetapi juga mengajak partisipasi semua pihak, seluruh simpul penyelenggara layanan pendidikan di Madrasah untuk terlibat aktif dalam kegiatan persiapan LSS MAN 2 Kota Bandung ditingkat Kota (Bandung).


Kemenarikannya itu, setidaknya dapat disederhanakan menjadi beberapa hal penting, yang dapat dirumuskan sebagai model menyeluruh dalam penciptaan lingkungan sekolah (atau Madrasah) yang sehat. Penulis berharap, pengalaman yang berkembang di lingkungan MAN 2 Kota Bandung ini, dapat menjadi kekayaan inspirasi, minimalnya bagi keluarga besar MAN 2 Kota Bandung, lebih luasnya lagi bagi siapapun yang bermaksud untuk melakukan perbaikan layanan pendidikan dan penataan lingkungan pendidikan.

Pertama, penataan lingkungan madrasah yang bersih, atau disebut pula dengan istilah green school (green madrasah). Tim Manajemen Madrasah, dengan seluruh komponen madrasah, menunjukkan kemitraan yang menyeluruh untuk menjaga kebersihan dan kehijauannya lingkungan pendidikan di MAN 2 Kota Bandung. Di lain pihak, seorang petugas memberikan informasi bahwa ada sebuah sekolah yang sudah bersih, namun karena ditemukan ada sepotong (catat : sepotong) puntung rokok, kemudian menyebabkan sekolah tersebut gagal disebut sebagai sekolah sehat.

Dari pengalaman itu jelas sudah bagi kita bahwa “untuk mewujudkan madrasah sehat dan hijau, butuh partisipasi semua pihak, tetapi untuk menggagalkannya, tidak perlu peran semua pihak, cukup satu orang saja yang berbuat patal, maka gagallah tujuan bersama tersebut”.

Kedua, meningkatkan partisipasi guru dalam mensosialisasikan nilai-nilai kesehatan lingkungan. Setiap tenaga pendidik, diharapkan dapat memberikan sisipan nilai dan norma hidup, yang mendukung dan mendorong seluruh keluarga besar dapat menunjukkan budaya hidup yang sehat dan bersih. Dalam kaitan ini, saya teringat pada ungkapan Stanley Manahan (2006) yang menekankan pentingnya pembudayaan
green science dan technology. Artinya, tidak mungkin dapat meningkatkan kesadaran bersih dan hijau pada peserta didik, kalau karakter dari ilmu kita pun tidak ramah pada lingkungan.

Pelajaran Biologi, rasanya, memiliki peran penting dan paling depan, dalam memainkan peran sebagai green science and technology. Dalam pelajaran ini, seorang peserta didik, diperkenalkan konsep organisme, ekosistem atau  lingkungan secara spesifik, dan kemudian menjelaskan mengenai pola interaksi antara manusia dengan lingkungan secara umumnya. Oleh karena itu, Biologi di jenjang pendidikan MA/SMA rasanya, memiliki kewajiban akademik untuk memainkan peran dalam pengembangan green science and technology  umumnya, dan khususnya dalam mendukung agenda LSS pada satuan pendidikannya masing-masing.

Ketiga, inspirasi pentingnya lagi, kita melihat bahwa untuk bisa mewujudkan pola kehidupan yang baik (good life), perlu ditunjang dengan lingkungan yang baik.  Karena pada dasarnya, saat lingkungan kita kotor, maka alih-alih dapat meningkatkan prestasi, untuk sekedar meningkatkan semangat belajar dan mengajar pun, akan menurun.

Merujuk pada pengalaman lomba LSS kali inilah, kita bisa menemukan prinsip pembelajaran yang positif, yaitu dari lingkungan yang baik (good ecology) insya Allah, kita dapat meningkatkan kualitas hidup yang baik (good life). Pada saat kita, mampu menciptakan kualitas hidup yang baik, maka kualitas kerja, dan layanan kita pun, akan jauh lebih baik lagi. Sekali lagi, dalam kaitan ini pun, pelajaran Biologi menjadi pintu terdepan untuk menanamkan nilai-nilai from good ecology to good life.

Keempat, dari kondisi apapun, kita bisa mendapatkan inspirasi positifnya.  Kita memang tidak mau, hidup di lingkungan  yang kotor atau buruk. Tidak ada seorang pun yang bermimpi hidup dan memiliki lingkungan yang buruk. setiap orang berharap memiliki kualitas lingkungan yang baik, dan bisa tinggal di tempat yang baik. Namun demikian, dengan pikiran dan pandangan positif yang kita kembangkan, ternyata kondisi yang ada sekarang ini (misalnya lagi kotor), ternyata mampu merangsang kita untuk berpikir positif dan kreatif serta inovatif.

Mengapa hal itu bisa terjadi ?

Dari pengalaman LSS kali inilah, dari kondisi madrasah yang sebelumnya belum begitu tertata dengan baik, kemudian merangsang semua pihak untuk melahirkan gagasan kreatif dan inovatif. Misalnya, ada yang mengeluarkan gagasan kebun sayuran,  taman obat-obatan, monument penataan UKS, gerakan kebersihan, gerakan senam di setiap minggunya, dan lain sebagainya. Semua gagasan baru itu, muncul dan ramai digalakan, selepas memahami kebutuhan dan kondisi ril di madrasah.

Mencermati hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa dengan pikiran yang positif (positive thinking), dari kondisi apapun, dapat melahirkan gagasan kreatif. Kata orang bijak, dibalik awan yang gelap dan hitam, ada butiran air hujan yang bening. Inilah mutiara yang indah, saat kita merespon secara positif ragam hal yang ada di sekitar kita.

Kelima, jika tidak memaksakan diri, maka kita terpaksa menerima keadaan yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita. Percikan pemahaman ini, penulis dapatkan saat menjalani gerakan kebersihan menjelang LSS di MAN 2 Kota Bandung tahun 2019.

Jika kita tidak memaksakan diri untuk menjaga kebersihan lingkungan, maka kita terpaksa dan dipaksa untuk menerima dampak buruk dari lingkungan. Tidak ada pilihan lain. Jika kita membiarkan lingkungan kotor, maka kita terpaksa dan dipaksa untuk menerima ancaman penyakit akibat buruk dari lingkungan yang kotor.  Tetapi, jika memaksakan diri untuk memulai menjaga kebersihan, sama dengan kita ‘mengendalikan nasib kita di masa depan’.  Karena pada dasarnya, gerakan kebersihan kita saat ini, adalah ikhtiar untuk mendapatkan kualitas hidup yang sehat di masa depan. Sedangkan membiarkan  lingkungan yang kotor, adalah memastikan diri untuk menerima dampak buruk dari lingkungan tersebut.

Dari sisi inilah, kita melihatnya, bahwa memaksakan diri untuk berbuat baik dan terbaik, pada dasarnya adalah upaya terencana untuk mendapatkan kualitas hidup dan kehidupan di masa depan. Karena itu, paksalah diri kita untuk melakukan hal-hal baik, daripada harus terpaksa menerima hal buruk, akibat kita tidak mau berupaya menjaga  kebersihan lingkungan.

Keenam, manfaatkan momentum secara optimal. Kadangkala, secara konseptual, kita semua sudah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang benar mengenai pentingnya kebersihan dan lingkungan sehat. Untuk contoh sederhana, di lingkungan madrasah sudah dikenal pepatah “annazhofatu minal iman” (kebersihan itu sebagian dari iman), atau “Innalllah yuhibbul mutathohirin” (Sesungguhnya Allah Swt mencintai hal bersih dan kebersihan). Namun demikian, tindakan praktis untuk hal ini, terasa sangat sulit untuk diterapkan.

Sehubungan hal itu,  dengan adanya LSS ini, merupakan momentum positif untuk menggerakkan dan mengajak semua pihak untuk menerapkan nilai-nilai positif yang sudah kita pahami, menjadi sesuatu yang bisa ditunjukkan dalam perilaku dan kelakuan aktif pada kehidupan sehari-hari.  Andai saja, kita gagal memanfaatkan momentum-positif, yakinlah, maka keberhasilan dan perubahan akan sulit didapatkan.  Dengan kata lain, momentum-positif ini, dapat kita artikan ‘mumpung energy positif’ dan ‘perhatian semua pihak’ sedang focus, maka selayaknya kita memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.

Terakhir, rasanya penting untuk ditegaskan bahwa “masa depan lingkungan, adalah masa depan kita” (environment future is our  future). Rusaknya lingkungan kita, akan menjadi masalah besar bagi masa depan kita. Oleh karena itu, kesadaran, kepekaan, kepedulian dan partisipasi kita semua, dalam menjaga lingkungan menjadi sangat penting.

Itulah pengalaman dan sekaligus inspirasi positif, yang dapat penulis dapatkan, saat mengikuti dan mempersiapkan diri dalam kegiatan Lomba Sekolah Sehat di lingkungan MAN 2 Kota Bandung. Sebagai penutupnya, sebagaimana yang digagas Kepala Madrasah,  andaikan juara dalam LSS, maka tropi itu adalah hadiah, tetapi sehat itu adalah berkah. Karena dengan lingkungan sehat, kita semua dapat hidup sehat, dan melakukan aktivitas secara optimal. 


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Pellentesque volutpat volutpat nibh nec posuere. Donec auctor arcut pretium consequat. Contact me 123@abc.com

0 comments:

Posting Komentar