Tentu saja, tidak akan terlupakan oleh banyak orang, dan banyak pihak. Iran, adalah salah satu negara yang mendapat embargo ekonomi dari Negara Barat, khususnya Amerika Serikat. Di embargonya itu, bukan sehari-dua hari, bukan sebulan dua bulan, tetapi sampai pulihan tahun lamanya. Hampir 40 tahunan. Sementara, Israel mendapat bantuan sekitar 60 Trilyun pertahun dari Amerika Serikat untuk penguatan sistem pertahanan dan militernya.
Tetapi, dengan melihat dan menyaksikan peristiwa yang terjadi dalam dua bulan terakhir ini, khususnya saat melihat kemampuan Iran menahan serangan Israel/Amerika Serikat, memberikan inspirasi penting bagi banyak pihak, ya khususnya, bagi mereka yang mau belajar.
Pertama, emargo ekonomi dari Barat, khususnya Amerika Serikat, bukan berarti akhir dari dari sebuah negara. Setidaknya itulah yang dimiliki oleh negara Iran. Kendati sudah puluhan tahun dialaminya, mereka menjalaninya dengan baik, dan masih tetap menjaga keberlangsungan kedaulatan negaranya.
Sebagian diantara kita, akan memandang wajar. Wajar, karena Iran memiliki sumberdaya negara yang sangat tangguh dan kokoh. Sumberdaya minyak yang melimpah, dan sumberdaya manusia yang mumpuni.
Bagaimana dengan Indonesia ? untuk hal pertama, tampaknya, kita tidak kalah kaya, dengan Iran. Indonesia adalah negara yang diviralkan oleh guru Geografi, sebagai negara yang kaya sumberdaya alam, baik darat, laut, maupuan dibawah tanah. Apa persoalannya ?
Betul, mungkin urusan yang kedua itu. Sumberdaya manusia !
Kedua, sumberdaya manusia struktural yang amanah. Kepemimpinan, dan pemerintahan yang dihuni oleh sumberdaya yang amanah, akan menjadi pembeda, antara satu negara dengan negara lainnya. Disaat, pemerintahannya tidak mampu mengelola sumbedaya alam, maka kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, akan semakin jauh. Jauh api dari panggang.
Sekali lagi, baik menurut BPS, maupun pengajar di kelas, secara kuantitatif, bangsa Indonesia memiliki sumberdaya manusia yang tinggi. Bahkan, masuk sebagai salah satu negara dengan negara berpenduduk tertinggi di dunia. Kemudian, nilai indeks rata-rata sekolah pun, menurut BPS, ditunjuk dengan angka, semakin hari semakin tinggi. Naik terus.
Bila demikian adanya, lantas, di mana masalahnya ?
Kita khawatir, bukan sumberdaya manusianya yang menjadi masalah. Tetapi, model manajemen sumberdaya alam dan sumberdaya manusia itu sendiri. Korupsi, kolusi, nepotisme, dan juga keserakahan, merupakan penyakit pengelolana sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang tidak sejalan dengan visi kebangsaan.
Tidak bisa diingkari, banyak warga Indonesia yang kreatif dan cerdas, tetapi kalau yang dikedepankan adalah nepotisme, maka sumberdayamanusia berkualitas itu, akan tetap tersisihkan. Pada ujungnya, ya. begitulah.....
Ketiga, masalah skala prioritas pembangunan. Tentu saja, aspek ini, bisa merupakan hipotesis penulis terhadap pembangunan Iran. Kendati demikian, kita bisa beraduargument mengenai hal ini. Artinya, kesalahan dalam prioritas pembangunan, bisa menjadi bibit masalah keberlanjutan sebuah bangsa.
Perhatikan dengan seksama. Kendati sudah diembargo, dan kemudian diserang dengan senjata militer tercanggih milikk Israel/Amerika Serikat, namun Iran mampu bertahan. Apa artinya ? kondisi ini, secara tidak langsung memberikan petunjuk kepada kita, bahwa selama diembargo itu mereka mampu melakukan pembenahan, sumberdaya manusia, pengelolaan sumberdaya alam, dan penguatan infrastruktur militernya untuk menghadapi ancaman dari luar.
Terbukti !
Saat ada serangan dari Israel/Amerika Serikat, bukan saja, tentara dan masyarakatnya yang solid, tetapi teknologi produksi dalam negerinya pun mampu mengimbangi peperangannya. sampai saat ini ! bahkan, banyak pihak, memberikan penilaiannya, tampaknya lebih canggih dari yang diperkirakan sebelumnya.
Keempat, hal yang mengagumkan, pengalaman hari ini menunjukkan Iran, mampu memanfaatkan sumberdaya alam yang dimilikinya, untuk kepentingan penguatan kedaulatan negara, baik dalam pengertian kedaulatan negara, ekonomi maupun eksistensi kebangsaannya.
Negara berdaulat dan kedaulatan negara itu, tidak sekedar karena memiliki bahasa dan undang-undang, tetapi juga memiliki otonomi dalam mengelola sumberdaya alam. Bukan sekedar mampu mengelola sumberdaya alam, tetapi juga menunjukkan kepentingan dan keberpihakan terhadap rakyanya sendiri.
Terakhir, hal mendasar, yang menjadi bahan kritikan publik di negara kita, agama dan keyakinan spiritual, tidak menghambat pembangunan ekonomi, ilmu pengetahuan, dan juga militer.
Kita tidak perlu terjebak dengan teologi yang dimilikinya, namun, karakter teologinya, tentunya perlu dipelajari dengan seksama. Iran adalah negara Islam. ISlam yang mendasari masyarakat, dan Pemerintahannya, ternyata tidak menyebabkan stagnan dalam berpikir, dan serakah dalam urusan dunia, serta tidak fatalis dalam memandang kehidupan. Bahkan, sebaliknya dar itu semua. Iran mampu menunjukkan kemajuan ekonomi, kekuatan pertahanan militer, dan perkembangan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Padahal mereka adalah masyarakat beragama. Artinya, agama, menjadi dorongan kuat dan motivasi agung dalam menunjang kemajuan peradabannya.
Sekali lagi, bagaimana dengan kita ? dan mengapa kita, masih seperti hari ini ?

0 comments:
Posting Komentar