Manusia, secara naluri, berhasrat untuk bisa mempertahankan diri. Apapun caranya. Itu adalah nilai instrinsiknya. Tidak jauh berbeda dengan ayam, kambing, srigala, atau harimau yang ada di hutan. Untuk konteks itulah, kita bisa paham, mengapa kalangan filosof, bila mendefinisikan manusia, kerap diawali dengan kata "hewan..". Misalnya, secara ekonomi, manusia adalah hewan yang memiliki kebutuhan, secara sosial, manusia adalah hewan yang berkelompok (homosocius), sedangkan secara pendidikan disebutkan bahwa manusia adalah hewan yang bisa dididik (animal educandum), dan lain sebagainya.
Terkait hal itulah, maka untuk mempertahankan hidupnya, manusia akan berusaha melakukan ragam cara, aksi, dan kegiatan. Termasuk dalam urusan kebutuhan hidup.
Sayangnya, memang, tidak semua, manusia bisa menunjukkan sikap dan perilaku kemanusiaan. Sisi egois dan konsumtif, layaknya, hewan itu, kerap kali muncul ke permukaan, dan lebih dominan, sehingga 'menghalalkan segala cara'.
Pencarian alat pemuas kebutuhan ekonomi itu, manusia melakukan kegiatan, yang kadang tidak sesuai dengan kepatutan, baik secara sosial maupun legal. Dari situasi inilah, kemudian muncul yang disebut dengan ekonomi underground.
Sebagian diantara kita, tentunya balik bertanya, apa untungnya melakukan hal serupa itu ? dan apa motivasinya, seseorang melakukan hal itu ?
Satu diantara masalah yang kerap kali dihadapi manusia, adalah kebutuhan-mendesak, dan situasi krisis. Inilah yang menyebabkan seseorang, bisa terjebak dan masuk dalam jebakan praktek ekonomi underground.
Taruhlah, seperti sekarang ini. Ancaman krisis BBM, ada di depan mata. Sementara kebutuhan akan BBM, sangat tinggi. Bila saja, nalar kita terganggu, dan atau merasa gelisah dengan situasi serupa ini, bukan hal mustahil, ada dan kepikiran untuk menimbun BBM di rumah, atau disatu tempat, dengan maksud dan tujuan untuk mengamankan diri. Terlebih lagi, bila kita, memiliki koneksi ke orang dalam.
Sempurna saja, hasrat dan nafsu tersebut !
Sehubungan hal ini, karya tulis bertemakan "nilai dan norma Ekonomi Undergroun, Konoha sebagai Negeri KW", ini, sejatinya, berhasrat untuk membuka peta perilaku masyarakat yang berkuat di praktek ekonomi ini.
Semoga bermanfaat !

0 comments:
Posting Komentar